Mereka yang Berjuang untuk Merah Putih: Profil Skuat Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2016

Alfred Riedl akhirnya mendapatkan 23 pemain tim nasional Indonesia yang akan berusaha ia maksimalkan di AFF Suzuki Cup mendatang. Ada banyak muka baru yang mungkin tak dikenal oleh awam, dan karena itulah, FourFourTwo Indonesia memberikan sedikit pengenalan soal siapa saja mereka dan mengapa mereka dipilih oleh Riedl...

Oleh: Nanda Febriana, Zakky BM, Taufik Nur Shiddiq, dan M. Rezky Agustyananto

Andritany Ardhiyasa (Persija Jakarta)

Kiper Persija Jakarta ini hampir pasti akan menjadi pilihan utama Alfred Riedl di gelaran AFF Suzuki Cup 2016. Meski kalah pengalaman dibanding Kurnia Meiga, performa bagus Andritany di level klub sulit untuk diabaikan. Bahkan, dalam dua edisi bulanan terakhir Tim Terbaik ISC versi FFT ID pria kelahiran 26 Desember 1991 ini selalu dinobatkan sebagai yang terbaik di bawah mistar.

Pemain dengan panggilan akrab 'Bagol' ini juga sudah menjalani tiga laga uji coba terakhir ​bersama Merah Putih dan prestasi tertingginya adalah mengantar tim U-23 meraih medali perak di SEA Games​2011. Turnamen AFF Suzuki Cup 2016 akan menjadi turnamen internasional pertamanya di level senior. 

Kurnia Meiga​ (Arema Cronus)

​Kiper Arema Cronus​ ini mungkin sudah tergeser posisinya sebagai kiper utama Indonesia, namun faktor pengalamannya akan sangat berharga bagi tim yang sudah setahun lebih absen di kancah sepakbola internasional. Turnamen ini juga sudah cukup akrab dengan Kurnia, di mana ia menjadi salah satu bagian dari skuat Garuda yang menembus final AFF Suzuki Cup 2010. Di bawah arahan Alfred Riedl pada edisi 2014, ia juga selalu menjadi kiper utama. 

Kendala cedera sempat membuat namanya dicoret dari daftar skuat pada awal September lalu. Namun dalam daftar pemain terakhir yang diumumkan oleh Riedl, kiper dengan tinggi badan 1,86 meter ini berhasil masuk dan akan bersaing dengan Andritany untuk menjadi penjaga gawang utama. 

Teja Paku Alam (Sriwijaya)

Nama Teja Paku Alam masuk dalam daftar skuat Garuda setelah kiper ketiga sebelumnya, Dian Agus Prasetyo, mengalami cedera hamstring pada Minggu (13/11). Bagi kiper Sriwijaya FC, ini adalah kesempatan pertamanya memperkuat tim nasional Indonesia di turnamen internasional. 

Meski mendapatkan kesempatan masuk timnas karena kiper lain cedera, performa Teja sudah menarik perhatian di ISC A musim ini. Dalam lima pekan pertama ia menjadi kiper dengan jumlah penyelamatan terbanyak (18). Turnamen AFF Suzuki Cup diharapkan akan memberikan banyak pelajaran berharga bagi pemain kelahiran 14 Maret 1994 ini. 

Benny Wahyudi (Arema Cronus)

Pemuda asli Malang ini akan menjadi salah satu kekuatan andalan di lini pertahanan Indonesia. Alfred Riedl tampaknya akan mempercayakan posisi bek kiri timnya kepada pemain yang merupakan jebolan akademi Arema ini. Dalam tiga laga persahabatan terakhir, Benny nyaris selalu tampil penuh untuk skuat Garuda.  

Prestasi tertingginya di kancah internasional adalah saat ia bersama tim eks PON XVII mewakili Indonesia di ajang Pekan Olahraga Mahasiswa Asia Tenggara (POM ASEAN) di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 11-20 Desember 2008. Sayangnya, ketika itu Indonesia harus puas dengan hanya mendapatkan perunggu. 

Manahati Lestusen (PS TNI)

Meski baru tujuh kali memperkuat tim senior, Manahati Lestusen sebelumnya sudah sering berkiprah di beberapa kelompok umur dan merupakan mantan kapten tim nasional U-19 dan U-23.  Enam penampilan pertamanya untuk Indonesia tercipta pada tahun 2014 dan ia baru sekali tampil tahun ini.

Pemuda kelahiran Ambon ini sekarang memperkuat PS TNI dan ikut menempuh pendidikan militer saat sanksi FIFA masih berlaku. Secara terbuka Manahati pernah mengaku bahwa dirinya akan lebih memilih TNI ketimbang sepakbola jika masalah di negeri ini tak kunjung usai. Beruntung bagi Manahati, dia tak perlu menyia-nyiakan bakat sepakbolanya setelah FIFA mencabut sanksi terhadap Indonesia pada pertengahan tahun ini. 

Pages