Mengenang Gol Zinedine Zidane: Tendangan Voli Spesial dari Seorang Pebalet Istimewa

Tak ada cara yang lebih baik untuk mengukir gelar juara selain memastikannya dengan sebuah gol yang luar biasa. Zinedine Zidane, seorang pemain yang jelas tidak biasa, melakukannya ketika ia memastikan gelar juara Eropa kesembilan Real Madrid pada tahun 2002 lalu. Renalto Setiawan menceritakannya kembali di sini...

Pada tanggal 15 Mei 1928 lalu, Mickey Mouse, salah satu karakter favorit Walt Disney, muncul dalam film kartun pertamanya, Plane Crazy. Tepat 12 tahun berselang, McDonald’s membuka restoran pertamanya di San Bernardino, Calafornia. Dan pada tanggal 15 Mei 2002, Zinedine Zidane menciptakan sebuah gol ajaib di Stadion Hampden Park, Skotlandia, saat timnya bertanding melawan Bayer Leverkusen di pertandingan final Liga Champions Eropa.

Jika dua 15 Mei awal menjadi sebuah permulaan baik bagi Mickey Mouse maupun McDonald’s untuk mendunia, 15 Mei yang terakhir merupakan salah satu pembuktian bahwa Zinedine Zidane merupakan salah satu pesepakbola terbaik yang pernah diciptakan di dunia.

“Zidane adalah salah satu pemain terbesar dalam sejarah sepakbola, seorang pemain yang benar-benar megah,” kata Franz Beckenbauer, leganda hidup sepakbola Jerman. “Pesepakbola paling elegan yang pernah saya lihat,” Gary Lineker, mantan penyerang Inggris, tak mau ketinggalan. “Saat bola berada di kakiknya, dia adalah penyair,” Philippe Auclair, penulis sepakbola asal Prancis, juga menyanjung tinggi seorang Zidane.

Meski banyak rekan-rekan seprofesinya, penulis sepakbola, hingga para penggemar sepakbola memujinya seperti itu, hal tersebut sebetulnya belum cukup untuk menggambarkan bakat hebat yang dimiliki Zidane. Dia terlalu istimewa. Sesederhana itu.

Di Hampden Park 15 Mei itu, Madrid mendapatkan perlawan sengit dari Bayer Leverkusen. Sempat unggul pada awal laga melalui Raul Gonzalez, Leverkusen langsung membalas lewat Lucio, bek tengahnya. Melalui gol balasan tersebut Leverkusen seolah ingin mengatakan bahwa mereka bukanlah kawan berlibur yang menyenangkan bagi Madrid. Lalu, boom! datanglah gol Zidane yang luar biasa itu.

Pada menit ke-45, Roberto Carlos melakukan umpan silang sekenanya ke arah kotak penalti Leverkusen. Bola itu melambung tinggi, sedikit menjauh dari gawang Leverkusen, menuju ke arah Zidane yang berdiri bebas. Zidane kemudian menunggu momen yang tepat untuk menghajar bola tersebut. Dan saat gravitiasi bumi ingin mengatakan bahwa bola itu miliknya, Zidane melakukan tendangan voli – menedang bola keras-keras ke arah gawang.