Raphael Maitimo: "Mereka Pikir Mereka Melakukan Sesuatu yang Baik, Tapi Saya Tidak Setuju"

FourFourTwo bertanya kepada Raphael Maitimo pendapatnya tentang regulasi pemain baru yang direncanakan PSSI dan apakah ia sudah berpikir tentang pensiun kelak...

Pada Jumat, 17 Maret 2017 besok, Raphael Maitimo akan berusia 33 tahun. Ia kini hanya berjarak dua tahun dengan batas rencana regulasi PSSI yang baru (jika jadi diterapkan) menyoal pemain-pemain veteran. Dalam rencana regulasi tersebut, PSSI ingin membatasi jumlah pemain di atas 35 tahun yang berkarier di Liga 1 mendatang menjadi hanya dua per klub.

Meski dua tahun adalah waktu yang lama, namun, jika regulasi ini diterapkan dan dipertahankan, Maitimo kelak akan terkena imbasnya juga. Lalu bagaimana pendapat eks penggawa Persija Jakarta dan Arema FC ini?

“Saya benar-benar tidak tahu siapa yang membuat kebijakan seperti ini, buat saya ini cukup sulit untuk dipercaya,” kata Maitimo dalam perbincangan dengan FourFourTwo Indonesia beberapa waktu yang lalu.

“Saat ini, usia hanyalah angka. Apalagi di sepakbola profesional. Saat ini kita sudah mempunyai fisioterapis yang jauh lebih baik, staf medis yang jauh lebih baik.”

Saat ini, usia hanyalah angka. Apalagi di sepakbola profesional. Saat ini kita sudah mempunyai fisioterapis yang jauh lebih baik, staf medis yang jauh lebih baik

- Raphael Maitimo

Bagi Maitimo, sepakbola profesional telah berkembang jauh, bahkan di Indonesia juga, dan membuat batasan fisik pemain di usia tua yang dulu menghambat, kini menjadi semakin kabur.

“Lihat saja (Andrea) Pirlo atau pemain-pemain lainnya yang bisa tampil dalam top performa di usia 35, 36, atau bahkan 37 tahun. Lihat (Cristian) Gonzales, mantan rekan setim saya. Dia sudah 40 tahun, tapi masih mencetak gol dengan jumlah yang gila,” lanjutnya.

Masih sangat tajam meski di usia 40 tahun

“Ini soal pribadi pemain, bukan soal usia. Dan saya pikir, kebijakan ini juga tidak bagus karena pemain-pemain muda harus belajar dari pemain-pemain senior.”

Rencana regulasi anyar yang dicanangkan PSSI memang menimbulkan pro dan kontra sejak diumumkan, dan bukan hanya menyoal pemain di atas 35 tahun saja. Salah satu yang menjadi sorotan tentu saja terkait kewajiban setiap tim untuk memainkan tiga pemain di bawah usia 23 tahun sebagai starter dan minimal bermain 45 menit.

Bagi banyak klub, ini akan menghambat usaha mereka untuk tampil dengan kekuatan terbaik karena tiga dari sebelah tempat di tim akan diambil oleh pemain muda yang, mungkin, belum sebaik senior-seniornya. Tapi ada juga alasan lain yang menarik yang salah satunya dikemukakan oleh Umuh Muchtar, manajer Persib Bandung.

Menurut Umuh, regulasi ini justru buruk bagi pemain-pemain muda karena tidak semua pemain usia muda siap mental untuk bermain di level tertinggi. Dan Maitimo setuju dengan apa yang dikatakan olehnya.

“Saya sangat setuju dengan Pak Umuh. Mungkin mereka yang membuat kebijakan ini agak terlalu ‘bersemangat’ – mungkin mereka berpikir mereka melakukan sesuatu yang baik, tapi saya tidak setuju,” tutur Maitimo.

Tidak semua pemain muda bisa memiliki mental sebaik Febri Haryadi

Ini bukan kebijakan yang bagus karena di Asia, pemain-pemain muda belum terlalu siap untuk bermain di level tertinggi. Kebanyakan pemain di sini mungkin baru bermain sepakbola dengan serius di usia 16 atau 17 tahun

- Raphael Maitimo

“Ini bukan kebijakan yang bagus karena di Asia, pemain-pemain muda belum terlalu siap untuk bermain di level tertinggi. Kebanyakan pemain di sini mungkin baru bermain sepakbola dengan serius di usia 16 atau 17 tahun. Di Eropa, kami sudah mulai bermain sejak lima atau enam tahun, jadi di sana Anda sudah siap ketika berusia 19 atau 20 tahun.”

“Tetapi di Indonesia, kondisinya tidak seperti itu. Jadi saya pikir, ini tidak akan bagus bagi para pemain.”

Bagi Maitimo, kebijakan ini justru tidak bagus bagi mental pemain-pemain muda. Dengan kebijakan baru tersebut, pemain-pemain muda akan dimanjakan karena kompetisi untuk mendapatkan tempat utama di tim lebih sedikit, dan ini tidak bagus.