Menjadi 'Hipster Sepakbola'? Ini Masalah Selera, Bung!

Menemukan penggemar Barcelona atau Manchester United secara acak di Indonesia adalah perkara mudah. Tapi menjadi penggemar Parma? Galatasaray? Walau segelintir, ada juga yang memilih menjadi berbeda seperti mereka...

Sudah sejak 2007 Ismail Hagi menjadi pendukung Bayern Munchen. Lelaki yang kini berkuliah di salah satu universitas negeri di Jawa Barat itu, mengatakan, adanya pemain-pemain idolanya di tim Bavaria menjadi salah satu pengaruh. “Karena dulu suka Franck Ribery dan kiper legendaris Jerman, Oliver Khan,” ujarnya.

Diakui oleh Hagi, menjadi fans Bayern tidaklah gampang. Meski Bayern merupakan salah satu tim tersukses di Eropa, pendukungnya di Indonesia tidak begitu banyak, terutama dibandingkan dengan pendukung tim-tim besar lain macam Manchester United, Real Madrid, atau Barcelona. Di antara teman-teman kampusnya saja, Hagi mengatakan bahwa jumlah pendukung tim yang sama dengannya bisa dihitung jari.

Soal sedikitnya teman yang juga pendukung Bayern itu, berdampak pada sulitnya Hagi mencari teman nobar. “Paling-paling yang nonton cuma 2 sampai 3 orang,” katanya.

Di Indonesia, jumlah suporter Bayern cukup terbatas

Menjadi pendukung Bayern Munchen tampaknya merupakan hal wajar. Sebab, klub asal Jerman itu memang punya sejarah panjang, pemain-pemain kelas dunia, serta unggul dalam hal finansial dan prestasi. Tapi bagaimana dengan orang Indonesia yang menjadi pendukung tim dengan kategori medioker untuk ukuran Eropa? Adakah? Ada. Salah satunya adalah Irfan Sofian Haidir.

Irfan merupakan pendukung Parma Calcio. Ia mulai mendukung tim asal Italia tersebut sejak sekitar 2004 lalu. Menurutnya, permainan Parma kala itu begitu mengasyikkan untuk dilihat. “Permainan mereka ketika itu terlihat atraktif dan agresif sehingga membuat Serie A menjadi lebih menarik,” ujar lelaki yang baru saja menyelesaikan studi penyiarannya itu. Selain itu, katanya, adanya pemain-pemain seperti Alberto Gilardino turut menjadi pengaruh.

Dhani, seorang siswa kelas 2 SMA, punya kisah serupa. Ia merupakan satu-satunya pendukung St. Pauli di sekolahnya. “Sebenarnya saya suka dua tim. Satunya lagi Real Madrid,” ujarnya santai.

Pages