Penyerang Tumpuan Indonesia U23 Yang Serba Bisa

Salah satu harapan Indonesia di masa depan, penyerang muda ini siap membuktikan dirinya di ajang SEA Games 2015, Singapura nanti...

Cerita 60 Detik

Muchlis Hadi Ning Syaifulloh begitu nama lengkap penyerang muda Indonesia, kini tengah menikmati karir bersama PSM Makassar, sayang harus terhenti sementara kemampuan menceploskan bola karena polemik sepak bola dalam negeri.
 
Jadi salah satu pemain bintang dari generasi emas U-19 arahan Indra Sjafri, pinangan Juku Eja jadi karir berikutnya dan dipercaya untuk berduet dengan bomber import asal Serbia, Nemanja Vucicevic untuk menggedor gawang pesaing PSM untuk menjadi yang terbaik di QNB Super League 2015.
 
Walaupun dirinya menjadi yang paling muda diantara jajaran penyerang dimiliki PSM saat ini, ia tak kecil hati. Peran serta kapabilitas sudah ditunjukan dengan dua kali turun bermain di kompetisi tengah terhenti ini, dimana catatan manis berhasil ia persembahkan ketika membobol gawang Persiba Balikpapan di hadapan pendukung sendiri. 

Siapa Muchlis?

Muchlis begitu ia akrab disapa adalah pemain kelahiran 26 Oktober 18 tahun silam di Mojokerto. Mengenal sepak bola semenjak kecil, harus menerima kenyataan tidak bisa mengenyam pendidikan sepak bola lewat sekolah sepak bola (SSB). Arahan serta bimbingan langsung datang dari sang ayah yang dahulu aktif bermain.
 
Terus menanjak karir dari kelompok usia 13 tahun, Muchlis berkembang sampai akhirnya lolos seleksi program nasional dan berangkat ke Hong Kong. Tidak surut tampil di negeri orang dirinya bawa tim sampai ke tangga juara, pinangan dari Indra Sjafrie pelatih Garuda Muda saat itu langsung diterima dan masuklah ia sebagai bagian penting skuat.
 
Muchlis melewati hadangan pemain Brunei

Sumber gambar: sp.beritasatu.com

Kelebihan

Sebagai ujung tombak, pemain satu ini memiliki postur yang cukup untuk menjadi poacher. Kecepatan serta determinasi jadi pelengkap tentunya insting membunuh layaknya predator dalam menciptakan gol. Tidak takut berduel dengan pemain belakang lawan, semakin membuat PSM mau menggelontorkan dana untuk meminang salah satu masa depan sepak bola tanah air.
 

Kelemahan

Jam terbang jadi salah satu faktor yang harus dikejar oleh Muchlis. Harus mampu bertarung dengan pemain sekaliber Vucicevic, yang sudah mengenyam kerasnya persaingan dan atmosfer sepak bola Jerman, untuk selalu menjadi pilihan utama pelatih terlebih mengembangkan bakat alami sebagai tukang gedor.
 
Selain itu juga mental untuk terus tampilkan terbaik wajib dimiliki oleh Muchlis, ketenangan saat kesempatan hadir agar bisa konversi peluang menjadi gol merupakan tugas tambahan baginya agar terus berkembang sebagai pesepakbola.
 
Lari Muchlis! Lari!

Sumber gambar: Goal.com

Apa Yang Akan Terjadi Selanjutnya?

Namanya menjadi salah satu pemain dipilih oleh Aji Santoso untuk membawa medali emas SEA Games bulan Juni mendatang di Singapura. Walau kompetisi lokal terhenti, namanya tetap jadi andalan merupakan bukti bahwa pemain satu ini memiliki kualitas patut diperhitungkan sekaligus penerus generasi lampau Garuda senior.
 
Kepercayaan serta harapan dari jajaran tim pelatih dan manajemen PSM begitu besar kepadanya. Kini tinggal ia memaksimalkan semua fasilitas ada ketika kompetisi lokal sudah kembali bergulir, bimbingan dari pemain senior macam kapten tim Syamsul Chaerudin bisa menambah semangat dan juga buat Muchlis tetap pada track seorang pemain masa depan. 
 
(Sumber gambar utama: uniqpost.com)