Permasalahan Visa Sandro Dan Bagaimana Peraturan Ijin Kerja Ini Berjalan?

Konsultan imigrasi Ian Robinson menjelaskan kenapa QPR saat ini memiliki masalah berat dengan gelandang Brazilnya...

Apa yang salah dengan QPR dan Sandro?

Setidaknya untuk saat ini jawabannya bukan Harry Redknapp atau Chris Ramsey. Bulan lalu kita mempelajari bahwa Sandro tidak memiliki ijin kerja yang sah yang membuat pihak Home Office tidak suka dengan hal itu dan juga dengan QPR. Hasilnya? Untuk saat ini dan kemungkinan di masa yang akan datang, QPR tidak bisa membeli pemain dari luar Uni Eropa dan dengan kemungkinan mereka akan kehilangan beberapa pemain dari skuatnya yang ada saat ini.

Jadi, apa yang terjadi?

Secara mengejutkan QPR memilih untuk tidak memberitakan masalah ini kepada khalayak ramai dan begitu juga dengan pihak Home Office, badan pemerintahan yang mengatur kebijakan ijin kerja di Inggris. Tetapi sangatlah sukar bagi kita untuk berbicara secara hipotesis apa yang bisa terjadi terhadap klub sepak bola tersebut.

Aksi Sandro kala melawan Chelsea

Aksi Sandro kala melawan Chelsea sebelum QPR diperintahkan untuk tidak memainkannya pada pertandingan terakhir musim lalu

Kebanyakan pesepakbola dari luar Uni Eropa membutuhkan ijin kerja (dikenal juga dengan visa sponsor Tier 2) untuk bermain di Inggris. Dimana peraturan untuk mendapatkan ijin kerja semakin diperketat oleh Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) pada bulan Mei lalu.

Poin yang membuat banyak orang sedikit tidak setuju adalah, FA ingin menyeimbangkan keberadaan para pemain asing di liga mereka. Memang betul kita semua ingin para pemain terbaik dari seluruh dunia bermain di Inggris, tetapi hal itu tidak juga membuat Liga Primer Inggris kebanjiran pemain asing dan menyingkirkan pemain muda Inggris yang juga memiliki talenta besar.

Ini bukan soal mencari Sterling, Kane dan pemain muda berbakat Inggris terbaru, ini juga menjadi soal siapa yang akan menjadi Lallana, Milner, Jones atau Cahill yang baru, atau bisa kita bilang, pemain yang berkembang menjadi pemain terbaik dengan mendapatkan jam bermain yang banyak dan menjadi aset berharga tim nasional Inggris pada masa depan

Mendapatkan ijin kerja sangatlah berat dan ijin tersebut tidak permanen

Kriteria FA tentang ijin kerja berbanding lurus dengan negara asal dari pemain tersebut, semakin rendah urutan negara tersebut di FIFA, semakin banyak dibutuhkan penampilan internasional pemain tersebut dengan timnasnya. Apabila negara tersebut di luar 50 besar FIFA, atau pemain tersebut belum memiliki penampilan internasional bersama tim nasionalnya, sebuah tim yang mengurusi ijin kerja akan melihat dan mengutamakan kembali harga dari transfer tersebut, gaji yang didapatkan oleh sang pemain, pengalamanan di klub domestiknya hingga pengalamannya di Eropa, di luar dari kriteria lain.

Mendapatkan ijin kerja sangatlah berat dan ijin tersebut tidak permanen. Ijin kerja biasanya memiliki durasi selama lima tahun atau sama dengan lama kontrak pemain itu di klub yang mendatangkannya dan hanya berlaku bagi klub tersebut. Sederhana saja, klub baru berarti membutuhkan ijin kerja baru juga.

Hukuman

UKVI sangat serius menangangi hal ini dan perusahaan yang memperkerjakan pekerja yang tidak sesuai dengan visa yang mereka punya bisa kehilangan izin untuk mensponsori pekerjanya. Peraturan ini tidak hanya tertuju bagi tim sepak bola, semua perusahaan seperti rumah sakit atau restoran menjalani peraturan yang sama.

Pemain yang melanggar visa mereka biasanya akan diberikan waktu selama 60 hari untuk mencari klub baru, meninggalkan Inggris atau bersiap-siap mendapatkan hukuman tidak boleh memasuki wilayah Inggris Raya dengan jangka waktu 12 bulan hingga 10 tahun, bahkan walaupun itu hanya untuk liburan singkat. Sejauh ini tidak ada tim Liga Primer Inggris yang terkena kasus tersebut.

Seiring berjalannya waktu, QPR sepertinya akan diberikan kesempatan untuk memperbaiki masalah ini dan mudah-mudahan mereka bisa menyelesaikannya. Inti nya, setiap tim harus menghalang hal ini terjadi dari awal. Untung saja QPR hanya memiliki beberapa pemain non-Uni Eropa, bayangkan apabila masalah ini terjadi di Manchester City atau Chelesa...