Putu Gede Juni Antara: Bek Muda Serbabisa yang Konsisten di Level Tertinggi

Mampu membaca pergerakan lawan dengan baik, Putu Gede adalah salah satu bek terbaik di generasinya. Yudha Prastianto memperkenalkannya lebih jauh pada Anda...

Foto utama: Charlie Lopulua/INDOPOS (http://www.indopos.co.id/)

Cerita 60 Detik

Nama Putu Gede Juni Antara menjadi perbincangan hangat dalam beberapa tahun terakhir. Selain karena ia berhasil mempersembahkan gelar bagi Indonesia di ajang Piala AFF U-19 bersama Evan Dimas Darmono, Hansamu Yama Pranata, dan beberapa nama lainnya, pemain yang lahir di daerah Batu Bulan, Bali ini juga adalah salah satu bek masa depan bagi skuat Garuda.

Jauh sebelum ia mengalami lonjakan karir seperti saat ini, Putu Gede pernah gagal lolos seleksi untuk masuk ke tim Perseden Denpasar. Namun kegagalan itulah yang akhirnya menjadi pelecut semangat sang pemain.

Setelah tak berhasil menembus tim Perseden, keberuntungan justru terus menaungi Putu Gede. Dengan semangat yang semakin menggunung, ia berusaha meningkatkan performanya. Jawaban dari segala doa serta perjuangan yang dilakukan Putu Gede akhirnya terjawab.

Foto: Tribunnews.com

Saat tim akademi AC Milan datang ke Bali dan melakukan uji coba dengan SSB tempat dimana ia menimba ilmu, Putu Gede menunjukkan kualitas permainan di atas rata-rata. Hal itu kemudian membuatnya direkomendasikan untuk bergabung ke Diklat Ragunan di Jakarta.

Selama kurang lebih dua tahun, ia akhirnya langsung dipercaya untuk masuk ke skuat bentukan Indra Sjafrie di tim nasional U-19. Tak hanya itu, seperti yang kita semua ketahui, permainan Putu Gede di lini belakang timnas junior berhasil membuat Garuda Jaya waktu itu menghadirkan kembali mimpi masyarakat Indonesia untuk melihat timnasnya menjadi Macan Asia lagi.

Mengapa Anda Harus Mengenalnya

Beberapa bakat muda yang bagus dalam beberapa tahun ini memang muncul, termasuk salah satunya Putu Gede Juni Antara. Bahkan bisa dikatakan bahwa pemuda yang sedari kecil memang sangat didukung oleh keluarga untuk menapaki karir di sepakbola itu menunjukkan perkembangan yang memukau.

Berbeda dengan rekan-rekannya sewaktu di timnas U-19 ataupun pemain-pemain muda yang sempat menyita perhatian di klub lain, ia mampu terus bermain konsisten bahkan semakin berkembang seiring berjalannya waktu. Tak ayal apabila banyak klub lokal yang getol memperebutkannya.

Bali United Pusam adalah klub terakhir yang ia bela sebelum akhirnya Putu Gede kembali ke Surabaya. Terakhir, ia bahkan mampu mencetak gol spektakuler ke gawang Persib Bandung di ajang Bali Island Cup beberapa waktu lalu. Gol itu membuat namanya makin tersiar lebih kencang di kancah sepakbola nasional.

Ketenangan serta kejeliannya melihat pergerakan lawan dan membaca permainan membuat kestabilan di garis pertahanan tim yang ia bela menjadi terorganisir dengan baik.

Dengan usia yang masih muda, yakni 20 tahun, tentu jalan bagi Putu Gede untuk menjejaki karir yang lebih cerah masih sangat terbuka lebar. Bahkan bukan tidak mungkin dia akan mengikuti jejak sang kolega, Evan Dimas, untuk bermain di luar negeri.