Profil Semifinalis Piala Jenderal Sudirman: Semen Padang

Keberhasilan Semen Padang lolos hingga babak empat besar Piala Jenderal Sudirman bisa dikatakan sebagai sebuah kejutan. 

Mereka hanya memiliki waktu persiapan yang sangat sedikit karena tak tampil di Piala Presiden atau Piala Kemerdekaan sebelumnya. Tim Semen Padang yang tampil di PJS praktis hanya dibangun dalam waktu dua minggu, setelah manajemen klub memastikan akan mengikuti Piala Jenderal Sudirman pada akhir Oktober.

Ketidakikutsertaan mereka dalam dua turnamen ‘besar’ sebelumnya membuat Semen Padang harus membangun tim dari awal. Beruntung, memang, sebagian pemain masih terikat kontrak dengan mereka meski sempat dipinjamkan ke banyak klub di Piala Presiden dan Piala Kemerdekaan. Tetap saja, setelah kekosongan yang mereka alami selama berbulan-bulan karena ketiadaan pertandingan regular, pelatih Nil Maizar seperti harus mulai dari awal lagi. Dan dua bulan bukan waktu yang banyak untuk mempersiapkan tim.

Karenanya, tidak mengherankan jika hasil-hasil yang mereka dapatkan di babak grup tidak terlalu berkesan. Total, Semen Padang menang murni satu kali dan kalah penalti tiga kali. Hendra Adi Bayaw dkk. pun hanya duduk di posisi ketiga di belakang Persipura dan Mitra Kukar.

Menyambut babak 8 besar sebagai underdog, SPFC malah membuat kejutan. Tergabung bersama tim kejutan PS TNI, Mitra Kukar, dan Persija Jakarta, Semen Padang dua kali menang murni, dan satu kali kalah penalti. Mereka pun finis sebagai juara grup, dan lolos ke semifinal bersama Mitra Kukar.

Kini, Pusamania Borneo FC menanti mereka. Bukan lawan mudah, tetapi dengan permainan tim dan kepintaran Nil Maizar sebagai pelatih, mereka mungkin akan melanjutkan kejutan ini hingga ke puncak.

Sumber foto utama: Msports.net

Topics