Kisah

Muhammad Nasuha: Ke Mana Bakat Besarnya Sekarang?

We are part of The Trust Project What is it?

Puncak performa M. Nasuha di Piala AFF 2010 sendiri terjadi pada babak semifinal leg pertama melawan Filipina. Saat itu, selain berhasil menahan gempuran pemain-pemain Filipina di sektor kiri pertahanan Indonesia, pergerakannya juga beberapa kali merepotkan pertahanan Filipina. Hasilnya: Indonesia menang 1-0 pada pertandingan tersebut.

Hebatnya, perjuangan yang dilakukan M. Nasuha untuk memberikan yang terbaik bagi Indonesia pada pertandingan tersebut sebenarnya tak mudah. Pasalnya, ia tiga kali digotong keluar lapangan pada pertandingan tersebut, dan yang paling parah terjadi pada saat kepalanya terpaksa diperban karena luka setelah melakukan duel dengan pemain Filipina. Dan meski akhirnya ia terpaksa diganti menjelang akhir laga, tak sedikit orang yang kemudian mengangkat topi karena daya juangnya tersebut.

Sayangnya, karier M. Nasuha ternyata menurun drastis setelah gelaran Piala AFF 2010 tersebut. Dalam gelaran ISL 2011-12 ia bermain untuk Persib Bandung. Namun, ia hanya bermain kurang dari setengah musim karena mengalami robek meniscus yang disertai pecah tulang rawan di bagian lutut kirinya. Dan karena cedera itu, ia harus menepi lama dari lapangan hijau, memaksa Persib untuk mengakhiri kontraknya pada akhir musim tersebut.

Nasuha kemudian berkonsentrasi untuk menyembuhkan cederanya tersebut. Dan saat ia merasa sudah siap untuk kembali lagi, Cilegon United, salah satu kontestan Divisi Satu, mencoba menyelamatkan kariernya pada tahun 2014. Sayangnya, nasib baik ternyata belum mau mendekatinya: cedera lutut kirinya kambuh, bahkan lebih parah daripada sebelumnya. Jika ingin sembuh, ia harus melakukan operasi Antroscopy ACL, di mana proses rehabilitasinya diperkirakan memakan waktu sekitar dua tahun.

Sejak saat itu, Nasuha seperti hilang ditelan bumi. Sementara rekan-rekannya di timnas Piala AFF 2010 terus bermain di atas lapangan, ia terus melakukan proses rehabilitasi cederanya di dalam sepi. Saat ini, sejak melakukan operasi, ia memang sudah menyepi selama empat tahun. Namun, ia ternyata belum juga kembali.

Dengan kondisi seperti ini, ia mungkin tak akan pernah kembali, atau mungkin suatu saat nanti akan kembali hanya untuk sekadar melepas rindu. Meski begitu, orang-orang yang menyaksikan kehebatannya dalam gelaran Piala AFF 2010 lalu sepertinya tak pernah melupakannya. Biar bagaimanapun, siapa pun yang saat ini bermain di sektor kiri pertahanan timnas senior Indonesia pasti tak akan menjalani hari-harinya dengan mudah karena akan selalu berada di bawah bayang-banyang kehebatan Muhammad Nasuha.

Temukan feature baru setiap harinya di FourFourTwo.com

Topics