Kisah

Pertandingan Bersejarah Piala Dunia: Belanda vs Spanyol Piala Dunia 2010

Menyongsong Piala Dunia 2018, mari flashback ke pertandingan final Piala Dunia 2010 yang penuh drama dan ketegangan.

We are part of The Trust Project What is it?

Piala Dunia 2010 adalah pesta sepak bola yang penuh warna bagi seluruh manusia di muka bumi. Setelah menunggu selama 80 tahun, akhirnya Piala Dunia diselenggarakan di benua Afrika, tepatnya di Afrika Selatan.

Sebelum turnamen terbesar dalam dunia sepak bola ini digelar, kita sudah disuguhi berbagai gimmick yang membuat lebih menarik. Dari terompet khas bernama vuvuzela yang mempunyai suara seperti serangga mendengung, lalu demam lagu “Waka Waka (This Time for Africa)” yang dinyanyikan Shakira serta bola khusus Piala Dunia 2010 bernama Jabulani oleh Adidas yang mendapat banyak kritikan dari berbagai kiper seperti Julio Cesar, Claudio Bravo dan Iker Casillas.

“Sangat menyedihkan melihat kompetisi sepenting ini yang memperebutkan gelar juara dunia akan dimainkan dengan bola yang buruk seperti ini,” ucap Casillas mengenai Jabulani.

Namun di akhir turnamen ini, tidak ada satupun kalimat bernada negatif yang keluar dari mulut kiper Real Madrid saat itu.

Dibuka oleh pertandingan antara tuan rumah Afrika Selatan vs Meksiko yang berakhir dengan skor 1-1, Piala Dunia 2010 berlangsung menarik dan penuh kejutan.

Spanyol yang dua tahun sebelumnya meraih gelar juara EURO 2008, berhasil melaju ke babak final setelah mengalahkan Jerman dengan skor 1-0 di babak semifinal, Jerman sendiri menjadi kandidat kuat untuk juara setelah mengalahkan dua tim kuat lainnya, Argentina dan Inggris di babak penyisihan yang masing-masing dibobol empat gol oleh Der Panzer.

Dan lawan dari Spanyol di final adalah Belanda yang juga lebih diunggulkan untuk juara setelah mengalahkan Brasil dan tim kuda hitam Uruguay sebelum menyentuh final.

11 Juli 2010. Pertandingan final Piala Dunia 2010 antara Spanyol vs Belanda diselenggarakan di Stadion Soccer City, Johannesburg. Antisipasi masyarakat dunia untuk menonton laga ini sangat besar. Spanyol yang di turnamen ini cukup seret dalam mencetak gol tapi punya pertahanan kuat yang dipimpin oleh Carles Puyol bertemu dengan Arjen Robben, Robin Van Persi dan Wesley Sneijder yang baru menjadi juara Liga Champions bersama Inter Milan.