Pratinjau Pertandingan

Preview Europa League Pekan Ke-5: Habis-Habisan, United?

Setelah beberapa hasil mengejutkan yang terjadi di Europa League pekan ini, Manchester United harus habis-habisan untuk bisa lolos ke fase berikutnya, sementara Inter Milan juga akan berusaha bangkit di Eropa...

We are part of The Trust Project What is it?

Tugas berat Stefano Pioli, sang pelatih baru Internazionale Milan adalah; membersihkan nama besar Inter Milan pasca kekalahan dari Hapoel Be’er Sheva di Guiseppe Meazza beberapa waktu yang lalu. Meski saat itu Inter memang dilatih oleh Frank de Boer dan harus menyerah di kandang sendiri dengan skor 0-2, maka kini cara terbaik untuk membalasnya adalah mengalahkan tim asal Israel tersebut di kandangnya sendiri.

Laga pertama yang dipimpinnya di kancah Eropa ini tentu akan terasa berat mengingat Inter sendiri masih belum konsisten dengan permainannya. Meski akhir pekan lalu, Nerazzurri mampu mengamankan satu poin di menit-menit akhir pada laga yang bertajuk Derby Milan, kini Inter harus kerja keras di laga Eropa. Belum lagi akhir pekan nanti mereka akan menjamu Fiorentina di Serie A. Rotasi yang tepat akan menjadi kunci Inter agar meraih tiga poin.

Sedangkan pertandingan seru diprediksi akan tersaji dari dua kesebelaan penghuni grup yang sama dengan Inter Milan serta Hapoel Be’er Sheva, yaitu Sparta Praha dan Southampton. Pada pertemuan pertama lalu, Soton mampu menggulung Sparta Praha dengan skor 3-0. Jika perfoma tersebut mampu diulangi oleh Shane Long dkk. maka bukan tak mungkin Soton akan mengambil alih pimpinan klasemen sementara grup K saat ini. Masalahnya, mampukah Soton mencuri tripoin di kandang lawan? Ini juga mengacu kepada performa Sparta Praha yang tak pernah kalah di kandang ketika berlaga di Europa Legaue.

Kesebelasan asal Inggris lainnya yang berlaga dan patut dicermati tentu saja adalah Manchester United. Secara posisi klasemen di grup A saat ini, The Red Devils memang berada di peringkat ketiga dengan perolehan enam poin. Namun itu tak terlalu signfikan mengingat dua pesaing di atasnya, yaitu Fenerbahce dan Feyenoord, sama-sama mempunyai tujuh poin saja. Masih terbuka kans United untuk lolos ke babak selanjutnya.

Hal ini tentu dipermudah dengan posisi mereka sebagai tuan rumah di Old Trafford ketika menjamu Feyenoord. Pilihan untuk menurunkan skuat terbaik demi tripoin adalah satu-satu jalan untuk Jose Mourinho demi mempertahankan harga dirinya di kancah Eropa. Lagipula, Feyenoord sendiri mempunyai rekor buruk dengan laga-laga tandang di Europa League musim ini.

Mourinho sendiri menyebut dua pertandingan sisa United di fase grup tak mempunyai ruang untuk kekalahan. Ini bisa dimengerti karena United butuh empat poin dari dua laga sisa tersebut. Maka, memainkan pemain-pemain terbaiknya seperti Paul Pogba, Zlatan Ibrahimovic dan David De Gea adalah pilihan mutlak

Persaingan ketat lainnya juga tersaji bukan hanya dari grup A yang dihuni oleh Manchester United dkk, namun juga di grup F yang mempertemukan Genk, Athletic Bilbao, Rapid Wiena dan Sassuolo. Bayangkan saja, peringkat pertama grup yaitu Genk, hanya berselisih satu poin saja dengan juru kunci yaitu Sassuolo. Lebih tepatnya, Genk dan Athletic Bilbao memiliki enam poin dan dua kesebelasan lainnya, yaitu Rapid Wien serta Sassuolo, memiliki lima poin.

San Mames sudah barang tentu bukan stadion yang menyenangkan bagi beberapa tim yang bertandang ke markas Athletic Bilbao ini. Tim sekelas Barcelona dan Real Madrid pun kerap kesulitan jika berlaga di sini. Sassuolo tentu ingin mengulangi performa apik pertemuan pertama yang berhasil menggilas Los Leones dengan skor 3-0. Namun sayangnya, Athletic diprediksi akan memberikan perlawanan lebih mengingat kemenangan adalah jalan satu-satunya bagi mereka untuk lolos dari grup ini.

Performa Sassuolo pun meragukan, sebenarnya. Dari enam laga mereka terakhir di berbagai kompetisi, praktis Sassuolo tak pernah menang. Hasil imbang pun mereka raih saat bertandang ke Bologna dan menjamu Rapid Wiena di Europa League saja. Ini berbanding terbalik dnegan Athletic Bilbao yang sedang dalam performa stabil pasca kekalahan berturut-turut dari Genk dan Real Madrid. Dalam empat pertandingan selanjutnya, Los Leones meraih dua kemenangan dan dua hasil imbang termasuk tripoin akhir pekan lalu saat menjamu Villarreal di San Mames.

Kemudian yang terakhir adalah melihat performa terbalik dari kedua tim yang akan bertemu yaitu Schalke dan Nice. Sang tuan rumah yang sempat tertatih-tatih di Bundesliga pada awal kompetisi, kini sudah kembali ke jalur kemenangan meski secara posisi di klasemen sementara baru bercokol di posisi ke-11 sampai pekan ini. Nice sendiri, yang diperkuat oleh si bengal Mario Balotelli, adalah penguasa klasemen Ligue 1 Perancis di atas pesaing lainnya yaitu AS Monaco dan PSG.

Namun jika melihat posisi klasemen sementara di grup I, Schalke malah merajai grup tersebut tanpa pernah merasakan kekalahan ataupun hasil imbang. Sedangkan sang tamu, Nice, adalah penghuni juru kunci dari sekali kemenangan dan tiga kali kekalahan.

Lucien Favre, selaku pelatih dari Nice, kemungkinan tak banyak ambil resiko untuk ngotot memenangkan pertandingan dan lebih mementingkan pertandingan-pertandingan di Ligue 1 Perancis  agar posisi di puncak klasemen tak terganggu. Bagi Schalke sendiri, kemungkinan lolos ke babak selanjutnya adalah 95%, jadi menarik sekali jika kedua pelatih ini yaitu Markus Weinzierl dan Lucien Favre beradu taktik dan strategi jika kedua tim sama-sama mengandalkan pemain lapis kedua mereka.

Temukan feature baru setiap harinya di FourFourTwo.com/ID