Pemain-Pemain Eropa yang Mampu Meraih Kesuksesan di Indonesia

Harus diakui, pemain-pemain Eropa yang merumput di Indonesia kebanyakan sulit meraih sukses karena berbagai alasan. Tapi tetap saja, ada juga yang mampu membuat perbedaan, bahkan meraih trofi juara. Gerry Putra dan Angga SP mendaftar enam pemain Eropa yang pernah sukses di Indonesia...

Pesepakbola Eropa di Indonesia memang lebih sedikit dibandingkan dengan pesepakbola dari Amerika Latin, Afrika, atau bahkan Asia. Kalau pun ada, biasanya jarang ada yang meraih sukses. Faktor cuaca di Indonesia yang berbeda jauh dengan Eropa menjadi salah satu pengaruhnya. Lalu bayaran pesepakbola Eropa yang begitu tinggi dibanding Afrika dan Amerika Latin membuat klub-klub Indonesia enggan mencari pemain-pemain berkualitas dari daratan Eropa.

Namun semua itu berubah dalam dua musim terakhir. Semakin banyak pemain Eropa yang bermain di Liga 1 Indonesia musim 2017 ini, dan hampir semuanya sukses memberikan performa terbaik mereka. FourFourTwo pun mengenang kembali para pemain Eropa yang pernah sukses di Indonesia, termasuk tiga nama yang masih bermain di Indonesia hingga saat ini...

Catatan: para pemain yang ada dalam daftar ini sedikitnya bermain (dan tampil mengesankan) selama dua musim di Indonesia

Dejan Gluscevic

Nama Dejan Glcusevic begitu melekat dengan sepak bola Indonesia. Kehadirannnya pada Liga Indonesia pertama, yakni musim 1994/95 langsung membuat publik membicarakannya. Bermain bersama Pelita Jaya Jakarta, Dejan Gluscevic mampu membuat pendukung The Commandos langsung jatuh hati padanya.

Dejan Gluscevic saat menghadapi Persib Bandung. (Foto: Juara/Bola)

Bahkan saat ia harus dipinjamkan ke Mastrans Bandung Raya musim berikutnya, Dejan pun menjadi pencetak gol terbanyak dengan torehan 33 gol.

Pasalnya produktivitasnya sebagai juru gedor Pelita Jaya begitu dominan di antara pemain asing yang merumput di Indonesia. Bahkan saat ia harus dipinjamkan ke Mastrans Bandung Raya musim berikutnya, Dejan pun menjadi pencetak gol terbanyak dengan torehan 33 gol. Tak hanya itu, ia pun mengantarkan klub berjuluk Maung Totol itu juara Liga Indonesia II.

Lepas dari Bandung Raya, Dejan kembali memperkuat Pelita Jaya. Produktivitasnya kembali subur pada musim kompetisi 1998. Ia menjadi raja gol The Commandos bersama dengan Kurniawan Dwi Yulianto. Sayang, liga terhenti akibat adanya kerusuhan. Jika tidak, mungkin saja penyerang asal Serbia itu membawa Pelita Jaya juara untuk pertama kalinya di Liga Indonesia.

Kini, Dejan yang berkebangsaan Serbia masih menjadi nama legendaris sepak bola Indonesia. Pecinta sepakbola Indonesia yang besar di era 1990-an pasti masih mengingat aksi-aksinya dalam membobol gawang lawan. Ia pun sempat digosipkan bakal melatih Persija Jakarta. Sayang adanya konflik membuat Dejan enggan kembali ke Indonesia dan memilih aktif membina sepak bola muda Singapura.

Pages