Kisah

Musim Terhebat: Saat Robin van Persie Memberikan Gelar Premier League Terakhir Sir Alex Ferguson (2012/13)

Robin van Persie 2012/13

Sang manajer sakit hati melihat kesuksesan Manchester City dan sang pemain ingin bergabung dengan tim bermental juara. Gary Parkinson bercerita tentang performa dominan sang pemain Belanda memberikan Alex Ferguson perpisahan yang manis

We are part of The Trust Project What is it?

Ini mungkin aneh, dalam seri artikel yang menyoroti musim individual terbaik kami menominasikan seorang pemain yang meraih gelar bersama Manchester United. Perlu diingat kembali bahwa Alex Ferguson selalu memprioritaskan tim di atas pemain; individu-individu tertentu yang berguna memang tetap dilibatkan – ada pemain egois yang keras kepala, misalnya, atau seorang pemain yang ingin kenaikan gaji yang tinggi – tapi hanya selama mereka bermain bagus untuk keutuhan tim.

Tapi salah satu kekuatan besar Fergie adalah kepercayaan diri untuk berubah ketika kondisi membutuhkannya. Dan dengan membeli Robin van Persie, dia dengan cepat membuang salah satu idealisme bisnis United yang paling ketat: Anda Tidak Akan Membeli Pemain Tua Karena Mereka Tidak Memiliki Nilai Jual Lagi.

Van Persie sudah berusia 29 saat ia menandatangani kontrak dengan United. Selalu lebih memprioritaskan pemain-pemain muda, Fergie belum pernah membeli pemain berumur tua sejak tahun 1997, saat dia membayar Tottenham sebesar £3,5 juta untuk Teddy Sheringham yang sudah berusia 31 tahun.

Transfer ttu merupakan tanggapannya atas potensi krisis eksistensi karena keputusan pensiun yang mendadak dari Eric Cantona. Setelah lima belas musim penuh gelar juara kemudian, Fergie kembali merampok tim London utara karena sebuah kondisi yang sangat berbeda: Manchester City telah memenangkan liga.

Roberto Mancini menghabiskan £50 juta untuk membeli Javi Garcia, Matija Nastasic, Maicon, Scott Sinclair, dan Jack Rodwell. Fergie membayar kurang dari setengahnya untuk pria yang akan memberikan dia gelar terakhirnya

Tidak hanya itu, City yang sedang dalam akselerasi maksimum untuk meraup gelar juara dengan bermodalkan petrodollar mereka mulai mengancam untuk menyedot setiap permata yang dimiliki tim-tim pesaing di level domestik. Pada musim panas sebelumnya, selain merekrut Sergio Aguero dari Atletico Madrid, City juga membeli Gael Clichy dan Samir Nasri dari London utara. Ketika mereka mulai merayu Van Persie yang sudah tidak betah di Arsenal yang kurang berprestasi, Fergie memutuskan untuk turun tangan.

Pemain asal Belanda itu berhasil mencetak gol ke gawang 17 dari 19 rival Arsenal di liga selama 2011/12, mengumpulkan 30 gol ditambah tujuh gol lainnya di ajang kompetisi piala dan memenangkan dua penghargaan Player of the Year. Bosan berusaha sendirian untuk membawa The Gooners ke jalur perburuan gelar, dia mengumumkan niatnya untuk pergi dan Ferguson memanfaatkan sejarah United untuk menggodanya ke sisi merah Manchester.

Ada tanggapan sinis ketika United memutuskan untuk membayar £22,5 juta untuk Van Persie, dengan tambahan bonus £1,5 juta jika mereka berhasil memenangkan liga atau Liga Champions selama kontrak empat tahun sang pemain. Tapi sejarah membuktikan ini merupakan kesepakatan yang lebih bijaksana daripada bisnis yang dilakukan City di musim panas yang sama. Di sepanjang Agustus 2012, Roberto Mancini menghabiskan £50 juta untuk membeli Javi Garcia, Matija Nastasic, Maicon, Scott Sinclair, dan Jack Rodwell, dan semuanya tidak lebih dari catatan kaki kecil dalam sejarah City. Fergie membayar kurang dari setengahnya untuk pria yang akan memberikan dia gelar terakhirnya.

Pages