Kisah

Mengenang Legenda: Kurnia Sandy, Mantan Kiper Sampdoria yang Berpengaruh di Sepakbola Indonesia

Ia mungkin bukan yang terhebat, dan bukan yang paling berprestasi. Tapi ada alasan mengapa Kurnia Sandy akan selalu dikenang sebagai salah satu legenda sepakbola Indonesia, tulis Renalto Setiawan...

We are part of The Trust Project What is it?

Pada tanggal 4 Desember 1996 lalu, tepatnya di menit ke-20 pertandingan antara Indonesia melawan Kuwait, Widodo Cahyono Putro mencetak salah satu gol terbaik yang pernah terjadi dalam gelaran Piala Asia. Saat itu, siapa pun yang menjadi saksi gol tersebut pasti mengangkat topi. Widodo melakukan tendangan salto, memperdaya Khaled Al Fadhli, kiper Kuwait.

Meski begitu, Kurnia Sandy, penjaga gawang Indonesia, ternyata tidak memikirkan gol itu. Sebaliknya, ia justru bersiap untuk menghadapi serangan lebih gencar yang akan dilakukan pemain-pemain Kuwait setelah gol tersebut. Dan sesaat setelah Indonesia berhasil mencetak gol kedua pada pertandingan itu melalui Ronny Wabia, Kuwait benar-benar melakukan serangan tanpa henti. Bagaimanapun, dengan kualitas tim yang lebih baik dari Indonesia, mereka tidak ingin kalah dari dalam pertandingan tersebut.

Namun, Sandy, yang mampu membaca situasi dengan baik, benar-benar siap menghadapi rentetan serangan Kuwait tersebut. Ia terbang, menepis bola, dan melakukan segala upaya agar gawangnya tidak kebobolan.

Tanpa disadari, Sandy ternyata sudah melakukan lima kali penyelamatan hebat di sepanjang babak pertama. Hani Al-Saqer dan Jassem Al-Houwaidi, duet penyerang Kuwait, terlihat frustasi menghadapinya. Saat itu, pikiran mereka mulai mengada-ngada, bahwa Sandy mungkin saja bisa menangkap peluru dengan kesigapan yang dipertontonkannya di bawah mistar hari itu.

Sayangnya, performa menawan Sandy ternyata hanya bertahan hingga menit ke-72. Saqer akhirnya berhasil mencetak gol ke gawangnya. Dan lima menit setelah itu, Sandy terpaksa keluar dari lapangan dengan keadaan luka yang cukup parah: ia bertabrakan dengan Saqer di menit ke-79 – hidungnya patah dan mulai mengeluarkan banyak darah. Ia pun digantikan oleh Hendro Kartiko dan Kuwait akhirnya berhasil menyamakan kedudukan, memaksa pertandingan berakhir imbang.

Setelah pertandingan tersebut, keberhasilan Indonesia menahan imbang Kuwait dalam laga tersebut kemudian menjadi salah satu perbincangan hangat di Indonesia. Nama Widodo Cahyono Putro terus digaungkan, sementara nama Ronny Wabia, yang mencatatkan assist dan mencetak satu gol dalam pertandingan tersebut, juga tak kalah sering disebut.

Lalu, bagaimana dengan kehebatan Kurnia Sandy dalam laga itu? Kehebatannya dalam laga tersebut ternyata berjalan beriringan dengan kesunyian, seperti posisinya sebagai seorang penjaga gawang. Meski begitu, keberaniannya saat menjaga gawang tim yang dibelanya sepertinya tak akan pernah dilupakan oleh banyak orang.