Analisa

Pemain-Pemain Bintang Asia Tenggara yang Menjadi Pahlawan di Negeri Tetangga

Pekan ini, FourFourTwo  akan mempublikasikan para pemain ‘impor’ terbaik dari Asia Tenggara. Namun sebelum itu, mari melihat para pemain lokal yang juga meraih sukses di negara tetangga, dan bahkan menjadi pahlawan di negara perantauannya itu.. 

We are part of The Trust Project What is it?

Bambung Pamungkas

Penyerang asal Indonesia ini selalu mencetak gol di manapun ia bermain, termasuk juga ketika ia dua musim bermain di Malaysia. Bambang bergabung dengan Selangor pada tahun 2005 dan trofi pun langsung menyusulnya untuk datang ke sana.

Musim pertamanya saja, ia memenangkan tiga trofi: juara Malaysia Premier League dan dua gelar piala domestik di musim ketika Selangor promosi ke kasta tertinggi.

Ia terus mencetak gol saat Selangor bermain di divisi teratas sepakbola Malaysia, namun salah satu striker terbaik di ASEAN di generasinya ini bahkan tak mampu mencegah The Red Giants finis di posisi terbawah pada tahun 2006.

Untungnya, mereka berhasil mempertahankan posisi mereka di kasta tertinggi berkat penambahan jumlah peserta liga dan setelah mereka memenangi laga play-off di akhir musim.

Kiatisuk Senamuang

Salah satu pemain terhebat Asia Tenggara sepanjang masa ini pernah bermain di berbagai negara di ASEAN dan memberikan dampak yang besar. Setelah menjadi salah satu pemain top di negeri sendiri, Kiatisuk merantau ke selatan, tepatnya ke Perlis, di Malaysia bagian utara.

Setelah membuat dirinya menjadi idola para fans, Kiatisuk melanjutkan petualangannya ke barat jauh dengan terbang ke Huddersfield Town. Sayang lelaki asal Udon Thani ini tak pernah bermain sekalipun secara resmi selama di Inggris – meski begitu, pengalamannya di sana jelas memberikan tambahan pembelajaran yang berharga.

Setelah kembali ke Thailand, ia kemudian bergabung dengan Singapore Armed Forces pada tahun 2001. Setahun kemudian, ia pindah lagi ke klub yang lalu menjadi klub terakhirnya, Hoang Anh Gia Lai, dan membawa klub Vietnam ini memasuki era kesuksesan mereka.

Javier Patino

Bukan hal mengherankan jika hanya sedikit penggemar Thailand yang percaya bahwa Filipina benar-benar pantas dianggap sebagai tim terbaik di Asia Tenggara, meski ranking FIFA mungkin bisa berkata seperti itu. Namun, rasa hormat mereka pada The Azkals tetap terjaga berkat penampilan Javier Patino di atas lapangan.

Pemain kelahiran Spanyol ini pernah menikmati dua musim di Buriram United, di mana ia menjuarai liga pada tahun 2013 dan 2014, dan gol-golnya ikut membantu Buriram meraih pencapaian itu.

Pada tahun 2015, Patino kemudian pindah ke Henan Jianye di Chinese Super League, di mana ia berhasil menunjukkan kelasnya di antara striker lainnya di liga tersebut yang lebih populer.