Moise Kean: Wonderkid 16 Tahun Juve yang Bisa Menjadi Pemain Kelahiran 2000 Pertama di Liga Champions

Moise Kean

Oh, dan agennya adalah Mino Raiola. Apakah Anda berpikir anak ini akan sering berpindah klub? Mungkin Anda benar, tulis Adam Digby

Cerita 60 detik

DATA & FAKTA

  • Tanggal lahir: 28 Februari 2000
  • Tempat lahir: Vercelli, Italia
  • Tinggi: 182cm
  • Posisi: Penyerang tengah
  • Klub: Juventus
  • Negara: Italia U-17 (11 penampilan, 5 gol)

Moise Kean pertama kali tampil sebagai starter bagi Juventus U-19 ketika melawan Bari pada pertengahan September. Ia baru berulang tahun yang ke-16 pada Februari lalu – meskipun demikian, ia tetap tampil dominan, dan mencetak sebuah gol kemenangan yang baik. Tim tersebut dilatih oleh pemenang Piala Dunia 2006, Fabio Grosso, yang jelas dengan senang hati mempromosikan sang striker muda ke timnya pada musim panas setelah terus tampil impresif di level-level usia di bawahnya.

"Bagiku, bermain dengan para pemain para pemain yang lebih tua adalah hal normal," ujar Kean kepada La Gazzetta dello Sport. "Aku tidak merasa kesulitan," jelasnya, sebuah pernyataan besar bagi seorang pemain yang secara statistik sudah mencuri perhatian – 21 gol dalam 10 laga bersama U-15, 24 gol dalam 26 laga bersama U-17, enam gol dalam 10 pertandingan bersama tim Primavera asuhan Grosso, dan 10 gol dalam 21 laga di berbagai level usia tim nasional Italia.

Italia selalu ramai dengan perbincangan tentang bintang muda yang bersinar, kurang lebih seperti ketika Mario Balotelli muncul ke permukaan dengan Inter hampir satu dekade silam.

Perbandingan di antara kedua pemain telah dibicarakan, namun meski Kean pernah melakukan selebrasi gol ala Super Mario dengan kaus "Why Always me?", ia tidak memiliki hasrat untuk mengikuti kejenakaan mantan penggawa Manchester City dan Liverpool tersebut di luar lapangan. "Di luar hal-hal bodoh yang ia lakukan, aku cukup menyukainya sebagai seorang pemain," ujar pemain Juventus tersebut terkait Balotelli, sebuah sentimen yang juga didengungkan oleh banyak orang dalam beberapa tahun terakhir.  

Kenapa Anda perlu mengenalnya

BINTANG TERMUDA UCL

  • Celestine Babayaro – Anderlecht; 16 tahun, 87 hari (1994)
  • Alen Halilovic – Dinamo Zagreb; 16 tahun, 128 hari (2012)
  • Youri Tielemans – Anderlecht; 16 tahun, 148 hari (2013)

Setelah selalu mencetak gol dalam dua laga fase grup UEFA Youth League musim ini – sebuah kompetisi yang juga ia ikuti musim lalu ketika masih berumur 15 tahun – dan tiga pertandingan bersama U-19, Kean masuk ke dalam skuat Juventus untuk laga Liga Champions melawan Lyon. Bianconeri tengah menderita sedikit krisis di lini depan karena Mario Mandzukic dan Marko Pjaca tengah cedera, yang berarti Max Allergri hanya memiliki Gonzalo Higuain dan Paulo Dybala untuk dimainkan.

Kean hanya duduk di bangku cadangan ketika melawan Udinese pada pengujung pekan, tetapi sekarang ia bisa tampil di Liga Champions sebagai pemain termuda keempat dan yang pertama yang lahir di era 2000-an. Oh, dan sudahkan kami mengatakan bahwa agennya adalah Mino Raiola?

Ya, sosok yang sama dengan yang membantu Paul Pogba pergi dari Turin pada musim panas lalu adalah perwakilan dari sang youngster, yang sejauh ini belum menyepakati kontrak profesional bersama Juventus. Kabar mengenai ditekennya kontrak berjangka tiga tahun dalam waktu dekat nampaknya tidak membuat para pesaing mundur. Manchester City, Arsenal, PSG dan Real Madrid menjadi destinasi-destinasi potensial jika tidak ada kesepakatan tercapai.

Kekuatan

"Mencetak gol adalah sebuah kebiasaan bagiku," ujar Kean, sebuah opini yang didukung penuh oleh statistiknya sejauh ini. Ia memberi tahu La Gazzetta bahwa ia menganggap tendangan, sundulan, dan kecepatan sebagai kemampuan-kemampuan terbaiknya. Fisiknya membuat ketiga hal tersebut menjadi semakin mengerikan.

PENCETAK GOL TERMUDA UCL

  • Peter Ofori-Quaye – Olympiakos; 17 tahun, 195 hari (1997)
  • Mateo Kovacic – Dinamo Zagreb; 17 tahun, 216 hari (2011)
  • Cesc Fabregas – Arsenal; 17 tahun, 218 hari (2004)

Dengan postur sekitar 182cm dan sudah berotot, ia memiliki segala yang dibutuhkan untuk memimpin tim muda di garis terdepan, sekali pun Grosso kadang-kadang menurunkannya di posisi sayap.

Di kedua peran tersebut, kemampuannya berlari, mengontrol bola, dan hasratnya untuk masuk ke dalam kotak penalti membuatnya menjadi mimpi buruk bagi para pemain bertahan, karena kebanyakan dari mereka tidak memiliki kemampuan yang mendekati kecepatan atau kekuatan untuk menghadangnya melewati mereka dan menciptakan masalah

Kelemahan

Persamaan yang tak terelakkan dengan Balotelli tidak serta merta berjangkit pada etos kerjanya, dan Kean terlihat sangat ingin meningkatkan segala aspek dari permainannya. Menyaksikan dirinya berlatih dengan tim utama baru-baru ini berarti menjadi saksi mata bagaimana seorang pemain menyesapi segala pengetahuan dan pengalaman dari Higuain dkk, meski masih terlihat terkejut dengan cepatnya dia bisa melompat ke level ini.

Kembali ke tim U-19 asuhan Grosso, umpannya kerap tak menemui sasaran dan ia bisa gagal memberikan operan yang tepat jika ia memimpin sebuah serangan balik. Semakin ia bertambah tua, ia akan bertemu dengan semakin banyak bek-bek kuat yang dapat mengimbangi kekuatannya. Ini berarti, pengambilan keputusannya juga harus meningkat seiring dengan bertambahnya usia.

 

Watch my new video in bio #KMB9

A video posted by KEAN BIOTY MOISE (@moise_kean) on

Apa kata mereka...

"Kean adalah nama yang harus dipantau pada 2017, dan saya tidak hanya mengatakan hal ini karena saya adalah agennya," kata Mino Raiola kepada Corriere dello Sport awal bulan ini. "Ia baru 16 tahun, tetapi sungguh mengerikan ia telah memiliki determinasi seperti ini. Ia bisa menjadi seorang bintang besar di Juventus."

Apapun yang keluar dari mulut seorang agen yang telah memindahkan klien-kliennya ke berbagai negara Eropa dalam kecepatan tinggi harus dipertimbangkan masak-masak, tetapi promosi ke tim utama yang dirasakan oleh sang striker baru-baru ini jelas memperkuat ucapan tersebut.

Mino Raiola, Moise Kean

Hal itu juga didukung oleh Allegri belum lama ini. "Dengan absennya Pjaca, saya memasukkan Kean ke dalam tim utama. Ia bisa berkembang, memiliki kualitas yang baik, dan tidak hanya punya satu keunggulan tetapi banyak," ujarnya kepada para reporter. "Ia tampil satu level lebih tinggi dari mereka yang lahir di tahun 2000, dan saya harap, demi dirinya sendiri, ia bisa berkembang dengan baik."

Tahukah Anda?

Lahir dari ibu asal Italia dan ayah asal Afrika, Kean tidak memiliki keraguan tentang negara mana yang ingin ia bela. "Akarku berasal dari Pantai Gading, dan aku tidak akan pernah melupakan hal tersebut," ujarnya. "Tetapi, aku tidak pernah memiliki kesempatan pergi kesana. Aku lahir dan dibesarkan di Italia. Aku ingin mengenakan seragam Azzurri."

Apa yang akan terjadi selanjutnya?

Pada dasarnya, sejarah Juventus tentang mengembangkan pemain muda tidaklah cukup baik selama beberapa dekade terakhir – Claudio Marchisio adalah satu-satunya bintang binaan akademi yang berkembang hingga ke tim utama dalam lebih dari 20 tahun terakhir. Banyak pemain lain, seperti Sebastian Giovinco dan Paolo De Ceglie, yang tampil secara non-reguler, tetapi untuk Kean melampaui mereka maka butuh sesuatu yang menembus batas normal.

Direktur olahraga Fabio Paratici dan direktur jenderal Beppe Marotta sangat ingin mengikat Kean dengan kontrak permanen, sementara Raiola terus melanjutkan pembicaraan (dan kemudian berbicara lebih banyak lagi). Ia akan memastikan kliennya mendapatkan kesepakatan terbaik dari mereka, tetapi belum lama ini ia mengatakan bahwa Juventus adalah "klub dengan manajemen terbaik di Italia" dan sepertinya siap untuk mengakhiri negosiasi yang sudah berlarut-larut.

Setelah melihat Kingsley Coman pergi pada tahap yang sangat awal pada kariernya, dan Paul Pogba kembali ke Manchester United, Bianconero jelas paham bahwa mereka tidak boleh salah untuk yang satu ini.

Artikel Talentspotter lainnya • Feature baru setiap harinya di FourFourTwo.com/ID