Menuju AFF Suzuki Cup 2016: Indonesia Membuat Persiapan Paling Meyakinkan

AFF Suzuki Cup 2016 tinggal sebulan lagi dan setiap tim yang berpartisipasi sedang menyelesaikan persiapan mereka. Bagaimana kiprah mereka di jeda internasional baru-baru ini?

Oleh: Kenneth Ho, Thanamahamongkhol Kritikorn, Vijhay Vick and Tio Prasetyo Utomo

Group A

Indonesia

Skuat Garuda terus tampil mengesankan setelah mereka kembali dari hukuman internasional, dimulai dengan kemenangan 3-0 atas Malaysia, disusul dengan hasil imbang 2-2 dengan Vietnam baru-baru ini.

Vietnam hanya butuh 12 menit untuk mencetak dua gol, tapi Zulham Zamrun memperkecil ketertinggalan dengan tendangan bebas yang menakjubkan sebelum rekan senegaranya, Irfan Bachdim, menyamakan skor.

Indonesia berikutnya akan menghadapi Myanmar di bulan November, yang mungkin akan menjadi laga persahabatan internasional terakhir mereka sebelum dimulainya AFF Suzuki Cup 2016.

Tapi, masih ada beberapa pekerjaan yang harus diselesaikan sebelumnya, di mana Riedl harus menemukan seorang gelandang bertahan untuk mendampingi Evan Dimas di lini tengah.

Filipina

Salah satu tuan rumah AFF Suzuki Cup 2016, Filipina, menderita dua kekalahan 3-1 secara beruntun selama jeda internasional baru-baru ini, di mana kekalahan itu datang saat melawan Bahrain dan Korea Utara.

Pelatih kepala mereka menggunakan kesempatan tersebut untuk memainkan wajah-wajah baru, dengan striker kelahiran Jerman Mike Ott diberi kesempatan untuk melakoni debutnya melawan Bahrain. Penyerang Nurnberg II tersebut langsung membuktikan diri dalam laga debutnya, saat ia mencetak gol tunggal Azkals dalam pertandingan itu.

Media Filipina menulis bahwa Azkals bermain lamban dalam laga ini, dan bahwa mereka kesulitan mengantisipasi bola-bola mati.

Filipina harus segera melakukan perbaikan, jika mereka tidak ingin tersingkir di turnamen ini pada babak grup. 

Thailand

Thailand vs UAE

Pasukan Kiatisuk Senamuang ini menutup paruh pertama Kualifikasi Piala Dunia 2018 tanpa menorehkan satu poin pun dari empat pertandingan dan berada di dasar klasemen grup B.

Didukung oleh kemenangan di Piala Raja pada bulan Juni lalu, tim Gajah Putih memulai kualifikasi dengan meyakinkan dan hampir memperoleh satu poin di Stadion Internasional King Fahd, tapi penalti dari Nawaf Al Abid pada menit 84 mengandaskan harapan mereka.

The War Elephants kehilangan momentum mereka sejak kekalahan itu, dan harus kalah 2-0 dari Jepang di Bangkok. Bulan lalu, mereka melakukan perjalanan ke Timur Tengah dan kalah 3-1 dan 4-0 masing-masing dari UEA dan Irak.

Singapura

khairul_amri_singapore_2.jpg (

Foto: Weixiang Lim/FFT

The Lions masih mencari kemenangan, setelah mengemas dua hasil mengecewakan di bulan Oktober. Laga menghadapi rival dekat mereka, Malaysia, di kandang sendiri setidaknya ditonton oleh 30.000 suporter yang memenuhi Stadion Nasional, namun Singapura gagal mengambil peluang mereka dan malah terkesan mencari hasil imbang tanpa gol meski mendominasi permainan.

Setelah itu, pasukan V.Sundramoorthy ini pergi ke Hong Kong, di mana putra sulung Fandi Ahmad, Irfan Fandi, diberikan debutnya di timnas. Tapi, pemain muda itu gagal menginspirasi timnya saat mereka kalah 2-0.

Ini memperpanjang catatan tanpa kemenangan The Lions menjadi lima pertandingan, dan sang pelatih semenntara memiliki banyak hal yang harus dipikirkannya saat ia berusaha untuk memperpanjang masa kepelatihannya di luar kontrak satu tahun yang ditawarkan padanya. Dari semua tim di Grup A, Singapura tampaknya yang akan paling kesulitan.