Analisa

Perubahan Apa yang Dibuat Unai Emery di Arsenal?

Meski tak dalam sorotan, Arsenal era Unai Emery pelan-pelan mengalami perubahan yang positif. Apa yang telah diubah manajer baru The Gunners tersebut?

We are part of The Trust Project What is it?

Bermodalkan juara Europa League selama tiga kali berturut-turut bersama salah satu kuda hitam Spanyol, Sevilla FC, Unai Emery dikontrak oleh Paris Saint-Germain. Klub yang dimiliki oleh Qatar Sport Investment tersebut menganggap Emery mempunyai atribut dalam spesialisasi kompetisi Eropa. Harapannya jelas, Emery bisa mendongkrak PSG dan membawa Les Parisiens menuju kejayaan di kompetisi tertinggi antar klub benua biru tersebut.

Apakah salah PSG mempercayai Emery? Tentu tidak. Emery adalah pelatih yang apik, namun dengan tuntutan sedemikian rupa plus beban kedatangan pemain termahal di dunia membuat Emery putar otak lebih keras lagi. Tak hanya sekadar menang, namun bisa mengelola ego para bintang dan juga menanamkan mentalitas berlaga di Eropa. Ini juga yang menjadi alasan Emery tak diperpanjang kontraknya (hanya dua musim di PSG) dan hengkang menuju Arsenal yang baru saja kehilangan Arsene Wenger.

Antara PSG, Sevilla dan Arsenal, tekanan yang dibebankan kepada Emery jelas berbeda-beda. Tak perlu lagi dijelaskan lebih lanjut, intinya tekanan di Arsenal sekarang seperti layaknya ia di Sevilla beberapa tahun lalu. Maka tak mengherankan, kini Emery terlihat lebih nyaman dan enjoy dalam menangani si meriam London tersebut meledak lagi di kancah Premier League Inggris musim ini.

Pasca kalah dari Manchester City dan Chelsea pada pekan pertama dan kedua Premier League, Arsenal langsung sapu bersih sembilan kemenangan beruntun di segala kompetisi. Kini juga, mereka hanya terpaut dua poin dengan tiga pemuncak klasemen sementara (City, Chelsea dan Liverpool) yang sama-sama mengemas 20 poin. Arsenal juga menjadi tim terproduktif kedua (19 gol) di bawah City-nya Pep yang sudah mengemas 21 gol. Peningkatan? Sudah pasti.

Catatan menarik lainnya juga yang ditemui dari Arsenal musim ini adalah, kedua penyerang mereka, Alexandre Lacazette dan Pierre Emerick Aubameyang sudah menyumbangkan masing-masing empat gol sejauh ini. Keduanya bermain bagus saat ditandemkan ataupun bermain dengan penyerang lain. Kekhawatiran penggemar Arsenal terhadap Auba dan Laca yang tak bisa bersinergi pun pupus sejauh ini karena keduanya mampu bergerak dengan baik saat Emery memasangnya dalam formasi 4-4-2 maupun 4-2-3-1.

“Hari ini, adalah pertama kalinya kita bermain dengan jelas menggunakan skema 4-4-2. Pertama dimulai dengan Welbeck serta Lacazette setelahnya dengan Auba. Kita melanjutkan untuk mencoba dan mencari perdorma terbaik kita dengan para pemain dan kombinasinya,” ungkap Emery pasca laga melawan Fulham beberapa waktu lalu.