Blog

Peredaran Uang Judi Liga 1 Capai Rp70 Miliar Per Pertandingan

Joko Driyono menuturkan semakin besar nilai sebuah kompetisi di rumah judi, itu semakin baik.

We are part of The Trust Project What is it?

Wakil ketua umum PSSI, Joko Driyono, buka-bukaan soal nilai perputaran uang judi di kompetisi Indonesia. Hal itu diungkapkannya dalam sebuah diskusi yang digelar salah satu media nasional di Surabaya, Senin (17/12). 

Pria asal Ngawi tersebut menganggap judi tidak selalu berdampak negatif. Salah satu hal positif yang bisa diambil adalah metode betting pattern yang digunakan sebagai deteksi dini pengaturan skor.

"Sejak kepemimpinan pak La Nyalla (Mattalitti), kerja sama dengan Sport Radar telah menggunakan early warning system untuk melakukan tahap satu deteksi dini. Jadi mengendus melalui betting patern (pergerakan di rumah judi)," ungkapnya.

"Kita jangan terlalu negatif dahulu dengan judi. Indonesia sekarang, ini data real dan bisa saya bagikan ke mana-mana karena datanya terbuka, per pertandingan Liga 1 uang yang beredar di rumah judi senilai 5.5 juta USD atau sekitar Rp70 miliar," ungkap Joko.

Pria yang akrab disapa Jokdri menjelaskan, bahwa semakin besar nilainya hal tersebut semakin baik. Sebaliknya bila angka tersebut menurun, hal itu membuat sepakbola Indonesia kehilangan peminatnya.

"Semakin besar (nilai kompetisi di rumah judi) kita jangan menganggap itu semakin kacau, bukan. Semakin tinggi nilai itu, semakin tinggi kepercayaan di kawasan dunia. Jadi ini sepakbolanya tidak bisa diatur. Tetapi pada saat nilainya itu menurun dan tidak ada betting di rumah judi, maka itu mengatakan bahwa sepakbola kalian tidak bisa dipercaya," jelas mantan CEO PT Liga Indonesia ini.

PSSI sendiri saat ini memiliki kerja sama dengan Genius Sport. Perusahaan asal Jerman tersebut menjadi partner federasi untuk menyediakan data dari rumah judi.