Analisa

Persija Jakarta dan Jatuh Bangunnya di Liga 1 2018

Daniel Setiawan mengisahkan penantian panjang Persija selama 17 tahun untuk melepas dahaga juara liga.

We are part of The Trust Project What is it?

Kepastian Persija Jakarta menjadi juara ditentukan pada menit-menit akhir kompetisi. Pada laga pamungkas, Marko Simic dan kawan-kawan harus menghadapi tim zona degradasi Mitra Kukar. Pada match tersebut, Persija wajib hukumnya untuk menang.

Pada posisi kedua klasemen dan hanya terpaut sepoin saja, PSM Makassar di waktu yang bersamaan dengan Persija, menghadapi PSMS Medan. Lengah sedikit saja, gelar juara yang sudah dinanti bisa saja terbang ke Kota Daeng.

Namun, seperti yang sudah diprediksi, Persija sukses mendominasi sang lawan. Marko Simic pada laga itu menyumbangkan dua gol, satu dari titik penalti. Sementara sang lawan hanya mampu membalas satu gol saja.

Gelar juara sudah di tangan, lalu semua pihak mulai bertanya: mengapa bisa? Tak bisa dimungkiri, suka atau tidak, keberhasilan Persija tahun ini memang diiringi dengan kontroversi. Mulai dari pengaturan skor dan lain sebagainya.

Namun mari kita kesampingkan itu, dan melihatnya dari sisi “sepak bola” yang sebenarnya. Tanda-tanda keberhasilan Persija di tahun ini sejatinya sudah terlihat pada saat mereka menjadi juara di gelaran turnamen pra-musim Piala Presiden pada awal tahun.

Pada turnamen tersebut, Persija mendemonstrasikan permainan ciamiknya yang memang sudah lama dinanti. Persija, begitu efektif dalam menyerang, memanfaatkan flank, dan juga solid pada saat bertahan.

Yep, solidnya pertahanan Macan Kemayoran turut diaplikasikan juga pada musim kompetisi Liga 1 2018. Hal itu terlihat dari bagaimana mereka menjadi tim dengan jumlah kebobolan paling sedikit yakni hanya 36 kemasukan saja.

Kuartet pertahanan mereka yang diisi oleh “abang-abangan” Ismed Sofyan dan Maman Abdurahman, dikombinasikan dengan full-back muda Rezaldi “Bule” Hehanusa, plus centre-back asing Jaimerson, sukses membuat tembok defensif yang begitu kukuh.

Tak hanya mantap dalam bertahan, bek mereka juga cukup produktif dalam mencetak gol. Total 12 gol dikemas dari empat pemain bertahan tersebut, di mana Jaimerson menjadi “top scorer” dengan sumbangsih tujuh golnya musim ini.

Kejelian di bursa transfer sebelum kompetisi Liga 1 2018 bergulir juga jadi salah satu faktor utama keberhasilan Persija musim ini. Dimulai pada Desember 2017 di mana Persija mengamankan jasa striker Marko Simic, yang di musim ini, tampil cukup memukau dengan capaian 18 golnya.

Lalu memasuki awal tahun 2018, Persija sukses mengamankan tanda-tangan winger mungil Riko Simanjuntak dari Semen Padang. Ditambah dengan reuni Rohit Chand Bersama Persija yang terwujud di musim ini.