Analysis

Nasib Sepakbola Indonesia Yang Semakin Tidak Menentu

Hampir setahun sepakbola Indonesia seperti hidup segan, mati tak mau. Sanksi FIFA dan kisruh PSSI dengan pemerintah masih belum selesai hingga saat ini. John Duerden dari FourFourTwo memberikan pandangannya...

We are part of The Trust Project What is it?

Dan sanksi FIFA untuk Indonesia pun berlanjut. Sanksi ini tak akan diangkat sampai sebelum kongres FIFA berikutnya pada Mei nanti, paling cepat, ketika sanksi ini telah menyentuh usia satu tahun. Usia yang tak akan dirayakan dengan gegap gempita oleh masyarakat dan pecinta sepakbola di Indonesia.

Di Kongres FIFA pada akhir Februari lalu, para pejabat sepakbola Kuwait sibuk berkeliling ruangan di tempat kongres di Zurich, berusaha melakukan segala hal yang bisa membuat sanksi negara mereka dicabut. Pada akhirnya, semua berhasil berjabat tangan, perbincangan diam-diam, dan senyuman yang diumbar sana-sini tidak menghasilkan yang mereka inginkan dan badang sepakbola dunia ini memutuskan untuk membicarakan isu ini di Meksiko tiga bulan kemudian.

Para pejabat sepakbola Indonesia tak terlihat sesibuk itu. Mungkin mereka lebih memilih untuk bergerak dan beroperasi lebih bawah tanah lagi, atau mungkin mereka berharap FIFA begitu fokus pada pemilihan presiden sehingga sanksi akan dicabut begitu saja, terutama karena calon yang menjadi favorit untuk menang ingin menerima suara dari Indonesia. Namun hal itu tidak terjadi.

Segalanya bermula pada April tahun lalu ketika pemerintah Indonesia membekukan PSSI, setelah terjadi perselisihan antara kedua belah pihak soal nasib dua klub untuk mengikuti Indonesia Super League. Dan tanpa bisa dicegah lagi, seperti kabut asap dari kebakaran hutan yang terjadi setiap tahun di Sumatra dan juga mengambil korban dari negara-negara tetangga, sanksi sepakbola dari FIFA pun hadir untuk Indonesia.

FIFA memang juga kurang konsisten dalam bagaimana mereka menanggapi intervensi politik yang terjadi di sepakbola Indonesia, tetapi menghukum federasi sepakbola sebuah negara selalu memberikan dampak negatif yang besar dari pihak federasi.

Pemerintah Indonesia sendiri sepertinya tidak terlalu khawatir soal sanksi, tetapi mereka tahu bahwa salah syarat agar sanksi dihapus adalah dengan mencabut pembekuan PSSI dan ikut ambil bagian dalam komite ad-hoc yang dibentuk FIFA untuk mengembalikan sepakbola Indonesia ke jalan yang benar.

Kapan kedua kubu ini bisa akur?