Analisa

Mohamed Salah, Pemain Sayap Tersubur (dan Terbaik) di Premier League Sejak Cristiano Ronaldo

Tak ada pemain sayap lainnya yang mampu menyamai ketajaman Cristiano Ronaldo di Premier League... sampai Mohamed Salah datang.

We are part of The Trust Project What is it?

Tiga puluh enam (36) gol dan dua belas (12) assists. Itulah total kontribusi yang dicatatkan Mohamed Salah di seluruh kompetisi bersama Liverpool musim ini dari 41 penampilan. Catatan yang impresif, mengingat posisinya sebagai penyerang sayap yang lebih banyak beroperasi di sisi sayap permainan. Apalagi, jika mengingat kegagalannya menaklukkan Inggris di periode pertama ketika membela Chelsea pada medio 2014-2016.

Apa yang dilakukan Salah memang hebat. Dia konsisten menjaga performanya dalam mencetak gol atau memberi assist tiap pekannya, dari satu laga ke laga berikutnya. Banderol €42 juta yang dapat meningkat hingga 50 juta euro pun terlihat sangat murah jika dibandingkan dengan kontribusi Salah kepada Liverpool. AS Roma juga mungkin menyesalinya saat ini.

Liverpool terus merasakan berkah kehadiran Salah di lini depan yang membentuk trisula maut bersama Sadio Mane dan Roberto Firmino. Teranyar, Watford menjadi korban keganasan Salah, ketika pemain berusia 25 tahun itu mencetak empat gol ke gawang mereka di akhir pekan lalu pada pekan ke-31 Premier League. Seyogianya, dua gol saja bagi pemain yang berposisi sebagai penyerang sayap itu sudah cukup dinilai bagus.

Namun, Salah tidak pernah merasa puas. Ia selalu bekerja keras menjaga performanya dan tetap rendah hati, meski saat ini ia berada di puncak dunia dengan sanjungan yang datang kepadanya dari publik serta figur-figur top sepak bola. Salah tetap fokus dengan target pribadi yang ingin dikejarnya, yaitu: menjadi pemain terbaik sepanjang masa Mesir.

"Saya ingin jadi pemain terbaik Mesir sepanjang masa, jadi saya bekerja keras. Saya selalu mengikuti jalan saya pribadi dan saya ingin semuanya di Mesir mengikuti saya," tutur Salah ketika menerima penghargaan BBC African Player of the Year Desember lalu.

Rekor demi rekor sudah dipecahkan Salah. Mulai dari rekor gol kaki kiri yang melewati torehan Robbie Fowler, rekor gol yang melebihi pemain Liverpool lainnya di musim pertama mereka – melebihi torehan 33 gol Fernando Torres, dan menjadi pemain Liverpool kedua (setelah Luis Suarez) dalam 22 tahun terakhir yang mencapai catatan 25 gol di Premier League. Semua rekor itu masih bisa bertambah karena musim masih berlangsung.

Konsistensi yang diperlihatkan Salah mengangkat performa Liverpool dan menghibur publik. Khususnya fans Liverpool yang terjangkit demam virus Salah. Beberapa di antara mereka sampai ingin menjadi muslim jika Salah konsisten mencetak gol sampai akhir musim 2017/18.

"Mo Salah-lah-lah-lah, Mo Salah-lah-lah-lah."

"Jika dia cukup baik untukmu, dia cukup baik untukku. Jika dia mencetak beberapa gol lagi, maka aku akan menjadi seorang muslim juga."

"Jika dia cukup baik untukmu, dia cukup baik untukku. Duduk di Masjid, itulah tempat di mana aku ingin berada."

Kurang lebih, begitu chant yang dinyanyikan Liverpudlian untuk Salah yang juga dijuluki sebagai Raja Mesir. Salah memang demikian, rendah hati dan terus bekerja keras mengejar mimpi. Ia tidak pernah lupa dengan Sang Pencipta, yang memberikannya anugerah berupa kecepatan berlari dan talenta teknik alamiah. Setiap kali mencetak gol, Salah selalu bersyukur dengan melakukan sujud syukur.