Kisah

Mengenang Legenda: Javier Zanetti, Sang Superman Sepakbola yang Dihormati Semua Orang

Juni tahun 1938 lalu, Superman lahir di dunia ini. Di edisi pertama Action Comics, dengan otot aliennya, ia mengangkat sebuah mobil bercat hijau dan membuat tiga orang yang berada di sekitarnya tampak panik -- kurang lebih begitu narasi yang bisa mewakili halaman muka edisi pertama Action Comics tersebut. 

We are part of The Trust Project What is it?

Sejak saat itu, tidak hanya bagi orang-orang Amerika (tempat di mana Superman diciptakan), Superman berhasil menjadi pahlawan super bagi seantero jagad. Kepahlawanannya terus tumbuh, berkembang, dan mengakar di dalam diri banyak orang. Bahkan, tak jarang ia berhasil menembus ranah cita-cita anak kecil. Anak-anak kecil yang saat dewasa nanti ingin menjadi Superman tak kalah banyak dari anak-anak yang ingin menjadi dokter, presiden, pilot, maupun profesi-profesi menggiurkan lainnya.

Bagi anak-anak yang ingin menjadi Superman, tentu saja itu terjadi karena kekuatan super yang dimiliki Superman. Superman bisa merobohkan apa saja dengan kedua tangannya. Matanya bisa mengeluarkan laser, yang bahkan bisa melelehkan pintu baja. Ia bisa terbang seperti gelembung udara, tetapi dengan kecepatan seperti pesawat terbang. Hal-hal seperti itu barangkali amat mudah menghiasi imajinasi anak-anak untuk kemudian mengatakan dengan lugas, "Saat besar nanti, saya ingin menjadi Superman!"

Berbeda dengan anak-anak, kekuatan super yang dimiliki Superman tentu saja bukanlah sesuatu yang logis untuk diinginkan orang-orang dewasa. Orang-orang dewasa yang mengaguminya biasanya mempunyai alasan yang lebih masuk akal tentang mengapa mereka harus mengagumi Superman.

Meskipun berasal dari planet lain, Planet Krypton, Superman adalah sosok yang lebih manusiawi daripada manusia kebanyakan. Telinga supernya bisa membuatnya mendengar masalah yang dihadapi orang-orang di segala penjuru dunia. Dan tanpa berpikir panjang, Superman akan memberikan pertolongan. Semampunya dan sebisanya.

Selain itu, meskipun Superman berbeda dengan manusia di mana dia sering dipandang sebelah mata menyoal ini, dia tak akan pernah berhenti berbuat baik, seolah mengajarkan kepada manusia bahwa tidak ada alasan untuk tidak berbuat baik. Singkat kata, dengan adanya orang baik, Superman selalu mampu memberikan harapan bahwa dunia akan baik-baik saja.

Konon, Superman sendiri diciptakan Jerry Siegel -- Joe Shuster yang mengilusrasikannya -- saat Perang Dunia Kedua terjadi. Tujuan utama mereka saat itu adalah menciptakan role mode untuk anak-anak pada masa perang tersebut. Namun ada sumber lain yang juga menyatakan bahwa Seigel juga mempunyai tujuan lain ketika menciptakan Superman. Ia terinspirasi oleh kematian ayahnya yang terjadi di dalam sebuah peristiwa pencurian. Brad Meltzer, penulis Amerika yang melakukan riset terhadap kematian ayah Seigel tersebut, kemudian berpendapat bahwa Seigel meciptakan Superman untuk mengingatkan bahwa manusia merupakan makhluk yang rentan.

Zanetti si ‘gila’ sepakbola

Sebagai pemadat sepakbola, saya akui bahwa saya tidak begitu menyukai Inter Milan. Menurut saya, terutama dalam beberapa tahun belakangan ini, Inter adalah sebuah klub dagelan. Dan jika saya boleh sedikit mengemukakan pendapat visioner saya, apabila Inter tidak melakukan perubahan yang cukup berarti, pada masa depan, degelannya Inter mungkin akan berdiri sejajar dengan kematian dan pajak sebagai sesuatu yang pasti di dunia ini.

Dalam beberapa tahun belakangan ini, Inter adalah sebuah klub dagelan

Dengan pendekatan tersebut, saat Anda mengikut eksistensi Inter Milan setiap musim ke depan, Anda bisa tertawa lepas seperti saat melihat lawakan Hasan Minhaj dalam stand-up comedy spesialnya yang berjudul Hasan Minhaj: Homecoming King di Netflix beberapa waktu lalu.

Meski begitu, saat saya menengok sedikit ke belakang, saya juga merasa bersyukur diperkenalkan dengan Inter Milan. Alasannya sederhana:  Inter Milan pernah memiliki seorang pemain bernama Javier Zanetti. Sebesar apa pun tingkat kebencian penggemar sepakbola terhadap Inter Milan, mereka sepertinya tidak akan bisa membenci Zanetti. Bahkan mereka mungkin akan menaruh hormat terhadapnya. Dan bagi saya, dia adalah Superman dalam sepakbola -- dan juga bagi Inter Milan.