Mengenang Kembali: Ketika Arsenal Tumbang di Surabaya

Tur Arsenal ke Indonesia pada tahun 1983 diwarnai dengan tiga pertandingan di tiga kota berbeda: Medan, Jakarta, dan Surabaya. Namun di kota terakhir lah sebuah cerita yang melegenda tercipta. Yudha Prastianto mengingat kembali momen tersebut...

Salah satu raksasa Premier League, Arsenal, belum lama ini menginjakkan kakinya di Indonesia, tepatnya pada tahun 2013 lalu. Saat itu, klub asuhan Arsene Wenger ini melakoni uji coba dengan tim gabungan dari para pemain yang berlaga di kompetisi Indonesia Super League (ISL), yang dinamakan Indonesia Dream Team. Jangan tanya lagi yang menang siapa, Anda mungkin sudah tahu kalau ‘tim impian’ tersebut dibantai 0-7.

Tentu saja hasil itu mengecewakan. Tapi, tidak juga jika Anda adalah warga kota Surabaya. Karena Anda mungkin bisa sedikit membusungkan dada ketika hasil laga pra-musim tersebut dibanding-bandingkan dengan pencapaian luar biasa sebuah klub lokal asal Surabaya di tahun 1983 silam.

Pihak Arsenal mengatasnamakan kelelahan (tiga laga dalam enam hari) sebagai faktor utama, namun apapaun itu, hasil tersebut membuat Indonesia sedikit berbangga diri, pada waktu itu. Tak peduli alasannya apa.

Mengapa demikian?

Faktanya adalah The Gunners pernah dikalahkan dengan skor 0-2 oleh Niac Mitra Surabaya di Stadion Gelora 10 November. Sebuah hasil yang cukup menarik dan sempat dihujani pertanyaan, sebab sebelumnya Arsenal menghancurkan klub lokal di Medan, VSP, dengan skor 3-0 dan kemudian menang atas VSPSSI di Jakarta dengan skor 5-0. Pihak Arsenal mengatasnamakan kelelahan (tiga laga dalam enam hari) sebagai faktor utama, namun apapaun itu, hasil tersebut membuat Indonesia sedikit berbangga diri, pada waktu itu. Tak peduli alasannya apa.

Ketika itu, nama klub asal London utara tersebut memang belum setenar sekarang – akan tetapi sejumlah nama terkenal seperti Pat Jennings dan David O’Leary sanggup menarik ketertarikan warga lokal dan membuat stadion dipenuhi oleh 30 ribu pasang mata.