Pemain-Pemain Eropa yang Meraih Sukses di Indonesia

Harus diakui, pemain-pemain Eropa yang merumput di Indonesia kebanyakan sulit meraih sukses karena berbagai alasan. Tapi tetap saja, ada juga yang mampu membuat perbedaan, bahkan meraih trofi juara...

Pesepak bola Eropa di Indonesia memang lebih sedikit dibanding dengan pesepak bola dari Amerika Latin, Afrika, atau bahkan Asia. Kehadiran mereka pun sudah barang tentu menjadi pusat perhatian publik sepak bola Indonesia.

Pesepak bola Eropa memang jarang sukses di Indonesia. Biasanya faktor cuaca di Indonesia yang beriklim tropis cukup berpengaruh pada permainan mereka. Lalu bayaran pesepak bola Eropa yang begitu tinggi dibanding Afrika dan Amerika Latin membuat klub enggan mencari pemain-pemain berkualitas dari Eropa.

Meski demikian, ada juga pesepak bola Eropa yang mampu memberikan perbedaan dan berhasil menaklukkan kerasnya sepak bola Indonesia.

Dejan Gluscevic

Nama Dejan Glcusevic begitu melekat dengan sepak bola Indonesia. Kehadirannnya pada Liga Indonesia pertama, yakni musim 1994/95 langsung membuat publik membicarakannya. Bermain bersama Pelita Jaya Jakarta, Dejan Gluscevic mampu membuat pendukung The Commandos langsung jatuh hati padanya.

Pasalnya produktivitasnya sebagai juru gedor Pelita Jaya begitu dominan di antara pemain asing yang merumput di Indonesia. Bahkan saat ia harus dipinjamkan ke Mastrans Bandung Raya musim berikutnya, Dejan pun menjadi pencetak gol terbanyak dengan torehan 33 gol. Tak hanya itu, ia pun mengantarkan klub berjuluk Maung Totol itu juara Liga Indonesia II.

Dejan Gluscevic saat menghadapi Persib Bandung. (Foto: Juara/Bola)

Bahkan saat ia harus dipinjamkan ke Mastrans Bandung Raya musim berikutnya, Dejan pun menjadi pencetak gol terbanyak dengan torehan 33 gol.

Lepas dari Bandung Raya, Dejan kembali memperkuat Pelita Jaya. Produktivitasnya kembali subur pada musim kompetisi 1998. Ia menjadi raja gol The Commandos bersama dengan Kurniawan Dwi Yulianto. Sayang, liga terhenti akibat adanya kerusuhan. Jika tidak, mungkin saja penyerang asal Serbia itu membawa Pelita Jaya juara untuk pertama kalinya di Liga Indonesia.

Kini, Dejan yang berkebangsaan Serbia masih menjadi nama legendaris sepak bola Indonesia. Pecinta sepakbola Indonesia  yang besar di era 1990-an pasti masih mengingat aksi-aksinya dalam membobol gawang lawan. Ia pun sempat digosipkan bakal melatih Persija Jakarta. Sayang adanya konflik membuat Dejan enggan kembali ke Indonesia dan memilih aktif membina sepak bola muda Singapura.

Roman Chmelo

Meraih sukses di Indonesia memang tak mudah bagi pesepak bola Eropa. Salah satu pemain Eropa yang mampu meraih sukses di negeri ini adalah Roman Chmelo. Pesepak bola berkebangsaan Slowakia itu datang ke Arema Indonesia pada musim kompetisi 2009/10.

Chmelo punya kemampuan yang bagus dalam menyuplai bola dari lini tengah ke lini depan Arema. Selain itu, Chmelo adalah tipe pesepak bola Eropa yang enggan membawa bola lama-lama. Ia punya permainan simpel dan lebih suka mengirim umpan jika ada ruang terbuka.

Kolaborasi Chmelo dengan pemain lokal dan empat pemain asing Arema lainnya berjalan lancar. Kerja samanya dengan duo Singapura, yakni Nooh Alam Shah dan M. Ridhuan, pun tak mengalami masalah. Begitu juga dengan duo pemain asing lainnya, Pierre Njanka dan Esteban Guilen.

Chmelo langsung membawa Singo Edan menjuarai Indonesia Super League 2009/10. Musim perdananya berjalan dengan baik dan luar biasa.

Chmelo langsung membawa Singo Edan menjuarai Indonesia Super League 2009/10. Musim perdananya berjalan dengan baik dan luar biasa. Ia pun bangga bisa membawa Arema juara dan mempersembahkan gelar prestisius bagi para Aremania.

Hingga kini namanya masih terpatri di dada para Aremania. Sayang, adanya dualisme kompetisi membuat dirinya tersingkir. Pernah berseragam PSM Makassar, akhirnya ia memilih pulang ke negara asalnya pada 2011 lalu.

Vladimir Vujovic

Vladimi Vujovic atau yang akrab disapa dengan Vlado, termasuk pemain asing asal benua Eropa yang terhitung sukses di Indonesia. Pemain berposisi bek tengah ini telah meraih dua gelar bergengsi di Indonesia bersama Persib Bandung.

Pada musim perdananya di Indonesia, ia berhasil menyumbangkan gelar juara Indonesia Super League 2014 bagi Maung Bandung. Trofi tersebut sangat spesial bagi Persib, karena sudah hampir 19 tahun publik sepak bola Kota Bandung tak merasakan gelar juara.

Vlado cukup sering mencetak gol lewat sundulan bersama Maung Bandung

Pada musim perdananya di Indonesia, ia berhasil menyumbangkan gelar juara Indonesia Super League 2014 bagi Maung Bandung. Trofi tersebut sangat spesial bagi Persib, karena sudah hampir 19 tahun publik sepak bola Kota Bandung tak merasakan gelar juara

Ciri khas Vlado adalah permainannya yang lugas dan tak kenal kompromi. Sebagai bek tengah, ia terkenal tak mudah ditembus pemain lawan. Kemampuan bertahan Vlado juga ditunjang dengan kemampuannya mencetak gol. Sundulannya kerap menghasilkan gol untuk Persib Bandung.

Selain gelar ISL 2014, Vlado juga menyumbang gelar juara Piala Presiden 2015 bagi Persib. Lagi-lagi momen tersebut begitu spesial, karena Persib meraih gelar juara setelah menang di final yang berlangsung di Jakarta. Spesial karena Jakarta adalah rumah rival utaa Persib, Persija Jakarta, dan lagi-lagi Vlado memberikan kebahagian bagi Bobotoh yang sangat setia menemani Pangeran Biru bertanding di mana saja.

Temukan feature baru setiap harinya di FourFourTwo.com/ID