Mengenang Legenda: Jürgen Klinsmann, Tukang Roti yang Menjadi Pesepakbola Legendaris Jerman

Jürgen Klinsmann tidak akan pernah menjadi seorang legenda sepakbola, salah satu yang terbaik di Jerman bahkan Eropa juga dunia, jika bukan karena keahliannya membuat pretzel.

“Saran ayahku sederhana: raih gelar dan sebuah profesi, baru setelahnya bersungguh-sungguh menjadi pemain sepakbola profesional,” ujar Klinsmann. “Jadi aku tidak pernah benar-benar secara serius mempertimbangkan [karier sebagai baker] – namun aku belajar memanggang dan gelarku ada di bidang bakery. Spesialisasiku? Aku suka membuat Laugenbrezel (pretzel Swabia). Itu sejenis roti kadet khas dari wilayah asalku di Stuttgart dan aku suka membuatnya. Ayahku selalu bangga dengan hasil kerjaku dalam hal itu.”

Gaya Klinsmann kala muda.

Lulus dari sekolah kejuruan di bidang bakery dan menjadi seorang baker adalah syarat dari sang ayah yang harus Klinsmann penuhi untuk dapat meneruskan kegemarannya bermain sepakbola ke jenjang profesional. Bukan berarti Klinsmann muda tidak memiliki bakat sehingga sang ayah keberatan membiarkannya mengejar impian menjadi pemain profesional. Sejak muda Klinsmann sudah menjadi pencetak gol ulung – ketika berusia 10 tahun Klinsmann pernah, dalam sebuah pertandingan yang satu babaknya hanya 20 menit, mencetak 16 gol dalam satu pertandingan – hanya saja sang ayah ingin Klinsmann memiliki kepastian masa depan. Sedikit banyak juga karena bakery adalah bisnis keluarga Klinsmann.

Namun keseriusan Klinsmann menjadi pemain profesional jauh lebih besar ketimbang menjadi baker. Saking seriusnya ia bahkan menambah porsi latihannya sendiri, bahkan walau hal tersebut dilarang oleh pihak klub. Dua kali sepekan Klinsmann berlatih di bawah arahan Horst Allman, salah satu pelatih sprint terbaik di Jerman saat itu, untuk meningkatkan kecepatannya.

I believe I can fly...

Kerja keras tak pernah berkhianat. Klinsmann, yang dikontrak sejak berusia 16 tahun (dan masih berstatus murid sekolah kejuruan), masuk tim utama begitu usianya mencapai 18 tahun pada 1982. Di musim penuh pertamanya, 1982/83, Klinsmann sudah menjadi pemain utama Stuttgarter Kickers yang saat itu bermain di 2. Bundesliga.

Dua musim saja Klinsmann membela Stuttgarter Kickers. Per musim 1984/85, Klinsmann membela VfB Stuttgart yang bermain di 1. Bundesliga. Ia langsung menjadi pencetak gol terbanyak Stuttgart dengan 15 gol, sama banyak dengan Karl Allgöwer. Status pencetak gol terbanyak Bundesliga baru Klinsmann raih di musim 1987/88 dengan 19 gol sepanjang musim, yang salah satu di antaranya adalah gol salto legendarisnya dalam pertandingan melawan Bayern München.

Bersama tim yang menjadi titik awal kariernya.