Penyerang Terbaik ISC A Bulan Oktober: Greg Nwokolo

FourFourTwo Indonesia memilih Greg Nwokolo sebagai penyerang terbaik ISC A di sepanjang bulan Oktober 2016. Mengapa? Gerry Putra membeberkan alasannya...

Bulan Oktober menjadi bulan yang cukup bersahabat dengan Persija Jakarta, khususnya Greg Nwokolo. Macan Kemayoran sempat meraih tiga kemenangan beruntun sebelum akhirnya menerima tiga kali kekalahan beruntun juga di tiga pekan terakhir Indonesia Soccer Championship A. Meski demikian, penampilan konsisten justru ditampilkan Greg Nwokolo. Tak hanya melejit dengan tiga golnya, Greg juga konsisten membuat assist.

Lini serang Persija mengalami kemajuan sejak dibukanya bursa transfer putaran kedua ISCA A. Tak tanggung-tanggung, Persija langsung mendatangkan tiga pemain dengan tipikal menyerang, seperti Rodrigo Tosi, Emmanuel ‘Pacho’ Kenmogne, dan Greg Nwokolo. Nama terakhir menjadi pemain yang paling menonjol di bulan Oktober ini.

Greg memang pemain yang sangat dibutuhkan oleh Persija. Kecepatan menjadi senjata utama Greg yang sempat menjadi andalan Persija dalam beberapa tahun terakhir

Greg memang pemain yang sangat dibutuhkan oleh Persija. Kecepatan menjadi senjata utama Greg yang sempat menjadi andalan Persija dalam beberapa tahun terakhir. Greg juga pemain yang mudah diduetkan oleh siapa saja. Dengan pemain berkarater apa saja, Greg bisa padu dan mengimbangi rekan duetnya. Jika rekan duetnya bertipe sebagai pivot atau tembok, Greg akan sangat leluasa menusuk ke dalam pertahanan lawan. Sedangkan jika rekan duetnya juga memiliki agresivitas yang tinggi, Greg bisa menjadi wing-man yang hebat untuk partenernya di lini serang.

Pelatih Muhammad Zein Al Hadad merupakan pelatih maniak menyerang. Pola 4-3-2-1, terasa pas dengan Greg Nwokolo yang diinstruksikan bergerak bebas dari sektor sayap. Tentunya, kebebasan Greg punya hasil yang positif bagi perkembangan Persija. Memulai laga di bulan Oktober melawan Perseru Serui pada pekan ke-21 ISC A, Greg menyumbangkan assist untuk gol Emmanuel Kenmogne. Persija pun menang 2-1 setelah Gunawan Dwi Cahyo memastikan kejayaan Jakarta atas Serui.

Greg langsung tampil bagus untuk Persija di laga debutnya melawan Perseru Serui

Kemenangan atas Perseru, tentu menjadi pelepas dahaga setelah 12 kali pertandingan tanpa kemenangan. Pelatih Zein Al Hadad pun tak segan melepaskan pujian kepada Greg yang baru bergabung beberapa hari setelah transfernya dari Persipura Jayapura beres. “Greg kami beri kesempatan meski baru sehari berlatih dan dia berhasil memanfaatkan situasi dengan membuat perubahan. Kehadirannya membuat daya serang kami semakin tajam, tetapi perlu waktu untuk menyatukan Greg dengan Pacho,” ujar pelatih yang akrab disapa Mamak itu, selepas pertandingan.

Kehadirannya membuat daya serang kami semakin tajam, tetapi perlu waktu untuk menyatukan Greg dengan Pacho

- Zein Al Hadad

Di pekan selanjutnya, Greg mulai menunjukan taji. Sebuah gol ia cetak ke gawang Barito Putera dengan teknik tinggi. Gol Greg itu juga bermakna ganda, karena sebagai gol debutnya untuk Persija musim ini, gol tersebut juga menjadi penentu kemenangan Persija atas Barito dengan skor tipis 3-2. Kemenangan tersebut membuat Persija dua kali kemenangan beruntun di putaran kedua. Sebuah hal yang sulit dilakukan sebelumnya.

Tuah Greg terus berlanjut pada pekan ke-23, saat Persija meladeni PS TNI di Stadion Pakansari, Bogor. Persija yang kala itu tertinggal di babak pertama, akhirnya mampu membuka keran golnya lewat Greg Nwokolo pada menit ke-62. Sebuah aksi individu berbalut kecepatan membuat bek PS TNI tak mampu menahan laju penyerang yang cinta mati dengan Persija itu. Gol Greg menjadi stimulus bangkitnya Persija. Gol Gunawan Dwi Cahyo menit 90 menutup laga untuk kemenangan Persija.

Kemampuannya yang komplet dan serba bisa membuatnya bisa bermain dengan siapapun

Pekan selanjutnya, yakni pekan ke-24, Persija terkulai di kandang Arema Cronus. Namun, tidak dengan Greg. Pemain bernomor punggung 10 itu, tetap bermain ngotot dan mencetak satu-satunya gol bagi Persija. Kondisi, Persija yang cukup pincang di lini belakang, membuat Arema bermain ‘gila’ dalam laga kandang Persija yang ironisnya digelar di Stadion Gajayana, Malang. Dalam pertandingan tersebut, Greg pun layak menjadi pemain terbaik di kubu Persija. Konsistensinya dalam mencetak gol dan mengkreasi peluang tetap terjaga di laga ini.

Selepas menghadapi Arema, Persija pun langsung berhadapan dengan Sriwijaya FC hanya selang tiga hari kemudian. Laga pekan ke-25, awalnya berjalan dengan baik bagi Persija. Greg sebagai bintang Persija, tampil seperti biasa, taktis dan eksplosif. Menari-nari dari sayap kanan, Greg mengirim umpan ke tengah yang disambut oleh Pacho Kenmogne. Dengan satu sentuhan, Pacho langsung melepaskan tendangan kaki kirinya, dan gawang Sriwijaya pun bergetar. Akan tetapi, keuggulan Persija di babak pertama itu tak bisa bertahan di babak kedua. Macan Kemayoran dihukum oleh dua gol Sriwijaya FC yang dicetak oleh Supardi Nasir dan Abdul Musafri.

Sebagai penyerang sayap, Greg sangat berguna dan penting bagi Persija. Berkat stamina dan nalur mencetak gol plus assistnya yang tinggi membuatnya menjadi penyerang yang cukup produktif di bulan Oktober. Tiga gol dan dua assist menjadikan Greg pemain yang konsisten dan memberikan dampak positif secara nyata bagi Persija.

Tuah Greg diharapkan bisa berlanjut di pekan-pekan ISC A selanjutnya. Dengan gaya bermain yang licin, karakter bermain Greg sesuai dengan filosofi permainan Persija sejak dulu, yakni teknik tinggi dan selalu menyerang.

Foto-foto: GTS

Feature lainnya di FourFourTwo.com/ID