Analisa

Piala Dunia 2018: Bagaimana Jerman Akhirnya Tumbang di Tangan Meksiko

Jerman sepertinya bakal meneruskan kutukan juara bertahan dalam beberapa edisi terakhir Piala Dunia ketika mereka takluk di laga pembuka mereka melawan Meksiko. Apa kesalahan krusial yang dilakukan Der Panser dalam laga itu? 

We are part of The Trust Project What is it?

Kekalahan Jerman kontra Meksiko dalam pertandingan pertama babak Grup F Piala Dunia 2018 meninggalkan banyak tanda tanya. Mengapa Jerman bisa kalah? Mengapa Jerman tidak mampu mencetak gol? Mengapa Jerman sangat mudah termakan oleh serangan balik Meksiko? FourFourTwo Indonesia memberikan analisis tentang Joachim Low bersama Jerman yang terbukti dihabisi oleh Juan Carlos Osorio.

Garis Pertahanan yang Tinggi

Sebagai negara unggulan, Jerman tentunya dijagokan untuk meraih tiga poin melawan Meksiko. Mentalitas menyerang pun diterapkan oleh Low. Salah satu yang diterapkan adalah garis pertahanan yang sangat tinggi, bahkan hampir setengah lapangan.

Di atas kertas, dengan memainkan garis pertahanan tinggi, pressing Jerman ke Meksiko bisa menjadi sukses. Meksiko tidak akan berani bermain terbuka dan mencoba bertahan.

Namun yang menjadi masalah adalah serangan balik Meksiko. Sejak menit pertama skuat Jerman terlihat tidak bisa mengantisipasi serangan balik Meksiko dengan rapi. Mereka terlihat kocar-kacir setiap Hirving Lozano, Javier “Chicharito” Hernandez, Miguel Layun, dan Carlos Vela mendapatkan umpan terobosan dari lini tengah yang langsung bisa membongkar pertahanan Jerman yang hanya dijaga 2-3 pemain saja sekaligus ada ruang yang cukup terbuka antara posisi Manuel Neuer dengan barisan pertahanan di depannya.

Low pasti menyadari hal itu, akan tetapi sangat terlihat kalau ia tetap yakin atas taktiknya. Ia tidak mau mengubah pola bermain untuk melindungi lini belakangnya. Hingga akhirnya semua sudah terlambat karena kombinasi Chicharito – Lozano berhasil melahirkan gol untuk Meksiko.

Joshua Kimmich Bermain Terlalu Menyerang

Bermain di turnamen internasional ketiganya bersama Jerman – menjalani debut di Euro 2016 lalu menjuarai Piala Konfederasi – Kimmich digadang-gadang menjadi pengganti yang paling tepat untuk posisi yang ditinggalkan Philipp Lahm.

Sebagai bek kanan, ia diberikan dua tugas. Bertahan dan menyerang. Namun dalam pertandingan melawan Meksiko, Kimmich tidak bisa melakukan tugas yang pertama dengan baik. Ia malah bermain terlalu ke depan.

Terkadang posisi Kimmich berada di depan Thomas Muller – mengisi pos sayap kanan – lalu lupa untuk kembali ke posisi semula.

Mental menyerang Kimmich yang terlalu berlebihan lah yang menyebabkan Lozano bisa mencetak gol. Ketika Chicharito menerima bola dan menarik perhatian bek tengah Jerman, pos kanan yang ditinggal Kimmich malah kosong. Lucunya, ketika Lozano sudah berada di kotak penalti, pemain yang berusaha menghadangnya bukanlah Kimmich tapi Mesut Ozil. Lalu terjadilah satu aksi yang menciptakan 'gempa kecil' di Meksiko.