Mengenang Legenda: Alessandro Del Piero, Sang Penari Buruk yang Memikat

Tariannya di atas lapangan memang tidak seindah Diego Maradona, Ronaldinho, atau eks rekan setimnya, Zinedine Zidane. Tapi selama 19 tahun, ia memikat pendukung Juventus untuk terus menari bersamanya. Renalto Setiawan mengenang sang legenda...

Ada suatu masa ketika pesepakbola dapat dikatakan lebih mahir menari daripada para penari ulung.  Entah itu penari balet, penari tango, atau ice skater sekali pun. Jika musuh utama para penari tengo adalah milonga (tempat di mana tarian tango sering dilakukan) yang sempit, musuh menakutkan para penari balet adalah penghayatan peran yang sering menyulitkan, dan musuh besar para ice skater adalah arena yang licin. Maka pesepakbola mempunyai varian musuh yang lebih mengerikan saat mereka menari di atas lapangan, seperti seolah mereka akan jatuh dari atas Burj Khalifa jika tidak mampu menari dengan benar.

Lihatlah bagaimana cara Diego Maradona menari-menari lincah layaknya seorang maestro balet dengan latar tekel-tekel pemain Inggris dan teriakkan perang dari para hooligan pada babak perempat-final Piala Dunia 1986 lalu. Hanya dengan menggunakan kaki kiri, Maradona membuat banyak orang bertanya-tanya di dalam hati mereka: "Bagaimana dia bisa melakukan hal ajaib seperti itu?" Ketika lawan-lawannya mulai panas untuk kemudian melakukan tekel-tekel brutal, Ronaldinho justru semakin sering menjadi-jadi dalam memamerkan tariannya yang seperti ginga (ekspresi riang khas Brasil) itu. Bahkan dia tak jarang melakukannya di Santiango Bernabeu, markas Real Madrid, yang merupakan ladang ranjau bagi para pemain Barcelona. Tarian Ronaldinho juga sering memperlihatkan bahwa dirinya adalah seorang ahli dalam permainan Minesweeper, game fenomenal di komputer Windows karya Curt Johnson.

Selain Maradona dan Ronaldinho, masih ada Ronaldo (Brasil), Zinedine Zidane, Juan Roman Riquelme, dan Neymar yang dapat menari dengan begitu hebatnya di atas lapangan. Imajinasi dan intuisi yang mereka miliki merupakan salah satu karya agung yang dititipkan Tuhan.

Jika dibandingkan dengan para penari hebat di atas lapangan tersebut, Alessandro Del Piero tentu saja merupakan seorang penari yang buruk. Dengan baju kedodoran, sepatu bola yang didominasi warna hitam, dan cara menggiring yang tidak bisa dikatakan artistik, Del Piero gemar membawa bola terlalu lama untuk memamerkan tarian buruknya itu. Triknya kadang terlalu mudah dibaca oleh pemain lawan, membuatnya jatuh tersungkur saat bola berhasil direbut oleh lawan.

Kepindahannya dari Padova pada 1993 menjadi awal 19 tahun kariernya di Juventus

Larinya pun tidak cepat. Usain Bolt, manusia tercepat di dunia, tak perlu mengeluarkan setengah kemampuannya untuk menang lomba lari seratus meter melawan Del Piero. Meski demikian, jika dibandingkan dengan Maradona, Ronaldiho, maupun Zidane, Del Piero adalah salah satu orang yang paling sering membuat orang-orang yang berada di sekelilingnya, baik secara sadar atau tidak, ingin menari bersamanya. Bagaimanapun tarian Del Piero cukup mudah untuk ditirukan atau diikuti.

Ada sebuah gerakan khas yang sering diperagakan Del Piero di atas lapangan. Mantan kapten Juventus tersebut sering membawa bola dari sisi kiri lapangan untuk kemudian melakukan cutting-inside ke arah kotak penalti lawan. Saat pemain belakang lawan mencoba menghadangnya, Del Piero, biasanya dengan kaki kanan bagian luar, akan menjauhkan bola untuk mencari sudut tembak. Pemain-pemain belakang lawan sering menyadari pergerakan tersebut untuk kemudian menutup ruang tembaknya, tetapi Del Piero, kali ini dengan kaki kanan bagian dalam, sekali lagi akan membelokkan bola untuk menjauhi lawan. Lalu, yang terjadi selanjutnya adalah sebuah tarian bodoh yang dilakukan oleh pemain belakang lawan. Mereka akan membalikkan badan, mengira Del Piero akan melakukan tembakan dengan kaki kirinya. Dan saat hal tersebut terjadi, Del Piero sekali lagi akan membelokkan bola dengan kaki kanan bagian luarnya. Kemudian, ketika mereka sadar telah dibodohi, Del Piero sudah melakukan tembakan melengkung ke arah tiang jauh. Bola masuk ke gawang, pemain-pemain belakang lawan tanpa sadar melakukan tarian bodoh, dan penggemar Juventus menari kegirangan dari atas tribun lapangan.

"Dia (Del Piero) adalah seorang jenius sebenarnya," begitu pujian dari Frankie Dettori, salah satu jockey terbaik di dunia asal Italia. 

Ia bukan seorang penari yang bagus, tapi orang-orang tetap mau menari bersamanya

"Dia (Del Piero) adalah seorang jenius sebenarnya."

- Frankie Dettori

Selama 19 tahun, dalam 704 pertandingan, dan dalam waktu 48.785 menit bersama Juventus, Del Piero sepertinya tak pernah bosan membuat banyak orang untuk menari bersamanya. Dia mungkin seorang penari yang buruk, tetapi ketika tarian buruknya mampu menginspirasi banyak orang untuk ikut menari, dirinya tentu saja layak mendapatkan aplaus panjang layaknya seorang pesulap yang baru saja mengeluarkan kelinci dari dalam topi ajaibnya.

Lalu, ketika Del Piero terpaksa harus angkat kaki dari tempatnya biasa memamerkan tariannya, para penggemarnya tahu betul bagaimana caranya untuk bereaksi.