Para Juara Liga-Liga Eropa dengan Selisih Poin Terbesar Atas Rival Terdekat

Celtic telah memastikan gelar juara Liga Skotlandia sejak awal April berkat keunggulan 25 poin dan mungkin bisa bertambah. Zakky BM melihat para juara liga-liga Eropa lainnya yang pernah memenangi liga dengan selisih poin yang sangat jauh...

Awal April 2017 lalu, Celtic meresmikan dirinya sebagai kampiun Liga Skotlandia musim 2016/17 ini. Dengan marjin poin yang cukup jauh, yaitu sekitar 25 poin dengan klub Aberdeen, anak-anak asuh Brendan Rodgers ini memastikan gelar keenam mereka secara berturut-turut. Jumlah marjin poin ini juga masih bisa terus bertambah, karena masih banyak pertandingan yang harus dimainkan.

Kesuksesan Celtic ini dalam mengangkangi rivalnya dengan marjin poin yang besar bukan hanya terjadi sekali ini saja. Pada musim 2013/14 lalu, Celtic unggul 29 poin atas pesaing terdekatnya. Tak mengherankan juga karena memang tingkat persaingan di Liga Skotlandia goyah sejak Rangers harus terlempar dri Premiership. Lalu, bagaimana dengan liga-liga lainnya di Eropa? Adakah yang serupa dengan Celtic? Mari lihat daftarnya di bawah ini…

Paris Saint-Germain 2015/16 (31 poin)

Dominasi PSG di kancah sepakbola Perancis dalam kurun beberapa tahun terakhir memang tak terbantahkan lagi. Dimotori oleh Zlatan Ibrahimovic di lini serang, Les Parisiens jelas menjadi teror bagi semua klub Ligue 1 Perancis.

Musim lalu (2015/16) ternyata menyisakan persaingan yang amat sangat tak seimbang di Ligue 1 Perancis ini. Ketika PSG melesat sendirian, pesaing lainnya malah angina-anginan. Beruntung, musim ini AS Monaco dan Nice memberikan perlawanan sehingga kejadian margin 31 poin di akhir musim mungkin takkan terjadi lagi di penghujung musim ini.

Olimpiakos 2015/16 (28 poin)

Jika PSG 2015/16 mendominasi kemudian muncul saingan berat di musim ini (2016/17), maka itu tak berlaku di Yunani. Olimpiakos di Yunani masih ditenggarai akan terus mendominasi liga hingga setidaknya penghujung musim ini. Panathinaikos yang merupakan saingan mereka ternyata masih kesulitan untuk menyaingi rivalnya tersebut.

Musim lalu, Olimpiakos sukses mengkhiri liga dengan marjin poin yang cukup lebar, yaitu 28 poin. Selain selisih yang cukup besar, Olimpiakos juga mengirimkan pemainnya ke daftar pencetak gol sekaligus assist terbanyak di liga musim lalu. Dominasi yang luar biasa dari Olimpiakos.

Dinamo Zagreb 2007/08 (28 poin)

Bermaterikan pemain-pemain potensial seperti Mario Mandzukic dan Luka Modric saat itu, Dinamo Zagreb merajalela di kompetisi domestik dengan menjuarai liga dan Piala Kroasia. Bahkan marjin yang dihasilkan di liga saat itu cukup besar yaitu 28 poin dari pesaing terdekatnya, Slaven Belupo.

Tak mengherankan memang karena Dinamo Zagreb sendiri adalah klub tersukses di Kroasia hingga saat ini. Hadjuk Split yang merupakan pesaing terdekatnya saja tak mampu berbuat banyak musim itu (2007/08) dan hanya mampu bertengger di posisi lima di klasemen akhir liga sekaligus runner-up Piala Kroasia saat itu.