Preview Piala Asia 2015: Grup C

Grup C: Bahrain, Iran, Qatar dan Uni Emirat Arab Bahrain

Negara yang pernah dikalahkan oleh Indonesia pada edisi 2007 ini kembali lolos ke Piala Asia 2015 usai menjadi juara grup D kualifikasi Piala Asia. Torehan terbaik mereka diajang terbesar Asia ini adalah pada tahun 2004, dimana mereka berhasil lolos hingga babak semi final. Pertandingan melawan Qatar wajib menjadi perhatian utama mereka jika ingin lolos dari grup C, dimana mereka harus mampu mendulang tiga poin dari tuan rumah Piala Asia edisi sebelumnya. 
 
Tim ini berisikan materi-materi pemain yang bermain di liga lokal mereka, membuat pelatih Bahrain, Marjan Eid sangat mengenal kualitas para pemainnya. Sudah tampil di putaran final sebanyak lima kali merupakan prestasi tersendiri bagi Bahrain. Jumlah tersebut terbilang kecil dibanding 16 peserta lain. Minimnya pengalaman membuat langkah mereka untuk melaju ke babak selanjutnya sangat sulit. 

Iran

Hadir ke Australia sebagai juara grup B di babak kualifikasi, Iran sudah tiga kali mengoleksi gelar juara. Terakhir kali mereka berhasil memboyong trofi pada tahun 1976. Menghadapi UEA menjadi partai yang wajib dimenangkan oleh Iran, tanpa mengurangi rasa hormat kepada dua negara lain di grup ini. Pelatih mereka, Carlos Queiros diharapkan bisa membawa timnya berbicara banyak di ajang ini, dengan pengalaman menjadi pelatih di Real Madrid, timnas Portugal dan ditambah menjadi asisten Sir Alex Ferguson di Manchester United, membuat rakyat Iran sangat berharap dan bergantung kepada racikan taktiknya di Piala Asia 2015 ini.
 
Iran menjadi salah satu negara yang memiliki peluang besat untuk melaju ke babak selanjutnya, setidaknya menjadi runner-up grup sudah cukup untuk meneruskan tren dan memuaskan dahaga trofi yang sudah lama tak mereka raih.

Qatar

Tuan rumah Piala Asia edisi sebelumnya tercatat telah sembilan kali tampil di putaran final. Tetapi saat tampil di hadapan publik sendiri, mereka hanya mampu melaju sampai babak perempat final, dimana itu adalah catatan terbaik mereka sejauh ini di kompetisi terbesar dan bergengsi antara negara-negara Asia.
 
Menghadapi ‘anak baru’ Bahrain, menjadi momen dimana mereka seharusnya mendapat poin penuh. Namun sebelumnya di dua pertandingan lain, mereka tidak boleh kehilangan poin untuk menjaga asa lolos ke babak berikutnya.
 
Qatar bisa menjadi batu sandungan bagi negara-negara unggulan di grup ini. Tren positif dari dua edisi sebelumnya bisa menjadi catatan bahwa mereka tak boleh dianggap sebelah mata kehadirannya. Jika mereka berhasil lolos, tidak menutup kemungkinan bisa memperbaiki rekor negara tersebut yang selama ini hanya bertahan hingga perempat final Piala Asia.

Uni Emirat Arab

Lolos ke Australia 2015 sebagai juara grup E babak kualifikasi, membawa UAE tampil untuk kesembilan kalinya di kompetisi tertinggi negara-negara Asia. Catatan terbaik mereka adalah menjadi runner-up Piala Asia 1996.
 
Partai penutup mereka di grup C menghadapi Iran, merupakan saat dimana mereka tidak boleh sama sekali kehilangan poin. Pertandingan ini bisa menjadi penentuan siapa yang akan menjadi juara grup.
 
UEA diprediksi bisa melewati grup ini dan tidak menutup kemungkinan bisa tampil kembali di partai puncak. UAE dipercaya akan mencoba lebih sukses ketimbang saat mereka hanya bisa menjadi terbaik kedua di Piala Asia 2015 ini, sekaligus membuktikan siapa yang terbaik di antara peserta-peserta dari Asia Tengah.