Blog

Perseru Serui Minta Klub Liga 1 Lebih Bijak

Charles menegaskan, batas waktu pemasangan lampu dari PT LIB sama dengan yang diberikan kepada PSM.

We are part of The Trust Project What is it?

Ketua panitia pelaksana (panpel) pertandingan Perseru Serui Charles Gomar meminta tim Liga 1 bersikap lebih bijaksana dalam menyikapi kondisi Kuda Laut Jingga saat melakoni laga kandang sepanjang bulan puasa.

Perseru mendapat sorotan ketika melakoni laga kandang melawan Barito Putera di Stadion Gajayana, Malang. Bahkan pelatih PSM Makassar Robert Rene Alberts menilai PSSI tidak bisa menjaga komitmen yang membiarkan Perseru bermain di luar Serui untuk menjamu tamunya.

“Kami kembalikan semuanya kepada regulasi yang sudah kami terima tentang syarat Stadion. Kami lolos verifikasi dengan syarat, yaitu lampu yang harus diselesaikan hingga 27 Mei mendatang. Sebenarnya sama seperti PSM,” terang Charles.

“Kami tidak mengalami masalah pemasangan. Hanya saja, lampu tersebut masih sulit kami dapatkan sebelumnya. Harusnya tim lain bijaksana bisa memberikan kesempatan kepada kami untuk berkompetisi. Perseru dipandang sebagai kandang yang jauh, tapi sebenarnya apa yang kami lakukan saat away lebih jauh, dan paling mahal.”

Charles menambahkan, saat ini kontruksi tiang pacang lampu sudah ada. Namun lampu jeni LED yang sudah dipesan belum datang. Charles optimistis lampu bisa dipasang dengan cepat, dan tidak perlu menunggu waktu.

“Dari kemarin sudah dipasang. Sebenarnya konstruksi sudah disiapkan dari dulu, lampu hologen diganti dengan LED supaya lebih terang. Kemudian pengaturan sasaran kami perbaiki, kami yakin kontruksi itu mampu menampung beberapa lampu yang mungkin bisa mencapai 1.000 lux. Saat ini kami masih 200 lux saja,” urainya

“Kami bukannya tidak usaha, kami kini berusaha penuh untuk mati-matian bermain di Marora. Jika ingin bertahan di Liga 1, kami harus bermain di sana untuk laga kandang. Sebenarnya kami di Gajayana juga senang, karena lebih murah, tapi auranya berbeda.”

“Kami bersyukur di Kabupaten Kepulauan Yapen adalah Provinisi Papua yang paling aman, karena penduduknya 120 ribu saja, sehingga kami tidak mengalami masalah izin pertandingan di malam hari.”