Preview FourFourTwo: Chelsea vs Tottenham

Final Piala Liga | Wembley | Min 1 Mar | 23.00 WIB

Dikenal Sebagai

Final Piala Liga. Seharusnya menjadi pertandingan yang menghibur.

CHELSEA FORM

  • Chelsea 1-1 Burnley (Prem)
  • PSG 1-1 Chelsea (CL)
  • Chelsea 1-0 Everton (Prem)
  • Villa 1-2 Chelsea (Prem)
  • Chelsea 1-1 Man City (Prem)

TOTTENHAM FORM

  • Fiorentina 2-0 Spurs (EL)
  • Spurs 2-2 West Ham (Prem)
  • Spurs 1-1 Fiorentina (EL)
  • Liverpool 3-2 Spurs (Prem)
  • Spurs 2-1 Arsenal (Prem)

Latar Belakang

Seperti baru kemarin Spurs mengalahkan Chelsea dalam pertandingan berujung delapan gol, salah satu laga terbaik musim ini. Kenyataanya kala dua tim masuk ke Wembley hari Minggu ini, kejadian itu sudah dua bulan. Dan inilah League Cup Final edisi 55, utara dan barat daya London bertemu mengulang pernah terjadi 2008.

Dengan masing-masing sudah mengoleksi empat gelar, pertandingan ini akan buat mereka menyamai Aston Villa sebagai klub nomor dua paling sering mengangkat piala dan mendekati Liverpool di puncak usai menang delapan kali. Spurs sudah tampil tujuh kali di babak akhir menang pada edisi 2008, 1999, 1973, dan 1971, sementara Chelsea 2007, 2005, 1998, dan 1965.

Jika pertandingan seperti di tahun baru, maka tempat netral bisa memainkan peran penting, namun final lebih sulit ditebak dalam sepak bola modern. Dalam ajang ini setidaknya ada tiga gol dalam lima edisi terakhir, termasuk Swansea mengusir Bradford dua tahun silam. Jose Mourinho mulai panaskan laga ini berkata keuntungan ada di pihak Spurs karena Matic absen. Keluarnya salah satu anak asuh buat pria Portugal geram dan berbicara tentang kampanye anti dirinya di Sky Sports.

“Meeker memiliki skate yang bagus, hampir dua pemain sama untuk tiap posisi,” komentar Mourinho. “Apa bedanya Erik Lamela dan Andros Townsend? Nacer Chadli dengan Christian Eriksen? Paulinho dan Ryan Mason? Vertonghen dan Fazio? Mungkin Vertonghen lebih sering dapat kartu merah.” Nampak Mourinho menganggap timnya tidak diunggulkan seperti masih menangani Real Madrid.

Melihat jadwal Spurs akhir-akhir ini sulit rasanya mereka dapat keuntungan jelang partai final Minggu nanti.

Terbang jauh ke Florence kurang dari 72 jam sebelum pertandingan final, jadwal tak berpihak bagi mereka, perpecahan konsentrasi jadi salah satu masalah kala kalah 2-0 dari Fiorentina.

Pochettino melakukan beberapa pergantian di pertandingan tersebut, termasuk mengistirahatkan pemain andalannya Harry Kane, masih ada kemungkinan mereka tampil trengginas dalam ajang piala liga sementara Chelsea punya waktu seminggu penuh untuk persiapan.

Jadi siapa pahlawan hari Minggu besok? Bisakah Kane, Eriksen, atau Lamela mengikuti jejak Martin Chivers, Ralph Coates, Allan Neilsen, dan Jonathan Woodgate?

Atau Diego Costa, Eden Hazard, Cesc Fabregas atau tukang bobol gawang lawan Branislav Ivanovic akan mengukir nama mereka dalam buku sejarah The Blues seperti Eddie McCreadie, Frank Sinclair, Mateja Kezman dan Didier Drogba?

Dari kacamata netral, akan sangat menyenangkan melihat itu semua terjadi.

Berita Tim

Matic mendapat larangan bermain, dan Mourinho sudah berkata bahwa John Obi Mikel menepi paling tidak dua pekan. Jika matematika kami benar maka akan absen juga seperti Matic. Membuat Ramires mendapat kesempatan bermain. Spurs memiliki kebugaran lebih baik termasuk tiga pemain yang tak turun di Italia kemarin.

Duel Kunci: Diego Costa vs Harry Kane

Menuliskan dua nama di atas sangatlah aneh. Karena dalam tempo satu tahun keduanya bertarung di level yang berbeda. Nama pertama buat dua gol ke gawang Milan dalam ajang Champions League sementara lawan masih bertarung West Brom dalam ajang Premier League U-21.

Testimoni mengenai pemain muda berbakat semakin tak terelakan, baik bagi pendukung Spurs ataupun Chelsea yang harus waspada dengan nama itu. Gol menit akhir saat lawan West Ham membuat catatannya Kane menjadi 24, tujuh lebih banyak ketimbang pemain Spanyol tapi darahnya Brazil (untuk level liga pemain 32 juta lebih unggul tiga gol).

Ketika dua klub bertemu di Januari, baik Costa dan Kane mencamtumkan namanya di papan skor, namun lulusan Ridgeway Rovers yang mencuri perhatian dengan dua gol, satu assist, serta mendapat hukuman penalti untuk mengagetkan pimpinan liga.

Tampil impresif sejauh ini, tak mengherankan ia bisa membawa trofi ke markas, dan jika itu berhasil maka kita bisa berharap ada patung emas dirinya di Seven Sisters Road pada bulan kelima.

LAST FIVE MEETINGS

  • Spurs 5-3 Chelsea (PL, Jan 15)
  • Chelsea 3-0 Spurs (PL, Dec 14)
  • Chelsea 4-0 Spurs (PL, Mar 14)
  • Spurs 1-1 Chelsea (PL, Sep 13)
  • Chelsea 2-2 Spurs (PL, May 13)

Para Manajer

Mourinho sering mendapat kritik karena sikapnya tapi catatan tak bisa dikesampingkan, dia menuju Wembley untuk menambah koleksi gelar yang sudah ada, dua Champions League, satu UEFA Cup, dua liga Portugal, dua Premier League, dua Serie A, satu La Liga, satu Copa Del Rey, satu Supercopa, satu Italia Supercoppa, satu Coppa Italia, satu Taca Portugal,satu FA Caup, dan dua Piala Liga.

Kontras bagi Pochettino, 10 tahun lebih muda dari Mourinho datang ke Wembley untuk mencari gelar perdana.

Prediksi FourFourTwo

Kelelahan memainkan peranan penting, waktu sangat tidak berpihak bagi Spurs, usai kehancuran di Europa League. Anak asuh Pochettino bisa bertarung dengan bangga namun Chelsea yang akan angkat piala mungkin lewat Ivanovic. 2-1.