Analisa

Pertanyaan Besar untuk PSSI Mengenai Penyelenggaraan Piala Indonesia

Penyelenggaraan Piala Indonesia menciptakan banyak pertanyaan terkait jadwal yang tidak biasa, kepentingan kontrak pemain, dan masih banyak lagi...

We are part of The Trust Project What is it?

Hampir semua kompetisi dan turnamen yang berada di bawah naungan PSSI telah resmi berakhir. Liga 1 dan Liga 2 pada awal Desember ini, dengan mencatatkan Persija Jakarta dan PSS Sleman sebagai juara. Liga 3 juga akan segera menyusul. Begitu pula dengan beberapa kompetisi tingkat usia.

Lalu, bagaimana dengan Piala Indonesia yang kita tahu saat ini baru memasuki babak 32 besar –dan masih menyisakan beberapa laga tunda babak 64 besar?

Bila merujuk pada pernyataan staf ketua umum PSSI Iwan Budianto awal Desember kemarin, turnamen yang terakhir kali digelar pada 2012 tersebut akan berakhir pada Maret nanti, yang artinya tahun depan. “Hingga saat ini, ajang Kratingdaeng Piala Indonesia 2018 berjalan dengan baik dan lancar. Mungkin masih ada kekurangan namun kami terus memperbaikinya. Setelah menyelesaikan babak 64 besar di bulan Desember, mulai Januari kita gelar babak 32 besar yang sudah dengan format kandang dan tandang hingga final yang direncanakan pada Maret 2019 mendatang,” ungkapnya.

Jika memang seperti yang diungkapkan Iwan tersebut, ini jelas akan menimbulkan beberapa masalah yang tak bisa dipandang sepele. Pertama, sebagian besar klub hanya mengontrak pemain dan pelatih mereka hingga Desember, yakni ketika liga selesai. Bahkan, beberapa pemain, terutama pemain asing, saat ini ada yang sudah berakhir kontraknya sejak akhir November lalu. Manuchekr Dzhalilov (Sriwijaya FC), misalnya, yang kini sudah kembali ke Tajikistan, kendati saat itu klubnya masih menyisakan satu pertandingan liga.

Dengan Piala Indonesia yang masih akan berlangsung hingga Maret nanti, maka klub-klub tersebut mau tak mau harus memperbarui kontrak mereka. Masalahnya, tak semua pemain dan pelatih bisa dengan gampang diperpanjang kontrak. Dibutuhkan negosiasi khusus yang tentunya tak bisa dilakukan sekali lewat.

Apalagi untuk beberapa pemain yang saat ini tengah diincar dan memang memprioritaskan tim luar negeri di kawasan Asia Tenggara –negosiasinya akan sulit lantaran liga-liga luar di kawasan Asia kebanyakan memulai kompetisi lebih cepat dibandingkan dengan Indonesia— serta yang sudah menegaskan tak ingin memperpanjang kontrak mereka, seperti Mamadou N’Diaye di Bali United dan Dzhalilov di Sriwijaya FC tadi.