Palace 1-2 Arsenal: 5 Perubahan Yang Harus Dilakukan Arsenal Sebelum Menghadapi Liverpool

Ben Welch berada tribun pers Selhurst Park menyaksikan kemenangan Arsenal di markas Crystal Palace...

Derby London beruntun kedua Arsenal berakhir dengan lebih baik daripada saat mereka kalah di kandang dengan skor 0-2 dari West Ham dengan kemenangan 1-2 di markas Crystal Palace.

1. Permainan Mesut Bagaikan Sulap - Pertahankan Dia

Permainan Mesut Ozil membelah opini. Para pembelanya memuji kecemerlangannya. Pengkritiknya mempermasalahkan pendekatannya yang apatis. Tidak peduli berada di sisi mana Anda, tidak ada yang bisa merusak penampilannya melawan Palace. Pemain Jerman ini menjadi pusat permainan Arsenal, pergerakan cerdasnya menyokong Olivier GIroud yang berbahaya.
 
Sentuhan cekatan dan passing tajam-nya sangat menyulitkan tim tuan rumah. Ozil membuat umpan lebih banyak daripada pemain lain di area lawan (37) dan hanya meleset sekali. Kreativitas-nya menyebabkan lima peluang mencetak gol, salah satunya dikonversi dengan cemerlang oleh Giroud. 

Jadi, performanya memang berhasil menyihir semua yang ada di lapangan, para pemain Palace terpesona dengan penampilannya. Terjebak di antara rencana untuk bermain kompak dan berusaha untuk menggagalkan Arsenal dan ingin menaklukkan Arsenal dengan kecepatan mereka dalam menyerang, beberapa ruang terbuka tercipta di antara lini Palace yang berbeda, yang sukses dimanfaatkan Ozil.
 
Yohan Cabaye melakukan yang terbaik untuk mengurung playmaker Arsenal ini, tapi dia tidak mendapatkan dukungan yang cukup dari James McArthur. Ozil kembali menjadi raja lagi (sampai ia kembali bermain buruk) dan dia perlu didukung agar ia tetap seperti itu di sisa musim ini. 

2. Coquelin Harus Lebih Melindungi Bek Arsenal 

Para full-back Arsenal bermain dengan posisi yang sangat tinggi hingga mereka bisa menjadi striker, namun kala melawan Crystal Palace mereka bermain dengan kewaspadaan. Sadar bahwa tuan rumah bisa mengeksploitasi ruang terbuka dengan pemain cepat seperti Yannick Bolasie dan Wilfried Zaha beroperasi di sayap, mereka tidak melakukan pendekatan seperti biasanya.
 
Sebaliknya, Hector Bellerin dan Nacho Monreal bermain dengan taktis, mereka menyerang tepat waktu, tanpa meninggalkan Per Mertesacker dan Laurent Koscielnya digempur habis-habisan. Arsenal bermain menjadi kurang melebar, tapi ketika mereka masuk ke area serangan, mereka menghukum Palace, dua gol Arsenal tercipta dari umpan silang. 

Ini membantu Coquelin yang berdiri di depan empat bek. Pemain Prancis itu membantu menghentikan para pemain cepat Palace sebelum mereka bisa melukai Arsenal. Coquelin menjadi pemain dengan tekel terbanyak (6) dan membuat 11 ball recovery - yang hanya disamai Santi Cazorla. Dia juga menjadi pemain dengan blok terbanyak (2).
 
Sayangnya, permain Coquelin nyaris mebuatnya dikartu merah. Wenger menariknya di menit 64 sebelum dia dikartu merah. Sebelumnya, Coquelin membantu para full back untuk menghentikan Bolasir dan Zaha, yang menyebabkan nama pertama diganti saat turun minum. Saat Palace lebih sering melakukan pendekatan langsung, Mertesacker cs bermain bagus untuk menandingi Wickham, yang hanya memenangkan tiga dari sembilan duel udara-nya.

3. Alexis Sanchez Adalah Pemain yang Tepat, Tidak Dengan Ramsey

Siasat serangan, kecepatan dan ketepatan pemain asal Cile ini membawa Arsenal berada di level yang berbeda. Penyelesaiannya yang terlalu bersemangat membuktikan dia masih butuh waktu untuk menemukan ketajamannya kembali, namun pergerakannya yang penuh tipuan menggambarkan apa yang bisa ia berikan kepada tim.
 
Aaron Ramsey bukan pemain yang tepat untuk menjadi pemain sayap kanan. Gaya bermainnya sangatlah cerdas dan modern, tapi pemain Wales ini tidak memiliki kecepatan sebagai pemain sayap yang dibutuhkan untuk melukai lawan. Membatasi serangan tim dari sisi sayap.
 
Pemain-pemain cepat seperti Theo Walcott dan Alex Oxlade-Chamberlain bisa jauh lebih efektif untuk posisi ini. Pemain terakhir yang disebut, terakhir mencetak gol kemenangan saat melawan Chelsea di Community Shield, ia bermain di sisi kanan dari tiga gelandang serang yang berdiri di belakang striker tunggal, dan ia menjadi pemain Arsenal yang paling berbahaya saat laga pembuka kontra West Ham. Arsenal bisa menang di laga ini, tapi mereka butuh keseimbangan serangan, yang dilengkapi dengan kecepatan. 

4. Giroud Bisa Membuat Peluang dan Menaklukan Gawang

Tak peduli apa yang dilakukan pemain Prancis ini, dia bukan pemain yang sangat bagus bagi beberapa pandit dan suporter. Dia mungkin tidak memiliki kemampuan kelas dunia, tapi dia menambahkan dimensi lain dalam serangan Arsenal. Dikelilingi oleh para playmaker mungil, dia memberkan elemen fisik yang membuat The Gunners bisa bermain sepakbola langsung.
 
Permainan Giroud dalam menghubungkan antar lini begitu cerdas, dan dengan memberikan bola kepadanya, lini serang Arsenal yang kreatif bisa mendapatkan bola di area yang berbahaya. Statistiknya saat melawan Palace tidak begitu impresif - akurasi penyelesaian umpannya hanya 58 persen, dengan lima dari 13 di antaranya di sepertiga area terakhir akurat. Adalah gol Giroud yang membuat Arsenal memimpin dan gol itu luar biasa. Pemain Prancis itu membuka skor dengan tendangan gunting yang luar biasa. 

5. Pertahanan Arsenal Bisa Merugikan Mereka

Meskipun ada peningkatan dalam permainan bertahan, konsentrasi Arsenal masih rendah. Mereka terlalu sering mengambil resiko di area berbahaya. Entah mereka memberikan umpan ke arah yang salah atau disergap saat menguasai bola, Arsenal menempatkan diri mereka dalam bahaya yang tidak perlu.
 
Gol penyeimbang Palace menunjukkan kurangnya intensitas yang dibutuhkan sebuah tim untuk juara. Saat Bolasie melakukan kontrol dengan dada menerima umpan dari Puncheon dan meneruskannya ke Joel Ward, Koscielnya harus melindungi para bek. Tapi dia malah berdiri di posisi yang salah dan mmebalikkan punggungnya saat bek kanan tersebut melepeskan tembakan yang menaklukkan Petr Cech dan menghujam pojok bawah gawang.
 
Bek Perancis bukan pengecut. Dia tidak takut bola. Dia hanya tidak sepenuhnya terfokus. Dia bereaksi terlambat dan berusaha setengah hati untuk memblokir tembakan. Dapatkah anda membayangkan Tony Adams, pada puncak karirnya, melakukan sesuatu seperti ini?

Fakta Pertandingan

  • Tiga pertemuan terakhir di Premier League antara Arsenal dengan Crystal Palace  semuanya berakhir dengan skor kemenangan 2-1 bagi The Gunners.
  • The Eagles hanya mendapatkan tiga kemenangan di 12 derby London terakhir di Premier League (S3 K6)
  • Dalam tiga musim terakhir, gol pembuka Arsenal dicetak pemain asal Prancis.
  • Giroud telah mencetak gol pada tiga penampilannya di Premier League di Selhurst Park melawan Palace.
  • Arsenal hanya sekali tidak kebobolan dalam delapan laga tandang terkahir mereka di Premier League.
  • Dua dari tiga gol ke gawang Arsenal di Premier League musim ini datang dari dari luar kotak penalti, sama dengan jumlah musim lalu di mana Arsenal kebobolan total 36 gol.
  • Sebelum pertandingan hari ini, Damien Delaney juga mencetak gol bunuh diri terakhir Crystal Palace di Premier League pada Mei 2014 melawan Liverpool.
  • Mesut Ozil hanya sekali salah umpan dari total 55 umpan-nya di laga ini.

STATS ZONE Gratis untuk iOS • Gratis untuk Android