Persib Bandung - Raksasa yang Tengah Tertidur

John Duerden menjelaskan mengapa Persib Bandung punya potensi untuk tidak hanya menjadi klub terbesar di Indonesia, tetapi juga di Asia Tenggara...

Jika negeri-negeri yang pantas dijuluki 'raksasa yang sedang tidur' di sepak bola Asia diurutkan berdasarkan besarnya negara dan potensi di dalamnya, India dan Tiongkok jelas akan mendapat perhatian terbesar.

Namun, meski Indonesia tidak mendapatkan perhatian tertinggi dari dunia sepak bola, negara ini jelas berada di posisi yang tidak jauh dari dua negara di urutan teratas tersebut.

Di tingkat klub, Persib Bandung adalah mikrokosmos dari masalah yang dihadapi Indonesia secara keseluruhan. Indonesia memang punya potensi (bahkan, seharusnya sudah) menjadi negara sepak bola yang menonjol di Asia dan Persib Bandung memiliki apa yang dibutuhkan untuk menjadi klub terbesar di Asia Tenggara.

Meski begitu, sejauh ini, reputasi internasional mereka masih jauh lebih kecil daripada ukuran klub secara keseluruhan.

Latar Belakang

Persib sebetulnya memiliki semua syarat untuk meraih status besar itu.

Persib sebetulnya punya potensi untuk lebih besar dari sekarang

Pertama-tama, jika kita lihat, kebanyakan klub terbesar di Eropa rata-rata tidak bermarkas di ibu kota negara, dan Persib pun begitu. Bandung adalah kota terbesar kedua atau ketiga di negara ini, tergantung dengan siapa Anda berbicara, dengan populasi lebih dari 2,5 juta penduduk.

Persib Bandung memiliki apa yang dibutuhkan untuk menjadi klub terbesar di Asia Tenggara

Kurang dari 200 kilometer di sebelah tenggara ibu kota Indonesia, Jakarta, Bandung cukup dekat untuk menciptakan rivalitas yang dalam dengan klub ibu kota, namun cukup jauh untuk memiliki identitas tersendiri. Ibu kota Jawa Barat ini, yang merupakan rumah bagi orang-orang Sunda, dikelilingi oleh pedesaan yang indah di salah satu pulau paling spektakuler di planet ini.

Kota ini sebetulnya tidak terlalu indah, tapi kekurangan seperti itu tidak pernah melunturkan budaya sepak bola, sesuatu yang pasti diketahui betul oleh para penggemar sepak bola di Eropa. Para pendukungnya memiliki cara mereka sendiri dalam memberikan dukungan di Bandung dan Bobotoh, sebagai sebuah kelompok suporter yang berpengaruh, memiliki reputasi yang besar di Indonesia.

Tingkat kehadiran suporter Persib di stadion bahkan mencapai lebih dari 30.000 penonton dan para suporter ini rela pergi ke mana pun klub pergi untuk menonton mereka bertanding. Tambahkan fakta bahwa akun Twitter klub ini memiliki hingga tiga juta pengikut dan kekuatan media sosial yang besar, akan semakin jelas bahwa Persib adalah klub yang sangat berarti bagi banyak orang.

Persib memiliki salah satu basis pendukung terbesar di Indonesia

Ada beberapa kesuksesan yang pernah diraih di sepanjang sejarah mereka, meski mungkin tidak sebanyak yang seharusnya. Tim ini telah menjadi juara di Indonesia sebanyak tujuh kali, termasuk dalam format kompetisi amatir, namun baru sekali mengangkat trofi liga di abad ini pada tahun 2014 lalu. 

Prestasi mereka di Asia sangat minim. Sang Pangeran Biru hanya pernah menembus delapan besar Asian Club Championship, cikal bakal Liga Champions Asia yang kita kenal sekarang, pada tahun 1995 lalu. Namun, itu tidak terdengar cukup mengesankan. Saat itu, mereka hanya berhasil menang atas Bangkok Bank dan Pasay City of Philippines. 

Kenyataan bahwa tim-tim tersebut tidak lagi eksis dalam status profesional dan sang juara kompetisi, Seongnam Ilhwa Chunma, sekarang mendekam di divisi rendah di piramida sepak bola Korea Selatan menunjukkan bahwa prestasi tersebut adalah sebuah pencapaian yang sudah cukup usang.

Pages