Analisa

Misteri Transfer Paco Alcacer dan Mengapa Barcelona Membutuhkannya

Barcelona sudah mempunyai Trio MSN yang begitu luar biasa, dan juga punya jebolan akademi La Masia sebagai pelapis mereka, lalu buat apa mereka membeli Paco Alcacer? Zakky BM menjelaskan alasannya...

We are part of The Trust Project What is it?

Tagar #PipesPaAlcacer bukanlah lelucon semata. Tagar tersebut adalah bentuk sindiran dan kekecewaan mendalam dari para penggemar Valencia CF atas Fransisco Garcia Alcacer, yang meminta presiden Valencia untuk menjual dirinya saat tawaran Barcelona datang. Kekecewaan atas putera daerah yang tumbuh besar di daerah Valencia sekaligus produk akademi sepakbola milik Valencia. Masih muda, mempunyai prospek cerah, dan bahkan sudah menyandang ban kapten pula. Tak mengherankan memang kepindahan Alcacer ini membuat sebal banyak pendukung Valencia.

Namun, jika ditelaah lebih lanjut, Barcelona yang kala itu sedang giat mencari penyerang keempat untuk merotasi trio MSN sebetulnya menyasar Kevin Gameiro yang bermain apik bersama Sevilla musim lalu. Sialnya, Kevin Gameiro berlabuh di Atletico Madrid dan ketika Barca mengubah sasarannya pada Luciano Vietto, yang berpotensi menjadi pilihan keempat di Atleti karena kedatangan Gameiro, Sevilla seperti meminta barter atas kepergian Gameiro dengan meminjam Vietto.

Tukar guling pun tak terhindarkan, Atletico dan Sevilla mendapat win-win solution; menukar penyerang mereka sekaligus memupus usaha Barcelona. Jadi, kalau sudah begini, salah siapa dong, fans Valencia? Salah Alcacer, Barcelona, atau kongkalikong Vietto–Gameiro? 

Paco Alcacer

Paco Alcacer menjadi alternatif ketiga Barcelona

Transfer Paco, strategi jangka panjang Barça

Tidak mengherankan memang Barcelona mencari penyerang keempat sebagai pelapis MSN padahal mereka mempunyai penyerang muda jebolan La Masia, Munir El Haddadi, yang sebetulnya tidak buruk-buruk amat jika ia diberi kesempatan bermain. Yang terbaru, dalam partai Piala Super Spanyol beberapa pekan lalu, bahkan Munir menyumbang gol tandang saat menaklukkan Sevilla 0-2 di Ramon Sanchez Pizjuan. Beberapa penggemar bahkan menganggap Barcelona tak perlu repot-repot membuang banyak uang jika hanya mencari penghangat bangku cadangan dan sesekali dimainkan. Munir bisa jadi solusi mereka.

Beberapa penggemar bahkan menganggap Barcelona tak perlu repot-repot membuang banyak uang jika hanya mencari penghangat bangku cadangan dan sesekali dimainkan. Munir bisa jadi solusi mereka

Ini tentu masih perkiraan, namun saya meyakini Luis Enrique dan staf kepelatihan Barça mempunyai rencana untuk tukar guling Alcacer dan Munir.

Lucho, sapaan akrab Luis Enrique, sebetulnya sangat percaya dengan Munir. Kepercayaannya tersebut diterjemahkan dengan dikirimnya Munir untuk “sekolah” terlebih dahulu di kesebelasan lain agar mendapat jam bermain yang lebih banyak.

Paco, dengan segala pengalamannya hingga mampu menyandang ban kapten Valencia, tentu pernah mengalami masa-masa dimana ia bermain reguler dan menjadi tumpuan gol bagi Valencia. Munir tidak.  Barcelona seperti sedang melakukan penembakan dua burung dengan satu peluru atas transfer Paco dan Munir ini; Munir bisa mendapatkan banyak pengalaman di kesebelasan lain yang memungkinkan ia berkembang, sementara skuat Barcelona kedatangan penyerang muda berpengalaman dalam diri Paco.

Munir El Haddadi

Munir "disekolahkan" di Valencia untuk menjadi penyerang masa depan Barcelona

Munir bisa mendapatkan banyak pengalaman di kesebelasan lain yang memungkinkan ia berkembang, sementara skuat Barcelona kedatangan penyerang muda berpengalaman dalam diri Paco

Ini bisa dimengerti jika mellihat lebih jauh lagi usia dari masing-masing personil trio MSN. Messi dan Suarez kini berusia 29 tahun, sedangkan Neymar berusaia 24 tahun. Jika diasumsikan Suarez akan bertahan 3 tahun lagi dan Messi hingga 4 tahun lagi, maka regenerasi perlu dilakukan sedari sekarang dan inilah waktunya. Munir sendiri baru berusia 21 tahun dan jika mengambil permisalan seperti Denis Suaez yang harus berkelana selama dua tahun terlebih dahulu, maka Munir di umurnya ke 24 nanti baru akan siap mengisi penyerang utama Barcelona.

Analogi yang sama pula dipakai dalam pengandaian Paco. Jika Paco semisal akan bertahan (dalam baying-bayang MSN) dalam dua-tiga musim ke depan, maka ia dipastikan menjadi pengganti Luis Suarez yang kemungkinan akan keluar dari Barcelona dalam dua atau tiga musim mendatang.

Jika perkiraan skenario ini sukses, maka akan ada Neymar yang berumur 27/28 tahun, Paco yang berumur 25/26 tahun dan Munir yang berumur 24/25 tahun dalam trio jajaran terdepan penyerangan Barça di masa yang akan datang. Jika dipikir-pikir lagi, ini strategi yang cukup pintar, bukan?