Analisa

Mengingat Kembali Karier Zlatan Ibrahimovic yang Gila di Ajax

Jauh sebelum menjadi manusia-setengah dewa, ada kisah gila yang pernah diukir oleh Zlatan Ibrahimovic di Ajax Amsterdam, tulis Elko Born...

We are part of The Trust Project What is it?

Antara tahun 2001 dan 2004, Zlatan Ibrahimovic bermain untuk Ajax Amsterdam. Itu adalah periode yang tak akan mudah dilupakan oleh para suporter, untuk berbagai alasan – tidak hanya karena penyerang asal Swedia ini mencetak banyak gol, dan seringkali gol yang sangat indah, tetapi karena juga ada masalah yang mengikutinya…

Lemparan gunting yang mengubah segalanya

Pada saat ini, penampilan Zlatan mungkin lebih terlihat seperti kombinasi seorang supermodel dari Paris dan panglima perang Viking di zaman dahulu, tetapi 17 tahun yang lalu, ia terlihat sangat berbeda. Pada tahun 2001 lalu, ketika lelaki Swedia ini pertama kali menapakkan kakinya di kota Amsterdam, ia hanyalah seorang pemuda yang terlihat nakal, jauh dari kesan manusia-setengah-dewa yang ia perlihatkan sekarang.

Mungkin karena alasan itulah Co Adriaanse (pelatih kepala Ajax saat itu) menolak untuk memainkan Zlatan secara reguler, meski Direktur Sepakbola Ajax, Leo Benhakker, merekrut pemain muda ini dengan memecahkan rekor transfer klub saat itu dengan nilai €8 juta.

Dengan mentalitas pemenang dan dorongan untuk mendominasi yang telah Zlatan miliki sejak muda, tak diragukan lagi hal ini menghadirkan friksi di dalam skuat. Salah satu insiden yang terkenal, misalnya, melibatkan Zlatan dengan Mido, yang kemudian dikenal dunia sebagai pemain Tottenham dan Middlesbrough. 

 
Lemparan gunting memberikan Zlatan kesempatan untuk membuktikan diri

Pada saat itu, Mido adalah pencetak gol utama Ajax dan membuat rivalnya tersebut tak bisa masuk ke dalam tim utama. Sebagaimana dikisahkan oleh Ronald Koeman, yang menggantikan Adriaanse sebagai manajer, rivalitas ini pernah berakhir dengan keributan di ruang ganti yang tidak berakhir dengan jabat tangan antara kedua pemain, tetapi dengan lemparan gunting dari Mido yang begitu kesal ke arah kepala Zlatan.

“Saya lalu berjalan ke arahnya dan memukulnya, tetapi 10 menit kemudian kami malah berangkulan,” tulis Ibrahimovic dalam otobiografinya, I Am Zlatan. “Belakangan saya baru tahu kalau manajer tim kami menyimpan gunting itu sebagai suvenir untuk ditunjukkan ke anak-anaknya.”

Zlatan tak terluka, dan Mido kemudian mendapatkan hukuman dengan diturunkan ke tim cadangan. Zlatan pun kemudian mendapatkan kesempatan untuk membuktikan dirinya sebagai pemain yang seharusnya tak tergantikan di line-up Koeman.