Pemain-Pemain U-20 Terbaik Asia Tenggara 2017 Versi FourFourTwo (Bag.I)

​Inilah daftar dari pemain-pemain muda terbaik yang berusia di bawah 20 tahun dari kawasan Asia Tenggara pilihan FourFourTwo. Kami menyusunnya secara acak dan inilah deretan talenta-talenta masa depan terbaik yang wajib kita simak beberapa tahun mendatang...

* Penulis: John Duerden, Scott McIntyre, Tio Utomo, Kritikorn Thanamahamongkhol dan Vijhay Vick

SUPACHOK SARACHAT – THAILAND

Dia merupakan produk akademi Buriram United dan dipromosikan ke tim utama pada tahun 2015 dan menjadi pemain inti setahun berselang.

Dia juga menjadi pemain termuda ketiga yang bermain di Liga Champions Asia saat timnya menghadapi FC Seoul dan Shandong Luneng pada 2016.

Gelandang berusia 18 tahun ini lincah, memiliki  kemampuan teknis yang tinggi dan dapat beroperasi dengan baik dalam ruang yang sempit, sehingga dia bisa bermain di semua posisi menyerang- gelandang serang, sayap kiri atau sayap kanan dan bahkan sebagai striker kedua.

Pada 2016 ia bermain dalam 20 pertandingan untuk The Thunder Castle, hampir tiga kali lebih banyak dibandingkan dengan musim sebelumnya, dan golnya melawan Army United terpilih sebagai gol terbaik mingguan Thai League minggu.

Meskipun performanya di tim junior Thailand tidak mengesankan seperti saat dia bermain bersama klubnya, tetapi, sangat jarang remaja SMA yang sanggup bermain untuk klub besar dengan penampilan yang mengesankan. - KT

MARCO CASAMBRE – PHILIPPINES

"Marco menunjukkan di tempat latihan bahwa dia fokus dan hadir di sana," kata pelatih tim nasional Filipina, Thomas Dooley, akhir tahun lalu.

Ada banyak laga yang telah dimainkan si remaja ini, meski mungkin ia merasa sedang bermimpi saat membuat debutnya melawan Thailand, tim terbaik di Asia Tenggara, dalam laga penting AFF Suzuki Cup November tahun lalu. 
 
 
Dia bermain cukup bagus dan diprediksi bisa menjadi andalan di lini pertahanan The Azkal dalam dua dekade. 
 
Dia menguasai bola dengan cukup baik, sudah matang di usianya yang masih muda, dan yang terpenting, dia punya banyak waktu untuk terus berkembang. - JD

HA DUC CHINH – VIETNAM

Sebelumnya ia dikenal dengan julukan 'kaki kayu', namun Ha Duc Chinh sudah berhasil menghapus julukan itu dalam 18 bulan terakhir.
 
Saat itu dia muncul sebagai pilihan utama di lini depan tim nasional Vietnam yang tengah melakukan persiapan untuk Piala Dunia FIFA U-20 tahun ini.
 
 
Dia adalah penyerang yang kuat dan gemar bermain langsung, memiliki kecepatan yang bagus dan teknik yang kuat yang membuatnya menjadi ancaman besar dalam duel udara dan bola darat dan dia sudah terlihat seperti penyerang andalan untuk tim V. League, Da Nang.
 
Mampu bermain sebagai penyerang tengah atau dalam peran yang ia mainkan di tim nasional, satu di antara dua striker, dia dengan cepat mendapatkan reputasi tak hanya sebagai pencetak gol ulung, tetapi juga pencetak gol penting. – SM