Analisa

Menilik Kelayakan Timnas Indonesia Menjuarai Piala AFF 2018

Tinggal beberapa hari lagi sebelum ajang bergengsi sepak bola (atau pesta sepak bola) Asia Tenggara Piala AFF 2018 dimulai. 10 kontestan telah melakukan persiapannya masing-masing, tidak terkecuali negara yang terkenal dengan status spesialis runner-up, Indonesia.

We are part of The Trust Project What is it?

Diakui atau tidak, memang demikian faktanya. Sejak AFF dimulai pertama pada tahun 1996, Indonesia tidak pernah menjuarainya dan baru sekedar ‘nyaris’ menjuarainya pada tahun 2000, 2002, 2004, 2010, 2016. Padahal, masyarakat Indonesia sudah sangat menantikan titel diraih Timnas.

Meski bagi beberapa negara, Piala AFF tidak dianggap sebagai turnamen yang wajib dimenangi karena tidak masuk agenda FIFA, trofi Piala AFF sangatlah berarti bagi beberapa negara yang penasaran memenanginya. Bukan hanya Indonesia, Filipina pun demikian.

Kans Filipina menjuarainya tahun ini semakin besar karena keseriusan mereka mewujudkannya, sampai Federasi Sepak Bola Filipina (PFF) merekrut pelatih sarat pengalaman yang pernah melatih Lazio dan timnas Inggris, Sven-Goran Eriksson. 

Kembali lagi ke Indonesia. Apakah Tim Merah Putih siap menjadi juara Piala AFF tahun ini? Jika pertanyaan tersebut dilontarkan oleh publik, maka jawabannya adalah: siap. Indonesia punya skuat yang memadai dan telah bermain bersama selama dua tahun terakhir sejak Piala AFF 2016.

Indonesia tergabung di grup B bersama Filipina, Singapura, Timor Leste, dan juara bertahan, Thailand. Di atas kertas, Indonesia seharusnya bisa lolos dari grup bersama dengan Thailand dan bersaing kuat dengan Filipina untuk merebutkannya. Indonesia punya sejarah bagus jika sudah berbicara penyisihan grup (sering lolos ke fase berikutnya).

Tiap generasi memiliki era keemasannya masing-masing. Masyarakat Indonesia tidak akan pernah melupakan kenangan indah ketika Gendut Doni, Boaz Solossa, Zaenal Arif, Bambang Pamungkas, Kurniawan Dwi Yulianto (kini jadi asisten pelatih Timnas) mencetak gol.

Timnas terkini memang tidak memiliki sosok penyerang lokal yang haus gol hingga menaturisasi striker Sriwijaya FC, Alberto “Beto” Goncalves. Tapi ini bukan kali ini saja terjadi, karena Indonesia juga pernah melakukannya kepada El Loco, Christian Gonzalez. 

Melihat 23 nama yang dipanggil ke dalam skuat Timnas Indonesia, plus kedatangan Andik Vermansah yang menggantikan Saddil Ramdani, Indonesia rasanya bisa memenuhi target PSSI (Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia): juara Piala AFF 2018.

"Semua event Asian Tenggara, baik Piala AFF senior, AFF U-19, U-16 dan lain-lain, kami tidak pernah punya target di bawah juara. Maka kami selalu menetapkan semua target di event regional untuk menjadi yang terbaik, termasuk Sea Games," ucap Joko Driyono, Wakil Ketua Umum PSSI.