Pelatih Terbaik ISC A 2016: Angel Alfredo Vera (Persipura Jayapura)

Sosok Alfredo Vera menjadi pahlawan bagi Persipura Jayapura di tahun 2016 ini. Tidak ada yang menyangka pelatih asal Argentina itu akan berhasil membawa Mutiara Hitam merengkuh gelar juara Indonesia Soccer Championship (ISC) A 2016. Sihirnya mampu mengangkat Persipura yang sempat terpuruk pada awal kompetisi.

DATA STATISTIK

  • Bertanding: 21 kali
  • Menang: 15 kali
  • Imbang: 4 kali
  • Kalah: 2 kali
  • Memasukkan: 38 gol
  • Kemasukan: 13 gol

Alfredo Vera datang ke Persipura Jayapura tepat pada pekan ke-14 ISC A. Pada pekan sebelumnya, Persipura yang masih ditangani Jafri Sastra harus menerima kekalahan 0-2 dari Madura United di Stadion Bangkalan, Madura. Kondisi tersebut ternyata membuat manajemen klub tak puas dengan pencapaian mantan pelatih Mitra Kukar tersebut.

Di tangan Jafri, Persipura hanya meraih 5 kemenangan dan 4 kekalahan. Tentu itu bukan torehan yang bagus bagi tim sebesar Persipura. Apalagi kebanggan Papua itu sempat jatuh ke papan tengah klasemen ISC A. Ternyata tuah Jafri Sastra di Mitra Kukar tak berhasil menyihir Persipura, dan pelatih asal Sumatera Barat itu pun harus meninggalkan Jayapura.

Persipura akhirnya menunjuk Alfredo Vera sebagai pelatih anyar Persipura. Tugas Vera tak mudah, pasalnya ia harus membangun kepercayaan diri pemain yang sempat anjlok karena rentetan hasil buruk. Ujian pertama yang harus dijalani oleh Vera adalah laga sengit melawan Bhayangkara FC di Stadio Delta, Sidoarjo.

Untuk laga berat ini, Vera berhasil lulus ujian dengan membawa Persipura menang 2-1 dari tuan rumah. Peforma ciamik itu ternyata berlanjut di pekan-pekan selanjutnya. Selepas mempecundangi Bhayangkara, Vera berhasil memperbaiki mental pemain dengan memenangkan pertandingan dua kali beruntun saat melawan Mitra Kukar dan Persegres Gresik.

Di tangan Vera, Persipura hanya menderita dua kali kekalahan. Boaz Solossa dkk. hanya kalah saat menjalani derby melawan Perseru Serui dan ketika dijamu Persib Bandung di Bandung. Sisanya, Vera mampu menyulap skuat yang sempat lunglai di tangan Jafri menjadi perkasa dan menjadi penantang gelar juara ISC A.

Perubahan drastis tersebut tidak hanya karena Vera mampu berkomunikasi dengan para pemain, tapi juga karena keahliannya melihat potensi pemain. Kecerdikan Vera juga terlihat dengan formasi yang ia pakai di Persipura. Jika pola 4-5-1 ala Jafri tak berjalan, maka Vera menerapkan strategi 4-3-3 dengan mengandalkan dua sayap muda dinamis dalam diri Osvaldo Haay dan Ferinando Pahabol.

Hasilnya terbukti tokcer, terutama saat laga melawan Persegres Gresik United di pekan 33. Saat itu, Persipura mempunyai poin yang sama dengan Arema Cronus dengan torehan 62 poin. Namun, kecerdikan taktik Vera untuk mematikan lini tengah Gresik berujung dengan kemenangan 3-0.

Dewi fortuna benar-benar berpihak kepada Persipura. Arema yang harus menang dari tuan rumah Pusamania Borneo FC (PBFC) agar tetap bisa bersaing, bermain di bawah tekanan. Terbukti, pelatih Singo Edan (julukan Arema), Milomir Seslija, sempat pusing dengan pola permainan anak asuhnya yang tak berjalan dengan baik. Mereka pun hanya meraih hasil imbang 2-2, yang membuat Persipura memimpin sendirian di puncak klasemen.

Di pekan terakhir, Vera menunjukkan kualitasnya sebagai pelatih terbaik ISC. Meminta para pemain Persipura bermain santai, Vera ingin pasukannya menikmati pertandingan menghadapi PSM Makassar di Stadion Mandala, Jayapura. Hasilnya, Persipura menggila dengan menang besar 4-2. Trisula penyerang yang menjadi andalannya, yakni Edward Wilson Junior, Ferinando Pahabol, dan Osvaldo Haay, mencetak gol. Bahkan Pahabol unjuk gigi dengan dua golnya ke gawang PSM.

Kemenangan atas PSM itu lebih dari cukup untuk menahbiskan Persipura Jayapura sebagai juara ISC A musim ini. Total 15 kemenangan, 4 seri, dan 2 kali kalah menjadi catatan Vera di Persipura. Hal itu tidak akan diperoleh Mutiara Hitam jika para pemain tidak menjalankan instruksi sang pelatih dengan baik.

Memulai petualangan di tengah kompetisi yang sedang berjalan, Vera menjadi antiteori yang menyebut pergantian pelatih di tengah jalan akan cukup menyulitkan. Di sinilah Vera sekali lagi memperlihatkan kualitasnya sebagai pelatih, yang mampu menerapkan taktik, strategi, dan pola komunikasi yang baik dengan pemain. Tanpa intelejensi Vera, mustahil Persipura merangkak naik hingga ke puncak seperti yang diperlihatkan mereka tahun ini.