Pola Real Madrid Menjadikan Bale Berada di Bawah Bayang-Bayang Ronaldo

Michael Cox melihat perkembangan dari Gareth Bale di Real Madrid dan bagaimana hal itu mempengaruhi pemain Wales tersebut di lapangan dan kerjasamanya dengan Cristiano Ronaldo..

Debut Gareth Bales bersama Real Madrid berjalan agak lamban, namun ia sukses bawa dua trofi seperti Copa del Rey dan Champions League. Penampilan musim keduanya masih sama dengan penampilan musim sebelumnya. Ketimbang merealisasikan harapan dari banyak orang, performanya tetap stabil tak sedikit juga meragukan peran apa yang sebenarnya di lakoninya di Los Blancos.

Awal bulan ini, pemain internasional Wales mendapat sorotan dari fans Real Madrid karena tidak memberikan umpan bagi Ronaldo, malah menembak dan hasilnya nihil kala berjumpa Espanyol.

Insiden ini langsung berkembang besar dan dikaitkan dengan kepindahan pemilik nomor 11 ini. Dirinya dihubungkan dengan Manchester United, sebagai tujuan paling memungkinkan baginya, namun bagaimanapun juga, di Real Madrid ia menjalani peran kedua di belakang Ronaldo.

Bale bukanlah tipe pemain yang egois. Statistik membuktikan dia memberikan assists kepada Ronaldo lebih banyak ketimbang pemain lain.

Semenjak pindah ke Spanyol, sembilan gol Ronaldo berasal dari umpannya. Sementara dari sisi satu hanya satu kali. Selain itu Bale juga banyak memberikan umpan bagi mega bintang Portugal ketika bertemu Espnayol, dan ketika sebaliknya banyak yang bukan tipe penetrasi.

Poses adaptasi dan perkembangan mantan penghuni White Hart Lane ini adalah permasalahan utamanya. Musim lalu Ancelotti menggunakan pola 4-4-2 / 4-3-3 selama separuh ke belakang musim, terutama ketika menghadapi klub-klub besar Eropa, sehingga Bale dan Ronaldo bermain dengan peran yang berbeda.

Bale berada di kanan dalam empat pemain tengah, ketika Angel Di Maria ada di sisi kiri, buat Ronaldo bermain roaming basis di kiri depan. Seperti Thierry Henry ketika masih terdaftar sebagai pemain Arsenal. Bale selalu mengambil bola di sisi lapangan sementara Ronaldo lebih sering berada di tengah.

Musim ini semua itu telah berganti. Di Maria dan Xabi Alonso telah pergi, sementara Toni Kroos dan James Rodriguez masuk untuk menggantikan peran mereka. Ini mengubah bentuk pola 4-3-3 Real Madrid, dimana Bale bergerak naik ke depan.

Gaya bermain juga berbeda ketimbang musim sebelumnya. Real kini berusaha untuk menguasai pertandingan, Bale kerap mengambil bola di final third ketimbang berlari untuk melepaskan serangan balik. Musim lalu, sudah menjadi hal umum kerjasama Bale dan Ronaldo, seperti halnya pemain tengah memberikan bola ke penyerang.

Sementara musim ini mereka berdua bermain sama di depan hanya berbeda sisi saja. Kombinasi yang mereka lakukan juga tidak intens dibanding setahun belakangan. Jika Bale tertuduh egois seperti insiden disebut di atas itu karena ia tahu sekarang perannya adalah sebagai pencetak gol, bukan lagi memberikan kesempatan bagi lini depan Real Madrid yang luar biasa ganas.

Ketika keduanya bekerjasama terlihat sangat berbahaya sama pada pertandingan melawan Malaga akhir bulan November. Tak ada Benzema membuat lini depan Madrid bergantung pada duet Ronaldo dan Bale. Umpan manis dari Ronaldo berhasil diteruskan dengan dingin oleh Bale. Menjadikan itu satu-satunya assist yang pernah diberikan kepadanya.

Musim lalu gaya bermain sangat cocok untuk tipe pemain seperti Bale. Kali ini lebih sulit karena dua pemain sama-sama menjalankan peran sama. Jika Bale tetap mensuplai bola untuk Ronaldo, maka tak sebanding dengan nilai transfer dirinya, jika ia berusaha mencetak gol maka coba keluar dari bayang-bayang sang mega bintang.

Juara bertahan Eropa coba menjaga kebugaran salah satu pemain andalannya hingga akhir musim. Suatu saat antara bulan ini hingga Mei ia cedera maka itulah kesempatan bagi Bale untuk membuktikan kualitasnya bukan tidak mungkin peran penting langsung diemban.