Analisa

Negara-Negara Asia Tenggara yang Pernah Menembus 100 Besar FIFA

Sepakbola Asia Tenggara saat ini jauh tertinggal dibanding wilayah-wilayah lainnya, tapi pernah ada masa ketika negara-negara ASEAN berhasil menembus 100 besar peringkat FIFA...

We are part of The Trust Project What is it?

Asia Tenggara kerap dipandang sebelah mata jika berbicara sepak bola. Tak jarang, dunia hanya mengenal Thailand sebagai negara Asia Tenggara yang seringkali menembus persaingan sepak bola di Asia.

Akan tetapi, jauh sebelum Australia ‘menjajah’ Asia, negara-negara Asia Tenggara menjadi negara yang berkembang pesat, tepatnya di era 1950-an. Indonesia dan Myanmar merupakan negara besar sepak bola Asia Tenggara yang mengguncang dunia.

Indonesia pernah menjadi negara Asia Tenggara yang mampu menahan tim besar Uni Soviet pada Olimpiade Melbourne 1956. Lebih jauh ke belakang lagi, Indonesia yang saat itu masih bernama Hindia Belanda bermain dalam Piala Dunia di Prancis tahun 1938.

Saat ini, Asia Tenggara terkesan hanya diwakili oleh Thailand saja dan dianggap tak mampu bersaing dengan dunia luar. Alasannya simpel, negara-negara Asia Tenggara tak ada yang bercokol di peringkat 100 dunia.

Tapi, Asia Tenggara punya kenangan indah di masa lalu. Thailand pernah menembus peringkat 50 dunia, pun begitu dengan Malaysia dan Indonesia. Kenangan tersebut cukup manis untuk disimak kembali. Bagaimana mereka bisa merangkak dari bawa hingga menembus 100 dunia.

FourFourTwo akan bercerita ringan, terkait dengan momen atau kenangan indah negara-negara Asia Tenggara yang pernah menembus 100 dunia.

Thailand (Peringkat 43, September 1998)

Thailand memang mengalami kegagalan besar di Piala Tiger (nama lama Piala AFF) tahun 1998. Bahkan, bersama Indonesia, negeri Gajah Putih itu mengalami suatu skandal paling memalukan dalam sejarah sepak bola Asia, yakni ‘main sabun’ demi menghindari Vietnam di babak semifinal.

Namun dua kemenangan dari Filipina dan Indonesia di babak grup, sudah cukup membuat Thailand nangkring di peringkat ke-43 dunia. Dua poin dari dua pertandingan tersebut cukup menasbihkan Thailand sebagai negara Asia Tenggara yang menempati posisi paling tinggi di dunia sepanjang sejarah hingga saat ini.

Singapura (Peringkat 73, Agustus 1993)

Ketika FIFA memperkenalkan ranking atau peringkat dunia, Singapura langsung melejit ke peringkat 100 besar dunia. Hasil itu disinyalir karena hasil bagus Singapura pada gelaran SEA Games 1993 di Singapura. Saat itu, Fandi Ahmad dkk, berhasil meraih medali perunggu.

Tapi, Singapura bukan negara Asia Tenggara tertinggi saat itu, karena Thailand yang meraih emas SEA Games, berada di peringkat ke-66 dunia. Selain Singapura, negara Asia Tenggara lain yang menempati 100 besar dunia, adalah Malaysia di peringkat 75 dan Indonesia di peringkat 98 dunia.

Singapura saat menjuarai Piala Malaysia (Foto: Koleksi pribadi Steven Tan)

Malaysia (Peringkat 75, Agustus 1993)

Malaysia ternyata juga punya sejarah berada di peringkat 100 dunia. Negeri Jiran itu berada di 100 besar dunia pada Agustus 1993. Tahun itu memang baru saja diperkenalkan sistem peringkat FIFA, entah mengapa Malaysia langsung mendapat peringkat ke-73 dunia. Peringkat tersebut menjadi peringkat tertinggi dalam sejarah sepak bola Malaysia. Hingga kini, Harimau Malaya belum bisa melampaui pencapaian tersebut.