Preview Liverpool vs Tottenham Hotspur: Duel Dua Tim Serupa Tapi Tak Sama

Premier League | Minggu, 12 Februari 2017 | 00.30 WIB | beIN Sports 1, RCTI

Sabtu (10/2/2017) nanti, Tottenham Hotspur akan dijamu Liverpool di Stadion Anfield. Pertandingan tersebut mempunyai potensi besar untuk berlangsung secara menarik dan berjalan dengan tempo tinggi. Spurs memiliki gaya permainan yang tak jauh berbeda dengan Liverpool. Kedua tim hampir selalu tampil bagaikan sekelompok lebah yang mengamuk. Mereka langsung melakukan tekanan tinggi, high pressing, begitu mereka kehilangan bola. Tekel menjadi andalan kedua tim. Garis pertahanan tinggi juga menjadi sebuah kewajiban bagi kedua tim.

Dengan gaya bermain seperti itu tersebut, secara statistik, kedua tim memiliki pencapaian tak jauh berbeda. Dengan rataan 17,5 kali percobaan tembakan ke arah gawang, Tottenham merupakan tim terbanyak dalam melakukan hal tersebut di Premier League sejauh ini. Sementara itu, Liverpool berada di peringkat kedua, dengan rataan 17,1 kali percobaan tembakan ke arah gawang dalam satu pertandingan. Menyoal penguasaan bola, kedua tim juga berada dalam persaingan sengit: Liverpool, yang rataan penguasaan bolanya di Premier League hanya kalah dari Manchester City, sedikit lebih baik daripada Tottenham, 58,8% berbanding 57,1% di dalam setiap pertandingan.

Selain perihal rataan percobaan tembakan ke arah gawang dan penguasaan bola, gaya main kedua tim juga mengakibatkan Liverpool dan Tottenham seragam dalam rataan intersep dalam setiap pertandingan. Keduanya merupakan tim terburuk di Premier League dalam melakukan hal tersebut: Liverpool berada di peringkat ke-19 sedangkan Liverpool berada di peringkat ke-20; anak-anak asuhan Jurgen Klopp rata-rata hanya melakukan 10,8 kali intersepsi di dalam setiap pertandingan, sedangkan Spurs juga hanya melakukan 8,4 kali.

Hanya saja, ada juga beberapa perbedaan penting dari kedua tim yang mungkin akan menjadi faktor penentu dalam pertandingan nanti. Dan Tottenham bisa jadi lebih diunggulkan dalam pertandingan nanti karena perbedaan ini.

Jumlah gol Tottenham di Premier League sejauh ini, 46 gol, memang lebih buruk daripada Liverpool yang sudah mencetak mencetak 52 gol – bersama Arsenal, Liverpool menjadi tim terbaik di Premier League sementara ini. Meski demikian, layaknya Batu Gibraltar, pertahanan Tottenham merupakan yang paling kokoh di antara tim-tim Premier League lainnya. Mereka hanya kebobolan 16 gol sejauh ini.

Berbeda dengan Tottenham, meski mempunyai lini serang yang superior, bagaikan bangunan kuno yang sudah tak terurus, pertahanan Liverpool begitu rapuh. Dari delapan tim teratas di Premier League sejauh ini adalah gawang Liverpool yang paling sering kebobolan. Mereka sudah kebobolan 30 gol, rata-rata kebobolan 1,25 gol dalam setiap pertandingan. Buruknya kinerja lini belakang Liverpool, temasuk kiper mereka, menjadi salah satu penyebab pencapaian buruk tersebut. Dejan Lovren dkk. terlalu sering melakukan blunder, di mana hingga awal Januari lalu mereka sudah tujuh kali melakukan kesalahan yang mengakibatkan kebobolan.

Selain karena blunder, lini belakang Liverpool juga sering kesulitan saat harus menghadapi seorang penyerang yang berperan sebagai target-man. Penyerang-penyerang semodel ini biasanya lincah dalam memanfaatkan umpan-umpan silang, entah melalui set-piece atau open-play. Dan buruknya pemain-pemain belakang Liverpool dalam melakukan duel udara menjadi salah satu penyebab kenapa Liverpool kesulitan saat menghadapi penyerang semodel itu. Sejauh ini, Liverpool hanya memenangi 15,6 kali duel udara dalam setiap pertandingan.

Jika tidak ingin dipermalukan, Liverpool harus hati-hati terhadap Harry Kane. Dia memang tak setangguh Fernando Llorente menyoal duel udara. Tetapi sebagai seorang target-man, Kane mempunyai kemampuan yang jauh lebih komplet daripada penyerang Swansea yang beberapa waktu lalu dua kali membobol gawang Liverpool itu. Ingat, Kane sering mencetak gol dari posisi-posisi sulit.