Blog

Mesut Ozil Pensiun Dari Timnas Jerman

Melalui surat terbuka yang terdiri dari tiga bagian, Mesut Ozil memberikan penjelasan soal foto kontroversialnya dengan Presiden Turki. Kekecewaan terhadap federasi Jerman menjadi penyebab Ozil memutuskan pensiun dari pentas internasional.

We are part of The Trust Project What is it?

Mesut Ozil mengonfirmasi dirinya pensiun dari tim nasional Jerman setelah merasa kecewa karena mendapat kritikan dari Federasi Sepakbola Jerman (DFB) pasca melakukan pertemuan dengan presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, sebelum Piala Dunia 2018 dimulai.

Minggu (22/7), sang bintang Arsenal, yang memiliki garis keturunan Turki, memberikan penjelasan bahwa tatap mukanya dengan Erdogan sama sekali tak punya muatan politik.

Gelandang serang milik Arsenal itu kedapatan foto bareng dengan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdoğan. Banyak pihak lantas menangkap bahwa tindakan itu bermuatan politis dan kebanyakan warga Jerman tak terima Ozil tetap membela timnasnya di Rusia kemarin.

Federasi sepakbola Jerman (DFB) dan Kanselir Jerman, Steffen Seibert, bahkan turut merespons apa motivasi Ozil berfoto dengan Erdogan. Mereka khawatir foto tersebut hadirkan banyak kesalahpahaman, mengingat pemain 29 tahun tersebut amatlah populer di Jerman maupun Turki.

ozil 2

Setelah sekian lama diperdebatkan, Ozil, melalui akun resmi Twitter-nya, kemudian memosting surat terbuka yang terdiri dari tiga bagian. Isi surat itu menjelaskan secara mendetail soal kontroversi fotonya dengan Erdogan.

“Seperti kebanyakan orang, nenek moyang tidak hanya berasal dari satu negara saja. Sementara saya tumbuh besar di Jerman, latar belakang keluarga saya punya akar Turki. Saya punya dua hati, satu Jerman dan satunya Turki. Sejak kecil, ibu saya mengajari untuk selalu menghargai dan tidak boleh melupakan asal muasal saya, dan sampai sekarang nilai ini selalu saya pegang,” tulis Ozil, dalam surat terbukanya bagian pertama.

“Pada Mei lalu, saya bertemu dengan Presiden Erdogan di London, ketika menghadiri acara amal dan edukasi. Kami pertama kali bertemu pada tahun 2010 ketika beliau dan Angela Markel menonton laga Jerman vs Turki bersama-sama di Berlin. Sejak saat itu, kami sering bertemu secara tidak sengaja di banyak tempat di dunia. Saya tahu jika foto kami menjadi pemberitaan besar di media Jerman, dan sementara banyak orang menuduh saya berbohong atau penuh dusta, tapi foto kami tidak memuat intensi politik,” lanjutnya.

“Pekerjaan saya adalah sebagai pesepakbola, bukan politikus, dan pertemuan kami bukan sebuah bentuk dukungan politik. Faktanya, ketika kami bertemu, topik obrolan masih sama, yaitu sepakbola karena beliau juga pemain sepakbola di masa mudanya," tutupnya.

ozil

Tiga jam setelah merilis surat terbuka pertamanya, Ozil kemudian memosting surat terbuka bagian kedua. Kali ini Ozil menyerang DFB, serta beberapa sponsor yang tidak mendukungnya selama kekacauan terjadi.

Ozil merasa tak senang dengan aksi DFB dalam menangani insiden tersebut, terlebih ketika pertemuannya dengan Erdogan dianggap mengganggu performanya dan sebagai salah satu faktor tersingkirnya Jerman di fase grup Piala Dunia.

Dalam bagian terakhir dari tiga pernyataan sikap melalui Twitter, gelandang serang berusia 29 tahun tersebut mengumumkan tak lagi melanjutkan kiprah di pentas internasional bersama Jerman.

"Dengan berat hati dan banyak pertimbangan atas kejadian belakangan ini, saya tak akan lagi bermain untuk Jerman di level internasional selagi saya merasakan rasisme dan sikap tidak hormat," tulis Ozil.

"Saya telah mengenakan kostum Jerman dengan penuh rasa bangga dan kegembiraan, tapi sekarang tidak lagi. Keputusan ini sangat sulit untuk dibuat karena saya selalu memberikan segalanya bagi rekan-rekan, staf pelatih dan orang-orang baik di Jerman."

"Namun ketika para petinggi DFB memperlakukan saya seperti sekarang ini, tidak menghormati garis keturunan Turki saya dan secara egois menyebut saya melakukan propaganda politik, maka saya rasa sudah cukup."

"Itu bukan alasan saya bermain sepakbola, dan saya tidak akan diam saja tanpa melakukan apapun. Rasisme seharusnya tidak akan pernah bisa diterima."

Ozil mencatatkan total 92 penampilan bagi Jerman, mengemas 23 gol dan menjalankan peran kunci ketika negaranya sukses menjadi kampiun Piala Dunia 2014 di Brasil. 

Pemain berjuluk "Burung Hantu" itu sendiri disinyalir tampil buruk di Piala Dunia 2018 lalu, karena terkena dampak langsung terhadap pemberitaan buruk soal dirinya atas kasus ini