Analisa

Para Wonderkid Terbaik Football Manager 2008 yang Kini Bermain di Piala Dunia 2018

Tidak semuanya berhasil menjadi bintang besar seperti yang diperkirakan Football Manager, tetapi mereka berhasil mempertahankan tingkat permainan mereka selama satu dekade terakhir sehingga bisa bermain di Piala Dunia 2018. Siapa saja?

We are part of The Trust Project What is it?

Dulu, mereka adalah para pemuda berstatus wonderkid di gim Football Manager 2008. Sebagian mampu bersinar dan bermain untuk klub top. Sebagian lagi, meski cukup bersinar, justru lebih sering bermain untuk klub yang biasa saja. Namun, apa pun itu, mereka kini adalah konsestan Piala Dunia.

Pernahkah kamu juga memainkan mereka di Football Manager 10 tahun yang lalu?

Edinson Cavani (20 tahun, Palermo)

Edinson Cavani masih berusia 20 tahun kala itu. Ia bermain untuk Palermo di Serie A Italia dan tentu namanya belum banyak diketahui – Ia mulai tenar di musim selanjutnya. Walau demikian, di gim Football Manager 2008 (FM 2008), ia sudah diidentifikasi sebagai penyerang berbakat. Istilah bekennya: wonderkid.

Tahun ini, sepuluh tahun berselang, Cavani yang bermain untuk Paris Saint Germain semakin matang. Kemampuannya sebagai seorang penyerang semakin kompit. Tak ada yang meragukan. Dan karena itulah satu tempat di tim nasional Uruguay untuk Piala Dunia tahun ini berhasil menjadi miliknya.

Sergio Aguero (19 tahun, Atletico Madrid)

Sebelum mendapat tempat utama di lini serang Argentina untuk Piala Dunia tahun ini, Sergio Aguero sudah dikenal sebagai pesepakbola berbakat sejak bertahun-tahun lalu. Saat itu dengan usia yang masih sangat muda, 19 tahun, ia sudah tampil puluhan kali bersama Atletico Madrid di berbagai kompetisi. Dalam dua musim (2006-07, 2007-08), ia mencetak 20 gol lebih. Maka tak heran jika banyak klub top Eropa yang memburu tanda tangannya.

Di gim Football Manager 2008, sementara itu, tentulah ia menjadi salah satu incaran utama para manajer, terutama mereka yang gemar mengoleksi pemain muda berbakat.

Angel Di Maria (19 tahun, Benfica)

Pada 2008, saat ia baru saja pindah ke Benfica –sebelumnya ia bermain untuk Rosario Central, banyak klub top Eropa yang ingin mendatangkannya. Tapi Angel Di Maria pada akhirnya bertahan di klub Eropa pertamanya itu hingga dua musim ke depan. Pada 2010, barulah ia pindah. Tak tanggung-tanggung, klub yang menjadi tujuan sang pemain adalah Real madrid.

Seperti di kehidupan nyata, di Football Manager 2008 ia juga menjadi incaran, tetapi yang mengincarnya adalah para manajer di gim tersebut.

Pages