Mengenang Kembali: Tur Persija Jakarta ke Uni Soviet di Tahun 1960

Satu tahun setelah kunjungan Zenit Leningrad ke Indonesia atas undangan Persija Jakarta, giliran Persija yang pergi mengunjungi Uni Soviet untuk melakukan tur di sana. Bagaimana kisahnya?

Sebelumnya, kami pernah membahas bagaimana Persija Jakarta mengundang klub asal Russia, Zenith Leningrad, ke Indonesia pada tahun 1959. Ternyata setahun setelahnya, Persija membalas kunjungan tersebut dengan berencana mengadakan tur ke Uni Soviet.

BACA JUGA Mengenang Kembali: Ketika Zenit Datang ke Indonesia Untuk Persija Pada Tahun 1959

Rencana Persija mengadakan tur ke Uni Soviet tentu membuat gempar sepak bola Indonesia. Apalagi niat Persija ke sana adalah untuk memperkuat tim dan memperkaya pengalaman para pemainnya. Tur ke Uni Soviet pada era itu merupakan tur terbesar bagi sebuah klub sepak bola di Indonesia.

Macan Kemayoran sudah menetapkan bulan Juli 1960 sebagai jadwal mereka untuk melalukan tur Uni Soviet. Hal itu diketahui berdasarkan catatan sejarawan Persija, Abdillah Afiif, yang berjudul Persija: Rocket to Russia. Masih dalam catatan tersebut, diketahui klub-klub Indonesia di masa itu memang sering melakukan perjalanan tur, namun biasanya hanya sebatas Asia Tenggara saja. Sedangkan yang dilakukan Persija merupakan hal baru yang cukup besar.

Rencana Persija mengadakan tur ke Uni Soviet tentu membuat gempar sepak bola Indonesia. Tur ke Uni Soviet pada era itu merupakan tur terbesar bagi sebuah klub sepak bola di Indonesia

Persija tak menjadikan tur Uni Soviet sebagai piknik. Terbukti pengurus Persija sudah menyusun rencana uji coba dan mengadakan persiapan tim menjelang keberangkatan ke Uni Soviet, sejak bulan Mei. Tim pelatih yang dijabat duet Moerdono dan Wuwungan pun mengadakan pemilihan pemain dari klub-klub internal Persija.

Uji coba pertama adalah melawan timnas India yang dipersiapkan ke Olimpiade. Menariknya, Persija berhasil mengalahkan India dengan skor 2-1 lewat dua penyerang belia, Dirhamsjah dan Siang Soey. Padahal sebelum pertandingan tersebut berlangsung, publik tak yakin dengan materi pemain muda yang dipilih Moerdono dan Wuwungan.

Usai uji coba tersebut, pelatih Moerdono pun memilih pemain yang bakal dimasukkan ke pemusatan latihan Persija. Setidaknya ada 22 pemain yang bakal digembleng di Lapangan IKADA. Mengingat kompetisi internal Persija masih berjalan, maka para pemain yang terpilih tersebut diberikan dispensasi untuk tidak bermain di klubnya saat kompetisi Persija berjalan.

Setelah pemusatan latihan berjalan, Persija pun menyusun uji coba dengan tim-tim kuat, salah satunya adalah PSM Makassar yang merupakan juara Kompetisi PSSI 1959. Dalam pertandingan tersebut, Persija bermain imbang 3-3 dengan Juku Eja. Sebuah usaha bagus, mengingat Persija berisi pemain muda usia sementara PSM bermain dengan materi super, termasuk Ramang.

10 hari dilatih legenda Arsenal

Dalam perjalanannya menjelang tur ke Uni Soviet, Persija sempat merasakan sentuhan pelatih asal Wales, Walley Barnes. Menariknya Barnes adalah salah satu pemain legenda klub Inggris, Arsenal. Barnes didatangkan oleh Persija dengan bantuan dari The British Council. Tujuan Barnes ke Jakarta adalah memberikan kursus dan pelatihan kepada asisten pelatih yang ada di lingkungan Persija.

Walley Barnes saat berseragam Arsenal

Setidaknya ada 24 pelatih yang jadi anggota Persija mengikuti kursus yang ditangani Barnes. Dari 24 nama yang mengikuti kursus tersebut, terselip nama-nama legenda, seperti Liem Soen Joe dan Tan Chin Hoat (ayah dari Tan Liong Houw).

Menariknya, kursus dilakukan bersamaan dengan latihan Persija. Alhasil, tim Persija pun juga diberikan ilmu sepak bola Inggris oleh Barnes. Teknik long passing menjadi materi yang didapat Persija. Bisa dimengerti, saat itu sepak bola Inggris memang masih kental dengan kick n rush yang sangat mengandalkan umpan-umpan jauh.

Dalam perjalanannya menjelang tur ke Uni Soviet, Persija sempat merasakan sentuhan pelatih asal Wales, Walley Barnes. Menariknya Barnes adalah salah satu pemain legenda klub Inggris, Arsenal

Pola latihan Barnes pun diaplikasikan Persija dengan serangkaian uji coba. Menghadapi klub-klub anggota Persija, PS POP dan UMS, Persija tampil berbeda. Melawan PS POP, Macan Kemayoran menang besar 12-0 dan melawan UMS, Persija menang 6-0.

Selama 10 hari memberi kursus, Barnes pun banyak meninggalkan warisan kepada Persija. Tentu saja, Moerdono yang sering tukar pikiran dengan Barnes mendapatkan masukan yang berharga yang bakal ia pakai di Uni Soviet.

Isu ke Merdeka Games

Di tengah persiapan Persija ke Uni Soviet, muncul isu yang mengatakan Macan Kemayoran bakal bertanding ke Merdeka Games pada Agustus 1960. Hal itu terjadi karena molornya jadwal kepergian mereka ke Uni Soviet.

Menarik memang, apalagi jika PSSI benar memberangkatkan Persija ke Merdeka Games di Malaysia. Itu artinya, pelatih Timnas Indonesia, Tony Pogacnik bakal khusus melatih Persija. Kabarnya juga, Tony bakal membawa pemain-pemain dari luar Persija untuk ikut bergabung.

Kabar tersebut cukup membingungkan. Publik mengetahui bahwa Persija bersiap ke Uni Soviet, namun kini isu santer terdengar bahwa Persija bakal mewakili PSSI ke Merdeka Games. Tapi, isu tersebut akhirnya ditampik oleh PSSI.

PSSI, sebagai induk sepak bola Indonesia menegaskan bahwa buka Persija yang akan bertanding ke Merdeka Games, namun timnas Indonesia. PSSI juga memberikan lampu hijau bagi pemain-pemain Persija yang tergabung dengan timnas untuk bisa ikut ke Uni Soviet.