Preview Liga 1 Musim 2017: PERSIJA Jakarta

Tim pertama yang kami preview di seri season preview FourFourTwo Indonesia adalah Persija Jakarta. Apakah mereka bisa memaksimalkan skuat dan dana yang mereka miliki sekarang? Gerry Putra penulis kami yang juga Jakmania memberikan penjelasannya...

Ulasan Tim

Gaya baru Gede di Persija bakal berbeda dengan era Ferry Paulus.

Persija Jakarta menempati peringkat ke-14 dalam klasemen akhir kompetisi Indonesia Soccer Championship (ISC) 2016. Suatu peringkat akhir yang buruk bagi klub yang sudah 10 kali merebut gelar juara dalam sejarah kompetisi sepak bola tertinggi di Indonesia.

Namun, kini Persija berbeda dengan musim-musim sebelumnya. Masuknya pengusaha gila bola, Gede Widiade, membuat Persija berambisi memperbaiki peringkatnya di Liga 1 musim ini. Setidaknya dengan masuknya Gede, Persija tidak perlu risau dengan lilitan utang yang sempat menjadi parasit di tubuh Persija.

Gaya baru Gede di Persija bakal berbeda dengan era Ferry Paulus. Pria yang sempat aktif di Bhayangkara FC itu sudah memboyong beberapa nama anyar ke Macan Kemayoran. Striker Luis Carlos Junior dan Arthur Irawan menjadi pemain yang bakal mengisi skuat musim ini.

Harapan baru muncul setelah pengusaha gila bola, Gede Widiade masuk ke manajemen Persija

Di bawah kendali pelatih Stefano Cugurra Teco, Persija memang masih mengandalkan beberapa pemain muda. Sebut saja Ambrizal Umanailo, Rezaldi Hehanusa, Sutanto Tan, sampai Novri Setiawan menjadi pemain masuk dalam skema Teco. Belum lagi ditambah dengan youngster muka baru seperti M. Rosul yang bermain apik saat Persija berhadapan dengan PSCS Cilacap di turnamen Cilacap Cup.

Pemain senior yang punya pengaruh kuat di Persija seperti Bambang Pamungkas dan Ismed Sofyan juga masih bertahan. Hadirnya dua pemain paling senior di kubu Persija tentu bakal menjadi mentor yang pas bagi pasukan muda Persija.

Kekuatan Persija memang bakal bertambah dengan adanya pemain asing yang bakal memperkuat Si Merah-Putih. Setidaknya ada beberapa pemain asing yang sedang dipantau Persija. Bahkan kabarnya, untuk memenuhi regulasi marquee player, nama eks Inter Milan, Maicon sempat dihubungkan ke Persija.

Dengan kompisisi tersebut, Persija musim ini kemungkinan besar bakal mempunyai prestasi yang cukup baik dibandung musim lalu.

Bepe, salah satu pemain senior yang siap membimbing skuat muda Persija

Pemain masuk:

Luis Carlos Junior (Madura United), Jefri Kurniawan & Sandi Darma Sute (Pusamania Borneo FC), Arthur Irawan (Breven, Belgia), Rudi Widodo & Muhammad Hargianto (Bhayangkara FC).

Pemain keluar:

Ade Jantra (PS TNI), Rachmat Affandi & Siswanto (Persebaya Surabaya), Aldi Al Achya (Persita), Greg Nwokolo & Andik Rendika Rama (Madura United)

Pelatih: Stefano Cugurra Teco

Stefano Cugurra Teco mengemban tugas cukup berat dengan mengembalikkan kejayaan Persija di kompetisi tertinggi Indonesia. Namun, pelatih asal Brasil ini memiliki pengalaman yang cukup banyak di Liga Thailand selama tujuh tahun.

Tentu dengan pengalaman tersebut, membuat Teco diharapkan bisa berbuat banyak untuk Persija di musim ini. Terlebih, Teco juga sudah akrab melatih pemain-pemain muda dalam satu klub.

Karier Teco sebelumnya memang tak mengesankan. Melatih salah satu klub kuat Thailand, yakni Royal Thai Navy, pelatih yang kini berusia 42 tahun itu hanya bisa mengantarkan klub di peringkat ke-14 dalam klasemen Liga Thailand musim ini.

Teco memang sempat dinilai bakal gagal di Persija. Tapi bukan tanpa alasan mengapa manajemen Persija memilih Teco sebagai pelatih anyar musim ini. Berkaca dari pemilihan pelatih Paulo Camargo yang juga berasal dari Brasil, sang pelatih kerap kesulitan berkomunikasi dengan pemain karena tak lancar menggunakan bahasa Indonesia. Hasilnya, Persija sempat merasakan papan bawah ISC.

Kendala bahasa bukan menjadi penghalang bagi Teco di Persija

Cukup berbeda dengan Teco yang punya pengalaman melatih di Indonesia. Pada 2004, Teco perna bekerja sama dengan Jacksen F. Tiago di Persebaya. Teco yang berperan sebagai asisten pelatih dan pelatih fisik akhirnya mampu meraig gelar juara Liga Indonesia 2014. Pelatih Bajul Ijo saat itu adalah Gildo Rodriguez yang notabene adalah ayah kandungnya.

Kecakapan Teco berbahasa Indonesia juga diyakini memperlancar komunikasi pelatih dan pemain yang tak dipunyai Paulo Camargo. Senjata itulah yang bisa digunakan Teco jika ingin menolong Persija ke peringkat atas.

[SELANJUTNYA: Pemain kunci Persija yang siap membawa kembali kejayaan tim ibukota dan prediksi FFT]

Topics