PSS Sleman dan Anak-Anak Muda yang Menghadirkan Kejutan

Dengan pemain-pemain lokal yang sebagian besar adalah berusia muda, PSS Sleman sukses menyulitkan ketiga lawannya yang berasal dari Liga 1 di fase grup Piala Presiden 2017. Sebuah pertanda bagus...

Kaki-kaki para pemain berusia muda dengan jersey berhias gambar burung elang itu begitu lihai memainkan si kulit bundar di atas lapangan. Mereka berlari tanpa lelah, terlihat terkoordinir dan tak jarang melakukan tusukan yang menyulitkan pertahanan kesebelasan lawan.

Satu per satu klub-klub kasta tertinggi tanah air mereka buat kesulitan berujung gemas. Pada babak penyisihan Grup 2 Piala Presiden 2017 misalnya, Persipura Jayapura – kampiun Indonesia Soccer Championship (ISC) A – sanggup mereka tahan imbang, Mitra Kukar hampir mereka permalukan lewat tiga gol sebelum akhirnya dibalas tiga gol juga dan terakhir, pertahanan Persegres Gresik United dibombardir meski nihil hasil di akhir pertandingan.

Tentu koleksi tiga poin dari tiga pertandingan melawan tim-tim dari kasta tertinggi bukanlah hasil buruk bagi anak-anak PSS Sleman, meski harus diakui masih banyak hal yang harus dibenahi oleh Freddy Muli selaku sang pelatih.

Persipura pun kesulitan menghadapi PSS Sleman

Satu per satu klub-klub kasta tertinggi tanah air mereka buat kesulitan berujung gemas. Persipura Jayapura – kampiun Indonesia Soccer Championship (ISC) A – sanggup mereka tahan imbang, Mitra Kukar hampir mereka permalukan lewat tiga gol sebelum akhirnya dibalas tiga gol juga

Musim lalu, mereka mengawali gelaran ISC B dengan sangat baik hingga berhasil melangkah ke partai puncak. Satu-satunya kegagalan yang sangat disayangkan skuat Super Elang Jawa adalah tak mampu mengakhiri cerita indah yang telah mereka rangkai sedari awal dengan gelar juara. Mahardiga Lasut cs harus mengakui keunggulan PSCS Cilacap dengan skor 4-3 di babak final di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara, Kamis (22/12) lalu.

Sebagai catatan: laga yang digelar tak lama setelah final Piala AFF 2016 itu menyajikan sebuah drama. Pelemparan cerawat yang dilakukan oleh sejumlah oknum pendukung PSS tepat ketika peluit akhir wasit ditiupkan, menjadi penutup adegan thriller yang berjalan selama 120 menit tersebut.

Untungnya kekalahan besar itu cepat dilupakan, seluruh punggawa PSS Sleman kini sedang menatap Liga 2 dengan optimis yang sama seperti musim lalu – atau mungkin lebih dari itu.

Sejumlah keraguan sempat ditujukan kepada rival seprovinsi PSIM Yogyakarta itu sebelum gelaran Piala Presiden diadakan tidak menjadi kenyataan. Faktanya justru Freddy dan anak-anak asuhnya bisa mengagetkan tim-tim peserta lain.

Kreativitas suporter PSS jadi pemandangan menarik tersendiri di Maguwoharjo

Bahkan, catatan mereka di ajang yang dibuka oleh Presiden Jokowi tersebut lebih baik ketimbang PSCS – jawara ISC B. Skuat asuhan Gatot Barnowo itu memang sempat meraih kemenangan atas Perseru Serui dengan skor tipis 1-0, akan tetapi Ugiek cs tak mampu membendung perlawanan Semen Padang (mereka bahkan dibantai 5-0) dan Madura United pada dua laga terakhir penyisihan grup.

Di Piala Presiden sendiri, PSS Sleman diketahui membawa pemain-pemain belia. Skuat tersebut berisi pemain-pemain yang rencananya bakal dibawa Freddy mengarungi Liga 2. Sebut saja Tedi Berlian, Jodi Kustiawan, Imam Bagus, Angga Setiawan dan masih banyak lagi, tercatat hanya sebagian pemain yang berusia di atas 30 tahun.

Di Piala Presiden sendiri, PSS Sleman diketahui membawa pemain-pemain belia. Skuat tersebut berisi pemain-pemain yang rencananya bakal dibawa Freddy mengarungi Liga 2

Meski hal tersebut guna memenuhi regulasi kompetisi yang akan digelar dalam beberapa bulan lagi, namun ternyata para pemain muda yang didatangkan oleh Super Elja bukanlah pemuda biasa. Pemain-pemain belia yang didatangkan manajemen PSS merupakan pemuda dengan rekor mentereng, Angga misalnya; dia adalah wonderkid produk Sleman yang tampil trengginas di Piala Danrem 2015 bersama Sleman A, sempat berkostum Kablaki FC (klub Timor Leste), sebelum akhirnya ‘pulang’ ke PSS Sleman dengan banyak pengalaman.

Selain itu, akibat regulasi Liga 2 juga, mereka tidak memasukkan satu pun nama asing di dalam skuat. Artinya, tanpa pemain asing namun sukses menyulitkan tiga tim kontestan ISC A di Piala Presiden adalah jawaban bagaimana penampilan PSS di kompetisi mendatang.

Tanpa pemain asing, PSS selalu menyulitkan tim-tim kasta tertinggi

"PSS Sleman mampu bermain apik dan bisa memberikan perlawanan terbaik kepada tim-tim Liga 1 tanpa menggunakan pemain asing." ujar Jodi dilansir laman resmi klub.

Skuat muda yang solid, para pendukung yang kaya kreatifitas dan selalu total dalam memberi dukungan, membuat PSS Sleman punya atribut lengkap menjadi sebuah tim sepakbola. Hanya keberuntungan saja yang bakal menentukan langkah Super Elja ke depannya bakal seperti apa.

Dengan begitu, Liga 2 dipastikan tak akan kalah menarik. Persaingan antara PSS Sleman, PSCS Cilacap, Persebaya Surabaya dan tim-tim lain bakal menjadi tontonan yang memuaskan mata para penggemar sepakbola nasional.

Temukan feature baru setiap harinya di FourFourTwo.com/ID