Preview Liga 1 Musim 2017: Arema FC

Tiap tahun AREMA FC selalu menjadi momok menakutkan bagi klub-klub lain di liga Indonesia. Apakah tahun ini dengan arahan pelatih baru mereka, Aji Santoso, AREMA FC bisa meraih gelar juara liga yang terakhir mereka rebut pada musim 2009/10 silam?

Ulasan Tim

Dua gelar turnamen pra-musim (Trofeo Bhayangkara dan Piala Jenderal Sudirman) yang berhasil mereka raih, membuktikan bahwa Singo Edan tetap akan menebar ancaman kepada lawan-lawan mereka di kompetisi mendatang. Terlebih, komposisi tim yang sudah diramu oleh Aji Santoso terlihat semakin matang dengan menggabungkan pemain senior dan pemain muda.

Jauh sebelum regulasi soal pemain muda ditetapkan oleh PSSI, eks pelatih Persela Lamongan dan tim nasional Indonesia U-23 tersebut sudah mencanangkan niatnya untuk banyak memberi kesempatan terhadap pemain-pemain muda potensial.

Di sisi lain, kesuksesan Arema FC dalam dua turnamen pra-musim bukan semata-mata karena mereka adalah tim spesialis turnamen, tapi ada beberapa faktor yang mampu mempertahankan performa ciamik anak-anak dari kota Malang. Termasuk bersatunya legenda klub yang dijuluki Pandawa Lima.

Ditinggal beberapa pemain penting tidak serta merta membuat Arema melemah

Berkat tangan dingin dari Aji Santoso, Joko Susilo, Kuncoro, Singgih Pitono dan Yanuar Hermansyah inilah kekuatan singa yang sebenarnya muncul kembali. Terus terang, di bawah kendali Pandawa Lima, kita seolah menyaksikan kembali keganasan klub yang berdiri sejak 11 Agustus 1987 ini.

Dengan tradisi yang kuat, Arema FC sepertinya tidak akan keluar dari persaingan papan atas. Selain karena andil pihak-pihak di belakang layar yang disebutkan tadi, deretan pemain seperti Adam Alis, Hanif Sjahbandi, Esteban Vizcara hingga Cristian Gonzales juga bakal bahu membahu demi menghadirkan kejayaan untuk klub yang terakhir kali merasakan juara liga pada musim 2009/10 silam.

Pemain Masuk:

Adam Alis (Persiba Balikpapan), Jad Noureddin (Pusamania Borneo), Dalmiansyah Matutu, Hanif Sjahbandi (Persiba Balikpapan), Bagas Adi Nugroho (PSS Sleman), Arthur Cunha (Mitra Kukar), Nasir (Madura United U-21)

Pemain anyar Arema, Jad Noureddine

Pemain Keluar:

Raphael Maitimo (Persib Bandung), Fellipe Bertoldo (Masalah legalitas), Hamka Hamzah (PSM Makassar), Ahmad Nufiandani (PS TNI), Juan Revi (Persela Lamongan), I Kadek Wardana (Bali United)

Pelatih: Aji Santoso

Sempat diragukan oleh banyak pihak, termasuk para Aremania, Aji Santoso langsung membuktikan kecakapannya dalam meramu sebuah tim. Hasilnya, Arema FC sukses ia bawa dua kali menjuarai turnamen pra-musim, Trofeo Bhayangkara dan Piala Presiden 2017 yang diselenggarakan baru-baru ini.

Dengan susunan pemain yang bisa dibilang cukup berbeda dengan milik Milomir Seslija, mantan pemain dan legenda Singo Edan sukses membawa kembali karakter permainan Arema yang keras dan efektif. Sempat gagal mendatangkan pemain yang diinginkan macam Irfan Bachdim, Kim Jefrey Kurniawan atau Yanto Basna yang justru mangkir dan pergi ke Sriwijaya FC, Aji seolah tak kehilangan akal dan mulai memanfaatkan deretan pemain muda.

Kemudian munculah Hanif Sjahbandi, Bagas Adi Nugroho, Muhammad Nasir dan beberapa nama muda  lainnya yang diberi kesempatan oleh Aji –dan ternyata tidak mengecewakan. Kecermatannya dalam membaca bakat seorang pemain ini tak lain karena dirinya juga mempunyai sebuah sekolah sepakbola bernama ASIFA yang juga terletak di kota Malang.

Salah satu sosok utama dari Pandawa Lima di Arema

Singkatnya, masa depan pemain-pemain muda di bawah komando Aji amat cerah, pun demikian dengan masa depan Arema FC sendiri. Melihat klub yang identik dengan hewan singa dan warna birunya kembali tampil trengginas layaknya musim 2009/10 tampaknya tak lagi sebatas angan-angan bagi para pendukung.

[SELANJUTNYA: Pemain yang akan menjadi kunci AREMA musim ini]