Para Pemain yang Pernah Membela Lazio dan AS Roma

Aleksandar Kolarov sukses mengejutkan banyak orang ketika ia dipastikan bergabung dengan AS Roma, padahal ia adalah eks pemain Lazio, rival sekota Roma. Tapi Kolarov bukan satu-satunya...

Di Eropa, mungkin tengah turun hujan dan terlihat ada angin ketika Alexander Kolarov menerima pinangan AS Roma. Tapi, jelas bukan kondisi cuaca itu yang menjadi dasar kepindahan Kolarov. Bisa jadi sejak dulu ia memang punya impian untuk bermain di sana. Bisa jadi gaji yang ditawarkan Roma tak kuasa ia tolak. Bisa jadi pula hanya Roma yang menawarnya sehingga sebagai seorang pencari nafkah yang masuk daftar ‘tendang’ Pep Guardiola, mau tak mau Kolarov mesti menerimanya.

Oke, itu tak begitu penting. Intinya adalah mantan pemain Manchester City itu hijrah ke AS Roma, rival sekota Lazio, klub yang juga pernah ia bela.

Biasa? Tentu saja tidak.

Begini. Sejak dulu, Lazio dan AS Roma tak pernah bisa berhubungan dengan benar-benar baik sekalipun berasal dari kota yang sama. Sejumlah media massa bahkan menganggap level pertemuan kedua tim yang dikenal dengan sebutan Derby Della Capitale setara dengan pertemuan AC Milan dengan Internazionale atau kalau di Inggris, serupa pertemuan Liverpool dengan Everton. Pertaruhannya bukan cuma soal angka, tetapi soal harga diri. Jika kalah, maka harus siap sakit hati mendengar gema chants tim lawan dan melihat bendera mereka berkibaran di seluruh penjuru kota abadi.

Merunut pada sejarah, rivalitas panas dua klub itu bermula sejak sekitar 1927. Ketika tiga klub dari kota Roma, yaitu Pro Roma, FBC Roma, dan Alba Audace, memilih bergabung membentuk satu klub baru, Lazio merupakan satu-satunya yang tinggal. Mereka menolak merger tersebut sehingga berdasarkan sejarah itu, Lazio menjadi klub tertua di ibu kota.

Tapi para pendukung AS Roma tak peduli. Mereka justru menganggap Lazio tidak menggambarkan ciri khas kota Roma lantaran warna biru langit yang mereka gunakan justru identik dengan Yunani. Sementara elang yang merupakan ikon Lazio merupakan hewan milik Dewa Jupiter. Selain itu, pendukung Lazio juga dianggap sebagai orang pedesaan dan tidak layak menjadi bagian dari kota Roma.

Pendukung Lazio tentu tak tinggal diam. Mereka berpendapat bahwa justru orang-orang AS Roma-lah yang merupakan pendatang lantaran banyak keturunan imigran. Mereka juga memberikan pembelaan bahwa elang sejatinya merupakan simbol penting ketika kekaisaran Romawi berada pada masa kejayaannya.

Begitulah, segala elemen dalam kedua tim ini memang berbeda yang semakin memanaskan rivalitas mereka. Mulai dari warna kostum, simbol atau ikon tim, hingga pandangan mengenai sejarah.

Perbedaan lain yang paling nampak, tentu saja adalah posisi pendukung fanatik mereka di Stadion Olimpico. Jika para pendukung Lazio mendiami Curva Nord, pendukung AS Roma berada di Curva Sud. Ya, posisi yang juga menggambarkan basis mereka di kota Roma: pendukung AS Roma yang kebanyakan berhaluan politik sayap kiri berasal dari selatan kota Roma, sedangkan pendukung Lazio yang berhaluan politik sayap kanan di sebelah utara.

Namun, seolah-olah tak terpengaruh unsur rivalitas tersebut, tak sedikit pemain yang pernah membela Lazio dan Roma. FourFourTwo membahas beberapa di antaranya.

Pages